Andarula

Andarula

By AndarulaMusic
Download on the App Store

Andarula episodes

  • Sholawat Munjiyat - Syekh As-Shalih Musa Ad-Dharir
    Sholawat Munjiyat - Syekh As-Shalih Musa Ad-Dharir.
    Adapun lafal Shalawat Munjiyat secara lengkap adalah sebagaimana berikut:
    اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
    Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât
    “Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    2 min
  • Sholawat Barzanji - Ja’far Al-Barzanji
    Barzanji merupakan kitab yang berisikan tentang kisah perjalanan Rasullulah, pujian-pujian kepadanya, serta doa-doa. Bagi umat nahdiyin barzanji bukan lagi hal yang asing, tidak hanya dibaca ketika perayaan hari lahir Nabi saja, tetapi juga dijadikan rutinan setiap malam Jumat oleh sebagain besar umat nahdiyyin. Dinamakan Al-Barjanzy karena dinisbahkan kepada nama desa pengarang yang terletak di Barjanziyah kawasan Akrad (kurdistan).
    Kitab tersebut nama aslinya ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) sebagian ulama menyatakan bahwa nama karangannya adalah I’qdul Jawhar fi mawlid an Nabiyyil Azhar, yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.
    Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlak, peperangan hingga wafatnya.
    Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan junjungan Nabi SAW.
    Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan, dan kesalihannya.
    Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah.
    Garis keturuanannya dengan Nabi Muhammad memlalui jalur Sayyid Husain, Sayyid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Syed ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Syed ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a. dan Sayidatina Fatimah binti Rasulullah SAW.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Sholawat Nariyah
    Sholawat nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh ini hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketaiuhidan.
    Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam menyampaikan wahyu Allah SWT, mengajarkan tentang Islam, amal sholeh dan akhlakul kharimah sehingga Syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk Nabi. Doa-doa yang menyertakan Nabi biasanya disebut sholawat dan Syekh Nariyah adalah salah satu penyusun sholawat Nabi yang disebut Shlawat Nariyah.
    Suatu malam, Syekh Nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad SAW dan meminta dimasukkan surga pertama kali bersama Nabi, dan Nabi pun mengiyakan.
    Ada seorang sahabat yang cemburu dan lantas meminta didoakan yang sama seperti Syekh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa karena Syekh Nariyah sudah meminta terlebih dahulu.
    Mengapa sahabat itu ditolak Nabi? Dan justru Syekh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syekh Nariyah, yaitu mendoakan Nabi Muhammad SAW yang hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabi-Nya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dnegan keberkahan yang sangat kuat.
    Jadi Nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa Nabi malah didoakan oleh ummatnya? Untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah SWT jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih diijabah daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Sholawat Tarhim
    Shalawat Tarhim adalah doa pujian bacaan seruan selawat yang dikumandangkan beberapa waktu sebelum adzan menjelang Salat Subuh.
    Pada pagi hari menjelang waktu sholat subuh kita seluruh masyarakat Muslim di Indonesia tentu sudah tak asing lagi dengan bacaan tarhim. Shalawat tarhim ini sangat melegenda di tanah air dan menjadi lantunan shalawat yang menemani pagi hari kita setiap harinya terutama di bulan Ramadhan pada waktu sahur dan imsak. Alunan sholawat tarhim ini sangat enak didengar, merdu dan menyentuh hati. Membuat pendengarnya terbangun dan semangat dalam menjalankan ibadah shalat Subuh.
    Dahulu shalawat tahrim ini diperdengarkan di hampir seluruh masjid dan mushalla di tanah air terutama di wilayah Jawa Timur. meski kini intensitasnya tidak seperti dulu, namun shalawat tarhim ini masih sering diperdengarkan selagi menunggu waktu subuh tiba atau sesaat sebelum adzan dikumandangkan. Tak heran memang mengingat bait dan syairnya mengandung makna yang dalam.
    Shalawat ini pertama kali dipopulerkan di Indonesia melalui Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), Surabaya pada akhir tahun 1960an. Penciptanya adalah Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir.
    تـرحيم
     الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ
    • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ
    • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ
    • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ
    ۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ
    وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ
     وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ ۞
    يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ ۞
    صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ۞
    Sholawat Tarhim Teks Latin
    Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
    Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
    Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
    Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
    Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
    Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
    Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
    Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
    Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
    Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
    Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm
    Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
    Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    7 min
  • Sholawat Nabi - Versi Masjid dan Mushollah
    Membaca shalawat adalah salah satu amalan dan penghargaan kita kepada Rasulullah SAW. Sebagai umat Rasul SAW tentu kita tak asing lagi dengan amalan membaca shalawat, bahkan di masa sekarang membaca shalawat tidak hanya amalan yang bernilai pahala, tapi juga sudah mulai menjadi budaya dan perlombaan.   Bagaimana sejarah dan asal muasal shalawat. Mengapa shalawat bisa menjadi seterkenal dan membudaya seperti sekarang?   Membahas sejarah shalawat tentu tidak bisa terlepas dari Surat Al-Ahzab ayat 56:   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا   Artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”   Sebab turunnya ayat ini bisa dibilang menjadi sejarah shalawat kepada Rasul SAW. Sebab, At-Thabari menyebutkan bahwa setelah ayat ini turun, ada seorang sahabat yang bertanya terkait bunyi shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasul SAW menyebutkan shalawat Ibrahimiyah, sebagaimana yang biasa kita baca pada tasyahud akhir saat shalat.   Ayat tersebut oleh At-Thabari memerintahkan orang-orang yang beriman untuk mendoakan Rasul SAW dan keselamatannya, (Lihat Ibnu Jarir At-Thabari, Jāmiʽul Bayān fi Ta’wīlil Qur’ān, [Beirut, Muassasatur Risālah: 2000], juz XX, halaman 320).   Terkait kapan shalawat itu diwajibkan kepada Rasul SAW, merujuk pada turunnya ayat tersebut kepada Rasul SAW, perintah shalawat tersebut diturunkan pada bulan Syaban pada tahun kedua Hijriyah.   Oleh Abu Dzar Al-Harawī, inilah yang disebut bulan Syaban sebagai bulan shalawat, (Lihat Muḥammad ibn ʽAbdur Rahmān As-Sakhawi, Al-Qaulul Bādiʽ fis Ṣhalāh ʽalal Ḥabībis Syāfiʽ, [Madinah, Muassasatur Rayyān: 2002 M], halaman 92).   Secara lebih lanjut As-Suyuṭī menjelaskan bahwa shalawat sebenarnya sudah ada sejak masa Nabi Musa AS dan kaumnya, Bani Isra’il. Saat itu Bani Isra’il bertanya kepada Nabi Musa AS, terkait apakah Allah SWT bershalawat kepada makhluk-Nya. Mendengar pertanyaan dari kaumnya tersebut, Nabi Musa AS kemudian berdoa dan meminta jawaban kepada Allah SWT. Allah SWT pun menjawab pertanyaan Nabi Musa AS. Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa AS.   يَا ُموسَى إِنْ سَأَلُوْكَ هَلْ يُصَلِّي رَبُّكَ؟ فَقُلْ : نَعَمْ . أَنَا أُصَلِّي وَمَلَائِكَتِي عَلَى أَنْبِيَائِي وَرُسُلِي   Artinya, “Wahai Musa AS, sungguh kaum Bani Israil bertanya kepadamu, apakah Tuhanmu bershalawat kepada makhluk-Nya? Jawablah, ‘Iya. Aku dan juga para malaikatku bershalawat kepada para nabi dan rasul-Ku,’” (Lihat Jalaludin As-Suyuthi, Ad-Durārul Mantsūr, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], juz VIII, halaman 197).   Kemudian turunlah Surat Al-Ahzab di atas. As-Suyūṭī menambahkan bahwa setelah turun ayat tersebut, kaum Bani Israil tersebut kemudian bahagia dan memujinya.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Sholawat Badar - KH. Ali Mansur Siddiq
    Shalawat Badar berisi pujian-pujian kepada Rasulullah SAW. dan Ahli Badar (para sahabat yang mati syahid dalam perang Badar). Berbentuk syair, dan dinyanyikan dengan lagu khas. Shalawat ini digubah oleh Kiai Ali Mansur, salah seorang cucu dari KH. Muhammad Shiddiq Jember, pada tahun 1960. Kiai Ali Mansur saat itu menjabat kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi, sekaligus menjadi ketua PCNU di tempat yang sama. Proses terciptanya shalawat ini penuh dengan misteri dan teka-teki.
    KH. Ali Mansur Siddiq terinspirasi dari sebuah kitab yang berjudul Mandzumah Ahl al-Badar al-Musamma Jaliyyat al-Kadar fi Fadhail Ahl al-Badar karya al-Imam as-Sayyid Ja’far al-Barzanji. Dan sebelum menulis syair shalawat Badar Kiai Ali bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih bersorban hijau.
    Pada suatu malam, Kiai Ali tidak bisa tidur. Sambil terus merenung, Kiai Ali terus memainkan penanya di atas kertas, menulis syair-syair dalam Bahasa Arab. Dia memang dikenal mahir membuat syair sejak masih belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri. Kegelisahaan Kiai Ali berbaur dengan rasa heran, karena malam sebelumnya dia bermimpi didatangi para habib berjubah putih-hijau. Semakin mengherankan lagi, karena pada saat yang sama istrinya mimpi bertemu Rasulullah Saw.
    Keesokan harinya mimpi itu ditanyakan pada Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi. Habib Hadi menjawab, “Ya Akhiy, itu Ahli Badar!” Kedua mimpi aneh dan terjadi secara bersamaan itulah yang mendorong dirinya menulis syair, yang kemudian dikenal dengan Shalawat Badar.
    Keheranan muncul lagi karena keesokan harinya banyak tetangga yang datang ke rumahnya sambil membawa beras, daging dan lain sebagainya, layaknya akan mendatangi orang yang akan punya hajat mantu. Mereka bercerita, bahwa pada pagi-pagi buta pintu rumah mereka didatangi orang berjubah putih yang memberitahukan di rumah Kiai Ali Mansur akan ada kegiatan besar. Mereka diminta membatu. Maka mereka pun membantu sesuai dengan kemampuannya.
    “Siapa orang yang berjubah putih itu?” pertanyaan itu terus mengiang dalam benak Kiai Ali tanpa jawab. Namun malam itu banyak orang bekerja di dapur untuk menyambut kedatangan tamu, yang mereka sendiri tidak tahu siapa, dari mana dan untuk apa.
    Pagi-pagi sekali menjelang matahari terbit, serombongan habaib berjubah putih-hijau dipimpin Habib Ali bin Abdurrrahman al-Habysi dari Kwitang, Jakarta, datang ke rumah Kiai Ali Mansur. “Alhamdulillah…” ucap Kiai Ali ketika melihat rombongan yang datang adalah para habib yang sangat dihormati keluarganya.
    Setelah berbincang basa-basi sebagai pengantar, Habib Ali menanyakan topik yang tidak diduga Kiai Ali, “Ya Akhiy, mana syair yang Ente buat kemarin? Tolong Ente bacakan dan lagukan di hadapan kami-kami ini!”
    Tentu saja Kiai Ali terkejut, sebab Habib Ali tahu apa yang dikerjakannya semalam. Namun ia memaklumi, mungkin itulah karomah yang diberikan Allah kepadanya. Sebab dalam dunia kewalian, pemandangan seperti itu bukanlah perkara yang aneh dan perlu dicurigai. Segera saja Kiai Ali mengambil kertas yang berisi shalawat Badar hasil gubahannya semalam, lalu melagukannya di hadapan mereka. Kiai Ali juga memiliki suara yang bagus. Di tengah alunan suara shalawat Badar itu para habib mendengarkannya dengan khusyuk. Tak lama kemudian mereka meneteskan air mata karena haru.
    Selesai mendengarkan shalawat Badar yang dikumandangkan Kiai Ali Mansur, Habib Ali segera bangkit. “Ya Akhiy! Mari kita perangi genjer-genjer PKI itu dengan shalawat Badar!” serunya bernada mantap. Sejak saat itu terkenalah shalawat Badar sebagai bacaan warga NU untuk membangkitkan semangat.
    Setelah itu Habib Ali al-Habsyi dalam setiap awal majelisnya membacakan shalawat Badar dan meminta kepada para muridnya untuk mencetak teks shalawat tersebut dan dibagikan kepada para jamaahnya. Dicetak pertama kali di Percetakan Alaydrus Jakarta. Dan hingga saat ini sholawat Badar berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat Jakarta, Jawa, dan seluruh Nusantara bahkan penjuru Dunia.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Kidung Wahyu Kolosebo - Sri Narendra Kalaseba
    Kidung wahyu kolosebo merupakan sya’ir yang diciptakan oleh Sri Narendra Kalaseba pada waktu ia berusia 23 tahun. Syair tersebut ia tulis selama 9 tahun di era modern. Uniknya syair ini malah banyak dikenal oleh masyarakat hasil dari ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga, padahal bukan. Sya’ir ini berisikan ajaran-ajaran agama islam untuk menghilangkan hawa nafsu dan selalu mendekat dengan Allah SWT.
    Dari segi arti kidung wahyu kolosebo yaitu petunjuk bagi manusia untuk menuju kepada sang Maha Kuasa. Maka dari itu sya’ir atau kidung ini memiliki semangat spiritualisme islam yang tinggi, dibalut dengan nuansa mistisme Jawa.
    Kidung wahyu kolosebo ini berisikan arahan dan tuntunan bagi umat manusia yang mencari jalan menuju Sang Maha Kuasa. Inilah lirik dan arti dari Kidung wahyu kolosebo:
    Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro
    Kujaga diri dari perbuatan nista dan sesuka hati
    Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro
    Dengan mengendalikan hawa, hawa nafsu angkara
    Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda
    Meski setan bergentayangan, selalu membuat godaan
    Hinggo pupusing jaman
    Sampai akhir zaman
    Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko
    Sekuat tenaga saya memadamkan api, bisanya kemurkaan
    Maper hardening ponco, saben ulesing netro
    Mengendalikan lima indera dalam setiap kedipan mata
    Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan
    Dilandasi rasa welas asih Sang Pemberi Kemuliaan
    Sang Hyang Jati Pengeran
    Sang Maha Sejati Tuhan
    Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku
    Bertahta di kalbu, samudera penuntun perbuatan
    Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi
    Menuju kepada Tuhan, Dzat yang tidak ada asalnya
    Manunggaling kawulo Gusti, krenteg ati bakal dumadi
    Menyatunya hamba dengan Tuhan, kehendak hati akan terjadi
    Mukti ingsun, tanpo piranti
    Saya jaya, tanpa perantara
    Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito
    Menyebar ke jiwa madu sarinya perwita
    Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno
    Aneka warna prada, membangun diri yang sempurna (Prodo adalah guratan tinta emas pada kain batik)
    Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno
    Kesialan pasti musnah, musibah malapetaka nyata hilang
    Tyasing roso mardiko …
    Timbullah rasa merdeka
    Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo
    Semoga dengan ucapan pusaka kalimat syahadat
    Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo
    Benar-benar jadi mustika di dalam jiwa raga
    Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono
    Beruntung mulia waskita, digdaya dan berwibawa
    Byar manjing sigro-sigro
    Byar terwujud gilang-gemilang
    Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh
    Sakti tua utuh, tidak bisa diteluh (disantet)
    Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah
    Gagah riang gembira, merekah di sepanjang waktu
    Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko
    Kesatria tata sembara, wiratama seperti seribu bintang
    Kataman wahyu … Kolosebo
    Tertimpa (mendapatkan) wahyu kalaseba
    Memuji ingsun kanthi suwito linuhung
    Saya memuji dengan menghadap maha tinggi
    Segoro gando arum, suhrep dupo kumelun
    Laut berbau harum seperti dupa semerbak. Tinulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur
    Mengolah niat saya, mengidung (melantunkan) sabda (kata-kata) yang luhur
    Titahing Sang Hyang Agung
    Perintahnya Sang Maha Agung
    Rembesing tresno, tondho luhing netro roso
    Merembesnya kasih sayang, pertanda air mata rasa
    Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci
    Rasa perasaan hati, seperti air yang suci
    Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang
    Diwujudkan japa mantra, hebat jadi penerang
    Palilahing Sang Hyang Wenang
    Ridhonya Sang Maha Berwenang
    Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono
    Sembilan wujud dewa, tali kekuatan dunia (semesta)
    Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo
    Abadi memuji di singgasana surga
    Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono
    Sang Raja Kolosebo, diwisuda di angkasa
    Datan gingsir .. sewu warso
    Tidak akan tenggelam ..seribu tahun
    Demikianlah syair dan makna dari kidung wahyu kolosebo. Sejatinya kidung ini syarat akan pesan-pesan, harapan dan doa secara spiritual yang dibalut dengan nilai-nilai religius.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    7 min
  • Allahummaarhamna Bil Qur'an - Doa Khatam Al-Qur'an
    Al Qur'an merupakan kitab suci umat muslim, dan menjadi pedoman bagi muslim di seluruh dunia. Membaca Al Qur'an memiliki sejumlah keutamaan. Tak sedikit orang yang berusaha mengkhatamkan Al Qur'an, lalu membaca doa khatam Al Qur'an.
    Namun sejumlah ulama menyebut tak menemukan dalil berupa hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkait doa khatam Quran. Dari para sahabat pun tak ada riwayat yang mengajarkan doa khatam Al Qur'an.
    Dikutip dari Kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al Ghazali halaman 579, Hudzfah menceritakan, pernah suatu ketika dia sholat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Selesai sholat dan membaca Al Quran disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa yang kemudian disebut sebagai doa khatam Al Qur'an. Ada pun bacaannya adalah sebagai berikut:
    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
    Lafaz-latin : Allhummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrofannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin.
    Artinya : "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam."
    Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Manshur al-Muzhaffar ibn al-Husain al-Dhahak dalam al-Syama'il. Keduanya dari jalur Abu Dzar al-Harawi dari riwayat Dawud ibn Qais. Namun status hadisnya mu'dhal, yakni pada sanadnya ada dua rawi yang jatuh (terputus) secara berurutan. Sehingga hadits ini termasuk dengan sanad lemah.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    5 min
  • Sholawat Asyghil
    Sholawat Asyghil pertama kali dibaca oleh Al Imam Ja’far Ash-Shodiq (wafat 138 H). Beliau lazim membaca sholawat ini ketika membaca doa qunut sholat subuh. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umayyah dan awal era Dinasti Abbasiyyah yang kala itu penuh intrik serta konflik politik.
    Namun, sejarah juga menyebutkan bahwa sholawat populer dengan sebutan Sholawat Habib Ahmad bin Umar Al-Hinduan Ba 'Alawy (wafat 1122 H). Musbabanya, Sholawat Asyghil ini termasuk sighat sholawat yang dihimpun dalam kitab Habib Ahmad bin Umar yaitu Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah.
    Adapun bacaan Sholawat Asyghil adalah sebagai berikut:
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
    (Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa asyghilizh zholimin bidz zholimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in).
    Arttnya: “Ya Allah, berikanlah sholawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah sholawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau,”.
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    4 min
  • Sholawat Ibadalallah Rijalallah
    Lantunan 'Ibadallah merupakan Karya Ali Zainal Abidin (Cicit Rosulullah SAW).
    Sholawat Ibadallah Rijalallah lirik dan artinya
    عِبــَادَ اللهِ رِجَــالَ اللهِ أَغِيْثُـنَـا لِأَجْـلِ اللهِ
    ‘Ibadallah Rijalallah Aghitsuna li ajlillah .…Li Ajlillah
    Wahai Hamba hamba Allah, Wahai wali-wali Allah. Tolonglah kami karena Allah
    وَكُـونُـواأَوْلَـنــــَا لِلّهِ عَـسـَى نَخْـــطَى بِـفَضْـــــلِ للهِ
    Wakuunu Aulaana Lillaah Asaa Nakhtoo Bifadhlillah
    Bantulah kami karena Allah, Semoga tercapai hajat kami karena anugerah Allah
    وَيَـاأَقْـــطَابُ وَيـَاأ نْجَـــاب وَيَـاسَادَ اتُ ويَـاأَحْبَــابُ
    Wa Yaa Aqthoob Wa Yaa Anjab Wa yaa Saadat Wayaa Ahbab … Waya Ahbaab
    Wahai para wali qutub, wahai para wali yang dermawan, wahai para sayyid dan habaib (keturunan Rasulullah saw.)
    وَأَنْــتُمْ يـــَاأُلِى اْلأَ لْبَـــــاب تَـعَـالَـوْوَانـْصُـــرُوْا لِلّهِ
    Wa Antum Yaa ulil Albab Ta’aa Lau Wan surru Lillah
    Wahai para wali yang memiliki akal sempurna, engkau adalah penolong, penyantun, datanglah kemari, tolonglah karena Allah
    سَـــأَ لْنَــــاكُــمْ سَـأَلْنَـــاُكْــم وَلِلـزُّلــْفَ رَجَوْنَكُـمْ
    Sa-alnakum sa-alnakum Wali Zulfaa Rojaunakum…..Rojaunakum
    Dengan perantaraan engkau kami memohon, dengan perantaraan engkau kami memohon dengan mengharapkan do’amu kami dekat dengan Allah
    وَفِيْ أَمْـرٍقَـصَــدْ نَـاكُــمْ فَـشـُــدُّوْا عَـزْمـَــكُــمْ لِلّهِ
    Wa Fii Amrin Qoshadnaakum Faa Syudduuu “azmakum Lillah
    Dengan maksud perantaraan engkau, untuk tercapai urusan kami, karenanya kokohkanlah tujuan kami karena Allah.
    فَـيَـــارَبِّيْ بِسَــادَاتِ تَحَـقَّـــقْــلِيْ إِشَــــارَتِي
    Faa Yaa Robbii Bi Saadaati Tahaqqoqliii Isyaarotii ……Isyarotii
    Wahai tuhan kami, dengan perantaraan tuan-tuan yang menjadi wali, kokohkanlah petunjuk-Mu kepada kami.
    عَـسىَ تَـأْ تِيْ بِشَـــــــارَةِ وَيَــصْـــفُ وَقْـــتُـــــنَا لِلّهِ
    ‘Asaa Ta’tii Bi Syaarooti Wa Yashfu Waqtuna Lillah
    Semoga lekas datang kebahagiaan kami, semoga waktu kami bersih untuk beribadah karena Allah
    بِكَشْفِ الْحَجْبِ عَنْ عَـيْـنِ وَرَفْــــعِ اْلبَــْيــنِ مِنْ بَـــيْنٍ
    Bi Kasyfil Hajbi “an ‘aini Wa Rof’il Baini Mim Bainin ..….Mimbainin
    Dengan terbukanya tirai penutup dari mata kami dan hilangkan penghalang antara kami dan Allah.
    وَطَـمْـسِى اْلكَيْــفِ وَاْلعَيـْنِ بِـنُـوْرِالْـوَجْــهِ يـَا اَللهُ
    Wa Thomsil Kaifa Wal Aini Binuuril Wajhi Yaa Allah
    Dan terhapusnya keraguan, bagaimana Allah dan dimana Allah dengan cahaya Dzat Engkau Ya Allah.
    صَــلَاةُ اللهِ مَـوْلَـنَـــــا عَلىَ مَنْ بـِالهُـدَى جَنَــا
    Wahai tuhan kami, semoga kesejahteraan Allah dilimpahkan kepada orang yang datang dengan membawa petunjuk kepada kami.
    وَمَنْ بِاْلحَـــقِّ أَوْلَـنــَـــا شَـفِـيْـــــعِ اْلخـَـلْــقِ عِنْـــدَ الله
    Wa Man Bil Haqqi Aulaana Syafii-‘il Kholqi ‘Indaullah
    Yaitu nabi Muhammad, yang memberikan Islam sebagai agma kami, dan memberi syafaat kepada para makhluk disisi Allah.
    Qasidah Ibadalallah Rijalallah
    ---
    Support this podcast: https://anchor.fm/andarula/support
    17 min

About Andarula

From the publisher's feed

Hidup hanya sekali, nikmatilah dengan penuh syukur kepada-Nya.