Anjani Ridho

Anjani Ridho

By Anjani RidhoComedyImprov
Download on the App Store

Anjani Ridho episodes

  • Daluang 1: Labuh
    Labuh jeung labuh téh alus pikeun dijadikeun cukang lantaran diajar nataran kahirupan. Labuh jeung labuh pikeun apal jeung bisa ngungkulan sagala hal anu bakal kapanggih dina kahirupan ka hareupna.
    6 min
  • Kahirupan 2: Warung Kopi ti Bihari ka Kiwari
    Obrolan atawa paguneman warung kopi ngaguar rupaning pasualan ti mimiti politik, ekonomi, kadeudeuh, jeung pasualan sosial séjénna. Bener, budaya gosip disebutna. Sagala rupa diobrolkeun, cindekna, ngobrol henteu sabari ngopi asa hambar jeung cawérang. Tapi ku kahirupan ayeuna, paguneman di warung kopi bisa ngawujud jadi kamandang gedé, opini publik, malah aturan jeung undang-undang ogé aya anu kaluar kusabab dimimitian tina obrolan di warung kopi.
    6 min
  • Pamali 1: Ulah Ngadahar Cau Pangsisina
    Cenah anu ngalantarankeun budak teu meunang ngadahar cau pangsisina téh ku sabab gedéna téa. Lamun budak ngadahar cau pangsisina, atuh kolot téh bakal kabagéan cau anu leutik. Da cau anu panggedéna geus didahar ku budak.
    4 min
  • Kereta cepat, (b)untung?!
    buat kalian yg kesel dengernya, ayo, bantah dgn angka, data, fakta, argumen, logika setara, jangan cuma pakai perasaan. apalagi cuma pakai emosi.
    7 min
  • Comeback dari 'Overthinking' yang Enggak Penting
    Overthinking adalah salah satu ujian bagi orang iman, dan Allah sedang menunggu comeback kita dari perasaan yang berlarut-larut itu.
    “Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahan, hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan kesalahannya.” (HR. Bukhari).
    Maka, daripada overthinking urusan dunia yang nilainya kecil, mari mengganti overthinking kita dengan sesuatu yang nilainya lebih besar, yaitu memikirkan surga. Mulailah memilah prioritas apa yang perlu kita pikirkan dalam-dalam. Apakah overthinking memikirkan penilaian orang lain itu worth it?
    Lebih baik kita overthinking memikirkan antara umur sudah berapa, amalan sudah berapa, ilmu sudah berapa, yang diamalkan sudah berapa?
    7 min
  • Insecure?
    Berhenti membandingkan diri sendiri dengan diri orang lain yang tidak akan ada habisnya. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki. Karena, apa yang kita miliki belum tentu di miliki orang lain. Belajar untuk percaya diri dan mencintai diri sendiri. Carilah lingkungan yang bisa mengahargai segala perbedaan yang ada dalam diri kita. Sesunguhnya Allah menciptakan manusia pasti ada kelebihan dan kekurangan msaing-masing. Jadikan idola sebagai rasa untuk mencintai diri sendiri dan untuk menabahkan percaya diri. Bukan untuk membandingkan diri kita dengan mereka. Berhenti membuat standar kecantikan dan standar lainnya atas diri sendiri demi di akui oleh lingkungan sekitar. “no matter who you are, where you’re from,your skin colour, gender identity: Speak Youself”.
    8 min
  • Bila Cara Mati Boleh Dipilih
    Manusia itu mati sebagaimana dia hidup, begitu peribahasa arab yang terkenal. Akhir itu biasanya konsisten dengan awalnya.
    Karena mati bukan pilihan, maka kita semua pasti akan berpulang, yang beda hanya jadwal keberangkatan. Kuncinya adalah bagaimana menghadirkan rasa, bahwa aktivitas yang kita lakukan itu sangat bisa jadi aktivitas yang terakhir, dan bila itu yang terakhir, apa yang kita ingin persembahkan?
    Cara paling ampuh mengingatkan hamba, memang dengan menghadirkan kematian di depan mata. Tapi, bila itu saja tak membuat kita sadar dan belajar, mungkin tidak ada cara lain lagi yang bisa membuat kita bersiap dan berbekal. Allahummaghfirlana..
    3 min

About Anjani Ridho

From the publisher's feed

Ngagurat, natrat, sumirat.