
Sign up to save your podcasts
Or


Dengan memberikan angin kencang buat kebangkitan komunisme, Presiden Jokowi mungkin tidak menyadari bahwa RRC sesungguhnya sedang menjalankan politik Lebensraum, yakni politik ekspansionisme untuk secara perlahan menguasai negara-negara di Asia Tenggara, yakni Filipina, Vietnam, Brunei dan Indonesia, serta Taiwan yang dianggap bagian integral wilayah RRC.
Tidak perlu diragukan bahwa Xi merupakan tokoh besar komunisme China dan telah diberi kesempatan memimpin China seumur hidup. Kini ia sedang berusaha keras membangun Pax-Sinica. Xi dan para kameradnya di PKC membayangkan China akan menggenggam supremasi atau hegemoni dunia, dan salah satu cara yang paling efektif adalah dengan membangun dua jalur sutera, didarat lewat One Belt, di laut dengan One Road (OBOR). Mencapai keunggulan dunia lewat supremasi ekonomi.
Ada fenomena yang memprihatinkan bagi banyak orang yang berpikir kritis dan mengikuti perkembangan komunisme internasional mutakhir. Mengapa? Mereka prihatin karena banyak tokoh pendukung rezim yang berusaha meyakinkan masyarakat bahwa PKI sudah mati dikubur, dan komunisme sudah tidak laku lagi. PKI sudah jadi hantu. Juga tidak ada lagi negara yang masih menerapkan komunisme, marxisme dan leninisme.
Para komunis malam yang berupaya meyakinkan masyarakat bahwa komunisme sudah jadi bagian sejarah masa lalu lupa bahwa di zaman internet sekarang ini seluruh informasi global di bidang apa saja sudah sangat mudah diakses oleh setiap orang. Mereka buta bahwa RRC yang menjadi junjungan beberapa oknum dalam rezim Jokowi pada hakekatnya merupakan kekuatan komunisme internasional yang paling dahsyat.
Sejak Jokowi jadi presiden pada periode pertama ( 2014-2019) dan diteruskan pada periode kedua sampai sekarang, perkembangan politik nasional bukan semakin demokratis, tetapi malahan kian jauh dari spirit demokrasi.
Tidak berlebihan bila dikatakan hasil pembangunan politik dimasa Jokowi telah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kecurigaan dan ketakutannya terhadap umat Islam yang bersikap kritis dan korektif terhadap rezim begitu jelas kita rasakan.
From the publisher's feed