Andarula

Andarula

By AndarulaMusic
Download on the App Store

Andarula episodes

  • Khusnul Khotimah
    Lirik lagu Pejah Husnul Khatimah adalah pujian lama yang biasa dijadikan dzikir sebelum shalat di mushalla dan masjid zaman kuno. Berikut teks lengkapnya:
    Ya Allah kulo nyuwun
    Ibadah kulo istiqomah
    Ya Allah kulo nyuwun
    Pejah kulo husnul khotimah
    لااله الا الله الملك الحق المبين
    محمد رسول الله
    صدق الوعدالامن
    اللهم صلي على محمد شافع الانام
    واله وصحبه وسلم على دوام
    Ya Allah kulo nyuwun
    Ibadah kulo istiqomah
    Ya Allah kulo nyuwun
    Pejah kulo husnul khotimah
    Pejah kulo husnul khotimah
    Pejah kulo husnul khotimah.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Qasidah Sa'duna Fidunya - Sayyid Muhammad Bin Alawy AL Maliki
    Qasidah Sa'duna Fidunya karya Sayyid Muhammad Bin Alawy AL Maliki telah populer dan banyak dinyanyikan pecinta sholawat di Indonesia.
    Liriknya yang penuh makna, Qasidah Sa'duna Fidunya menjadi qasidah favorit salah satu ulama kharismatik di Indonesia, yaitu Syekh KH Maimoen Zubair Sarang (Mbah Maimoen).
    Qasidah ini juga merupakan istigasah atau memohonan pertolongan Allah SWT, dengan sebagai perantaranya Sayyidah Khadijah yang merupakan istri Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan putrinya Sayyidah Fatimah.
    سَعْدُنَا بِالدُّنْيَا ۞ فَوْزُنَا بِالْأُخْرَى
    ”Sa’duna Fiddunya, Fauzunaa Fil Ukhra”
    Kebahagiaan kami di Dunia. Keberuntungan kami di Akhirat
    بِخَدِيْجَةَ الْكُبْرَى ۞ وَفَاطِمَةَ الزَّهْرَا
    ”Bikhodijatal Kubro WafathimataL Zakhro”
    Dengan perantara Khodijah al Kubro. Dan Fathimah az Zahro
    سَعْدُنَا بِالدُّنْيَا ۞ فَوْزُنَا بِالْأُخْرَى
    ”Sa’duna Fiddunya, Fauzunaa Fil Ukhra”
    Kebahagiaan kami di Dunia. Keberuntungan kami di Akhirat
    بِخَدِيْجَةَ الْكُبْرَى ۞ وَفَاطِمَةَ الزَّهْرَا
    ”Bikhodijatal Kubro WafathimataL Zakhro”
    Dengan perantara Khodijah al Kubro. Dan Fathimah az Zahro
    يَا أُهَيْلَ الْمَعْرُوْف ۞ وَالْعَطَا وَالْمَأْلُوْف
    ”Yaa Uhailal Ma’ruf Wal Atooil Mauhub”
    Wahai pemilik kebaikan. Dan pemberian yang disukai
    غَارَةً لِلْمَلْهُوْف ۞ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى
    ”Gorotallil Malhuf Innakum bi Adraa”
    Berikanlah kepada orang yang berduka. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya
    يَا أُهَيْلَ الْمَعْرُوْف ۞ وَالْعَطَا وَالْمَأْلُوْف
    ”Yaa Uhailal Ma’ruf Wal Atooil Mauhub”
    Wahai pemilik kebaikan. Dan pemberian yang disukai
    غَارَةً لِلْمَلْهُوْف ۞ إِنَّكُمْ بِهْ أَدْرَى
    ”Gorotallil Malhuf Innakum bi Adraa”
    Berikanlah kepada orang yang berduka. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    7 min
  • Shalawat Fadhoilil Quran
    Shalawat Fadhoilil Quran
    Karya KH. Ahsin Sakho Muhammad
    Sholatullahi wa salam, ‘ala man uhiyal qur’an    2x
    Wa ahli baitihil kiram, wa shohbihi dzawil qur’an   2x
    Dengarkanlah kata Nabi, perintahnya kita turuti
    Sebaik-baik seorang abdi, belajar mengajar kitab suci
    Jika Anda akan membaca, ayat qur’an kapan saja
    Baca ta’awudz terlebih dulu, jangan biarkan itu berlalu
    Bacalah slalu bismillah, jika dari awal surah
    Selain Surah Baroah, karena tak ada sunnah
    Bacalah Qur’an dengan tartil, bacanya pelan sambil memikir
    Akan datang Malaikat Jibril, membawa rahmat bagi pedzikir
    Jika ada yang baca Qur’an, marilah sama mendengarkan
    Jika kita sama membaca, janganlah kita saling mencerca
    Orang mahir baca Al-qur’an, sama malaikatur-Rahman
    Orang sulit baca Al-qur’an, akan dapat dua ganjaran
    Siapa senang membaca Qur’an, pastilah dia dapat ganjaran
    Siapa senang bersimaan, dapat rahmat dari Yang Rahman
    Barang siapa yang hafal Qur’an, nilai-nilainya diamalkan
    Orang tuanya disematkan, mahkota indah yang berkilauan
    Jika selesai mengaji, tutuplah mushaf yang suci
    Benarkanlah sang Ilahi, tanda cinta yang abadi
    Itulah syair tentang Al-qur’an, kitab suci kita muliakan
    Meminta Allah Yang Maha Rahman, dapat syafa’atnya Al-Qur’an
    Sholatullahi wa salam, ‘ala man uhiyal qur’an    2x
    Wa ahli baitihil kiram, wa shohbihi dzawil qur’an   2x
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Al Fatihah - Irama Jiharkah
    Jiharka adalah jenis irama lagu yang memiliki karakteritik berirama raml atau minor, terkesan sangat manis didengar, dan iramanya menimbulkan perasaan yang dalam.
    Biasanya, jenis irama lagu  yang satu ini sering dilantunkan saat takbiran hari raya, baik ‘Idul Fitri maupun ‘Idul Adha.
    Awal lagu jiharkah biasanya sama dengan awal lagu sikah. Kemudian dilanjutkan dengan suara minor yang relatif lurus dan diikuti oleh nada yang sedikit lebih tinggi.
    Gerakan-gerakan yang sama sebelumnya tetap dijaga dan kemudian diakhiri dengan gerakan nada yang lurus secara wajar.
    Jiharka memiliki dua macam tingkatan nada yaitu jiharka awal maqom dan jiharka maqom jawab.
    Hukum membaca Al Qur’an dengan irama lagu memang dibolehkan dalam Islam karena dapat memperindah bacaan Al Qur’an.
    Bahkan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam pun menganjurkannya. Hal ini didasarkan hadits berikut.
    Dari al Barra radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda,
    “Hiasilah Al Qur’an dengan suaramu, karena sesungguhnya suara yang bagus akan menjadikan bacaan Al Qur’an bertambah bagus pula.” (HR. Al Hakim).
    Namun perlu dipahami pula bahwa membaca Al Qur’an dengan irama lagu haruslah tidak sampai mengubah dan merusak huruf dan makna Al Qur’an.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    2 min
  • Kumpulan Sholawat , Syiir dan Doa #1
    Kumpulan Sholawat , Syiir dan Doa #1
    1. Sholawat Masyisiyah
    2. Syiir Tanpo Waton
    3. Sholawat Basyairul Khoirot
    4. Sholawat Ibadallah Rijalallah
    5. Sholawat Asyghil
    6. Doa Khotmil Quran
    7. Kidung Wahyu Kolosebo
    8. Sholawat Badar
    9. Sholawat Nabi
    10. Sholawat Tarhim
    11. Sholawat Nariyah
    12. Sholawat Barzanji
    13. Sholawat Munjiyat
    14. Doa Selepas Sholat
    15. Kidung Wahyu Kolosebo - Versi Akustik
    16. Sholawat Hasbi Robbi
    17. Al Itiraf - Syair Doa Abu Nawas
    18. Sholawat Burdah
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    2 hr 3 min
  • Sholawat Burdah - Al Bushiri
    Burdah (Bahasa Arab: قصيدة البردة) merupakan suatu Qasidah (lagu-lagu) yang berisi syair tentang pujian/ sholawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.. Syair tsb diciptakan oleh Imam al Busiri dari Mesir. Di Indonesia, Burdah tsb sering dilantunkan terutama oleh kaum Nahdliyin.
    Qashidah Burdah memang selalu didengungkan oleh para pecintanya setiap saat. Di berbagai negeri Islam, baik di negeri-negeri Arab maupun ‘ajam (non-Arab), ada majelis-majelis khusus untuk pembacaan Burdah dan penjelasan bait-baitnya. Tak henti-hentinya muslimin di seluruh penjuru dunia menjadikannya sebagai luapan kerinduan pada Nabi. Burdah bukan sekadar karya. Ia dibaca karena keindahan kata-katanya. Dr. De Sacy, seorang ahli bahasa Arab di Universitas Sorbonne, Prancis, memujinya sebagai karya puisi terbaik sepanjang masa.
    Burdah tak hanya indah kata-katanya, tapi doa-doanya juga memberi manfaat pada jiwa. Karena itu tak mengherankan jika banyak ulama memberikan catatan khusus tentang Burdah, baik dalam bentuk syarah (komentar) maupun hasyiyah (catatan kaki atau catatan pinggir). Sangat banyak karya syarah atas Burdah yang tak diketahui lagi siapa pengarangnya.
    Pengarang qashidah Burdah ialah Al-Bushiri (610-695H/1213-1296 M). Nama lengkapnya Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri. Selain menulis Burdah, Al-Bushiri juga menulis beberapa qashidah lain. Di antaranya Al-Qashidah Al-Mudhariyah dan Al-Qashidah Al-Hamziyah.
    Al-Bushiri adalah keturunan Berber yang lahir di Dallas, Maroko, dan dibesarkan di Bushir, Mesir. Ia murid sufi besar Imam Asy-Syadzili dan penerusnya yang bernama Abul Abbas Al-Mursi, tokoh Tarekat Syadziliyah. Di bidang fiqih, Al-Bushiri menganut Madzhab Syafi‘i, madzhab fiqih mayoritas di Mesir.
    Di dalam qashidah Burdah diuraikan beberapa segi kehidupan Nabi Muhammad SAW, pujian terhadap dia, cinta kasih, doa-doa, pujian terhadap Al-Quran, Isra Mi’raj, jihad, tawasul, dan sebagainya. Dengan memaparkan kehidupan Nabi secara puitis, Al-Bushiri tidak saja telah menanamkan kecintaan umat Islam kepada nabinya, tetapi juga mengajarkan sastra, sejarah Islam, dan nilai-nilai moral, kepada kaum muslimin. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika qashidah Burdah senantiasa dibacakan di pesantren-pesantren salaf.
    Al-Burdah, menurut etimologi, banyak mengandung arti, antara lain baju (jubah) kebesaran khalifah yang menjadi salah satu atribut khalifah. Dengan atribut burdah ini, seorang khalifah bisa dibedakan dengan pejabat negara lainnya, temanteman, dan masyarakat pada umumnya. Burdah juga merupakan nama qashidah yang digubah oleh Ka‘ab bin Zuhair bin Abi Salma yang dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.Ada sebab-sebab khusus dikarangnya qashidah Burdah. Suatu ketika Al-Bushiri menderita sakit lumpuh sehingga tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Lalu dibuatnya syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi, dengan maksud memohon syafa’atnya. Di dalam tidurnya, ia mimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, kemudian dia melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke tubuh Al-Bushiri. Saat ia bangun dari mimpinya, seketika itu juga ia sembuh dari lumpuhnya.
    Al-Bushiri adalah seorang yang menjalani kehidupan sebagaimana layaknya para sufi, yang tercermin dalam kezuhudannya, ketekunannya beribadah, serta ketidaksukaannya pada kemewahan dan kemegahan duniawi. Di kalangan para sufi, ia termasuk dalam jajaran sufi besar. Sayyid Mahmud Faidh Al-Manufi menulis di dalam bukunya, Jawharat al-Awliya’, bahwa Al-Bushiri tetap konsisten dalam hidupnya sebagai seorang sufi sampai akhir hayatnya.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    6 min
  • Al I'tiraf (Sebuah Pengakuan) - Syair Doa Abu Nawas
    Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Oleh masyarakat luas Abu Nawas dikenal terutama karena kecerdasan dan kecerdikan dalam melontarkan kata-kata, sehingga banyak lahir anekdot jenaka yang sarat dengan hikmah
    Berikut ini salah satu karya besarnya sebagai seorang penyair: Al-I’tiraaf – Sebuah pengakuan.
    ِإِلهِي لََسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاَ# وَلاَ أَقوى عَلَى النّارِ الجَحِيم
    Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
    Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim
    فهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذنوبِي # فَإنّكَ غَافِرُ الذنْبِ العَظِيْم
    Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
    Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
    ذنوبِي مِثلُ أَعْدَادٍ الرّمَالِ # فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَاذَاالجَلاَل
    Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
    Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
    وَعُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذنْبِي زَائِدٌ كَيفَ احْتِمَالِي
    Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
    Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
    َإلهي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذنوبِ وَقَدْ دَعَاك
    Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
    Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu
    َفَإِنْ تَغْفِرْ فَأنْتَ لِذاك أَهْلٌ # فَإنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاك
    Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka
    Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    6 min
  • Sholawat Hasbi Robbi
    Berikut ini teks Sholawat Hasbi Robbi
    حَسْبِيْ رَبِّيْ جَلَّ اللهِ مَا فِی قَلْبِيْ غَيْرُ اللهِ عَلَی الْهَادِيْ صَلَّی اللهِ لَا إِلَهَ اِلَّا اللهِ
    Hasbi robbi jallallah, Maa fii qolbi ghoirullah, Alal hadi shollallah, Laa ilaha illallaah
    گيْفَ حَالِيْ يَاإِلَهِيْ لَيْسَ لِيْ خَيْرُ اْلعَمَلِ سُوْءُ أَعْمَالِی گثِيْرٌ زَادَ طَاعَاتِی قَلِيْلْ
    Kaifa haali yaa ilahi laisa li khoirul amali, Su-u a’mali katsirun zaada tha’ati qoliil
    إِمْحُ يَارَبِّ ذُنُوْبِيْ مِثْلَ رَمْلٍ لَاتُعَدْ وَاعْفُ عَنِّی کُلَّ ذَنْبِيْ وَاصْفَحِ الصَّفْحَ اْلَجمِيْلْ
    Imhu yaa robbi dzunuubii mitsla romlin laa tu’ad Wa’fu anni kulla dzanbii washfahish-shofhal jamiil
    أَنْتَ الشَّافِيْ أَنْتَ الْگافِی فِيْ مُهِمَّاتِ الْأُمُوْرْ أَنْتَ رَبِّيْ أَنْتَ حَسْبِی أَنْتَ لِی نِعْمَ الْوَکِيْلْ
    Antasy-syaafi antal kaafii fii muhimmaatil umuur, Anta robbi anta hasbi, Anta lii ni’mal wakiil
    عَافِنِی مِنْ کُلِّ دَاءٍ وَاقْضِ عَنِّى حَاجَتِی إِنَّنِی قَلْبًا سَقِيْمًا أَنْتَ مَنْ يَشْفِ الْعَلِيْلْ
    Afini min kulli daa-in waqdhi anni haajati, Innani qolban saqiimaan anta man yasyfil aliil
    لَا تُدَبِّرْ لَكَ أَمْرًا فَؤْلُوْا التَّدْبِيْرْ هَلْکًا سَلِّمِ الْأَمْرَ إِلَيْنَا نَحْنُ أَوْلَی بِكَ مِنْكَ
    Laa tudabbir laka amron fu’luut-tadbir halkan, Sallimil amro ilainaa nahnu awla bika minka
    حَسْبِيْ رَبِّیْ جَلَّ اللهِ مَابِقَلْبِیْ غَيْرُ اللهِ نُوْرْ مُحَمَّدْ صَلَّی اللهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهِ
    Hasbi robbi jallallah maa bi qolbi ghoirullah, Nuur Muhammad shollallaah Laailaahaillallah
    خَيْرُ مَنْ أَنْجَاهُ اللهِ اَلْمُشَفَعَ عِنْدَ اللهِ مَنْ بِهَ هَدَانَا اللهِ کُلُنَا لِدِيْنِ اللهِ
    Khoiru man anjahullah al-musyaffa indallah Man bihi hadanallaah kulluna lidiinillaah
    طَهَ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ وَاَبْهَی رَحْمَةِ اللهِ وَأَزْگی عِبَادَ اللهِ وَأَعْلَی مِنْ خَلْقِ اللهِ
    Thoha khoiru kholqillah wa abha rohmatillah, Wa azka ibadillah wa a’la min kholqillah
    قَاطِنًا فِی أَمْرِ اللهِ طَامِعًا فِی حُبِّ اللهِ عَاطِيًا مِنْ فَضْلِ اللهِ خَاتِمًا مِنْ رُسُلِ اللهِ
    Qathinaan fii amrillah thami’an fii hubbillah, Athiyan min fadhlillah khatiman min ruslillah
    خَاذِلًا عَدُوَ اللهِ مُبْطِلًا جُحَّادَ اللهِ دَافِعًا حِجَابَ اللهِ مُظْهِرًا أَيَادِ اللهِ
    Khadzilaan aduwwallah mubthilan juhhadallah, Dafi’aan hijaballah muzh-hiran ayadillah
    فَازَ مَنْ أَطَاعَ اللهِ عَامِلاً بِأَمْرِ اللهِ رَاجِيًا رَحْمَةَ اللهِ خَائِفًا عِقَابَ اللهِ
    Faaza man atha’allah amilan bi amrillah, Rajiyan rohmatallah kha-ifan iqaballah
    دَائِمًا فِی دِيْنِ اللهِ طَامِعًا فِی قُرْبِ اللهِ قَائِمًا بِذِکْرِ اللهِ عَلَيْهِ رَحْمَةُ اللهِ
    Da-imaan fii diinillah thami’an fii qurbillah, Qa-imaan bidzikrillah alayhi rohmatullah
    أَحْمَدْ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ مُحَمَّدْ مُخْتَارُ اللهِ مُحَمَّدْ حَبِيْبُ اللهِ إِبْرَاهِيْمِ خَلِيْلُ اللهِ
    Ahmad khoiru kholqillah Muhammad mukhtarullah, Muhammad habibullah ibrohim kholilullah
    مُوْسَی گلِيْمُ اللهِ وَعِيْسَی مَسِيْحُ اللهِ نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتُ اللهِ
    Musa kalimullah wa isa masihullah, Nuhun najiyyullah alaihim sholawatullah.
    فَاعْلَمُوْا عِبَادَ اللهِ أَنَّهُمْ أَعْزُّ مَاوَی اللهِ عَلَيْهِمْ سَلَامُ اللهِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
    Fa’lamu ibadallah annahum a’azzu mawallah, Alaihim salaamullah bidawami mulkillah
    عَلٰی طَهَ صَلَّی اللهِ وَگذَا سَلَامُ اللهِ عَلَی الْأَلِ صَلَّی اللهِ عَنِ الصَّحْبِ رَضِيَ اللهِ
    Ala Thaha shallallaah wa kadza salaamullah, Alal ali shollallaah anish-shohbi radhiyallaah.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    4 min
  • Kidung Wahyu Kolosebo - Versi Akustik
    Kidung wahyu kolosebo merupakan sya’ir yang diciptakan oleh Sri Narendra Kalaseba pada waktu ia berusia 23 tahun. Syair tersebut ia tulis selama 9 tahun di era modern. Uniknya syair ini malah banyak dikenal oleh masyarakat hasil dari ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga, padahal bukan. Sya’ir ini berisikan ajaran-ajaran agama islam untuk menghilangkan hawa nafsu dan selalu mendekat dengan Allah SWT.
    Dari segi arti kidung wahyu kolosebo yaitu petunjuk bagi manusia untuk menuju kepada sang Maha Kuasa. Maka dari itu sya’ir atau kidung ini memiliki semangat spiritualisme islam yang tinggi, dibalut dengan nuansa mistisme Jawa.
    Kidung wahyu kolosebo ini berisikan arahan dan tuntunan bagi umat manusia yang mencari jalan menuju Sang Maha Kuasa. Inilah lirik dan arti dari Kidung wahyu kolosebo:
    Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro
    Kujaga diri dari perbuatan nista dan sesuka hati
    Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro
    Dengan mengendalikan hawa, hawa nafsu angkara
    Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda
    Meski setan bergentayangan, selalu membuat godaan
    Hinggo pupusing jaman
    Sampai akhir zaman
    Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko
    Sekuat tenaga saya memadamkan api, bisanya kemurkaan
    Maper hardening ponco, saben ulesing netro
    Mengendalikan lima indera dalam setiap kedipan mata
    Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan
    Dilandasi rasa welas asih Sang Pemberi Kemuliaan
    Sang Hyang Jati Pengeran
    Sang Maha Sejati Tuhan
    Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku
    Bertahta di kalbu, samudera penuntun perbuatan
    Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi
    Menuju kepada Tuhan, Dzat yang tidak ada asalnya
    Manunggaling kawulo Gusti, krenteg ati bakal dumadi
    Menyatunya hamba dengan Tuhan, kehendak hati akan terjadi
    Mukti ingsun, tanpo piranti
    Saya jaya, tanpa perantara
    Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito
    Menyebar ke jiwa madu sarinya perwita
    Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno
    Aneka warna prada, membangun diri yang sempurna (Prodo adalah guratan tinta emas pada kain batik)
    Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno
    Kesialan pasti musnah, musibah malapetaka nyata hilang
    Tyasing roso mardiko …
    Timbullah rasa merdeka
    Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo
    Semoga dengan ucapan pusaka kalimat syahadat
    Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo
    Benar-benar jadi mustika di dalam jiwa raga
    Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono
    Beruntung mulia waskita, digdaya dan berwibawa
    Byar manjing sigro-sigro
    Byar terwujud gilang-gemilang
    Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh
    Sakti tua utuh, tidak bisa diteluh (disantet)
    Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah
    Gagah riang gembira, merekah di sepanjang waktu
    Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko
    Kesatria tata sembara, wiratama seperti seribu bintang
    Kataman wahyu … Kolosebo
    Tertimpa (mendapatkan) wahyu kalaseba
    Memuji ingsun kanthi suwito linuhung
    Saya memuji dengan menghadap maha tinggi
    Segoro gando arum, suhrep dupo kumelun
    Laut berbau harum seperti dupa semerbak. Tinulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur
    Mengolah niat saya, mengidung (melantunkan) sabda (kata-kata) yang luhur
    Titahing Sang Hyang Agung
    Perintahnya Sang Maha Agung
    Rembesing tresno, tondho luhing netro roso
    Merembesnya kasih sayang, pertanda air mata rasa
    Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci
    Rasa perasaan hati, seperti air yang suci
    Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang
    Diwujudkan japa mantra, hebat jadi penerang
    Palilahing Sang Hyang Wenang
    Ridhonya Sang Maha Berwenang
    Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono
    Sembilan wujud dewa, tali kekuatan dunia (semesta)
    Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo
    Abadi memuji di singgasana surga
    Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono
    Sang Raja Kolosebo, diwisuda di angkasa
    Datan gingsir .. sewu warso
    Tidak akan tenggelam ..seribu tahun
    Demikianlah syair dan makna dari kidung wahyu kolosebo. Sejatinya kidung ini syarat akan pesan-pesan, harapan dan doa secara spiritual yang dibalut dengan nilai-nilai religius.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    6 min
  • Doa Selepas Sholat
    Selepas selesai menunaikan solat fardhu, amat digalakkan kita melakukan ucap tasbih, tahmid dan takbir serta istigfar.
    Adalah kurang elok jika selepas selesai solat, kita terus bangun dan beredar tanpa diikuti wirid dan doa.
    Biasanya selepas habis sembahyang kita disunatkan untuk bertasbih dan lain-lain untuk memenuhi anjuran Nabi Muhammad SAW.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    10 min

About Andarula

From the publisher's feed

Hidup hanya sekali, nikmatilah dengan penuh syukur kepada-Nya.