Efektivitas Transfer factor sudah dibuktikan dengan ribuan dokumen ilmiah uji klinis dan pengalaman empiris, tapi kenapa masih sedikit orang yang menggunakannya?
Di sini ditunjukkan argumen tentang efektivitas transfer factor dari pertemuan pakar di Monterey Mexico tahun 1999 dan dari Surat Metodologis Russia tahun 2004.
Sebab dari terbatasnya penggunaan transfer factor ada tiga, yaitu: 1) tidak sinkronnya logika ilmiah dengan kepentingan bisnis dan kepentingan pasien, 2) Faktor budaya (culture-bound cause) di mana masyarakat hanya mengerti dan menganggap obat medis sebagai jalan utama untuk sehat. Jalan lain, termasuk transfer factor, dianggap sekedar alternatif atau jalan kurang penting.
Sebab 3) adalah kurangnya diseminasi. Ini ada kaitannya dengan transfer factor yg tidak disebarkan via iklan yg masif, yg tentu saja berkaitan dg cara berbisnis.