
Sign up to save your podcasts
Or


Sebab aku mencintaimu, aku tidak pernah berhenti untuk mendoakanmu. Tak perlu sempurna, sebab hadirmu saja sudah cukup membuat bahagia semesta beserta isinya. Tidak perlu selamanya, cukup sampai tutup usia. Kita lewati susah senang bersama, menitipkan rasa pada renjana. Rasa ini tidak akan kadaluarsa, sebab aku mencintaimu tanpa karena.
Maka mari kita rayakan sedikit patah hati dengan nyala kembang api di langit malam, meski turun hujan terus mengalir di dalam matamu, dan melarungkan luka ke tempat persembunyian paling menakutkan. Kita sebut itu kenangan, yang kini kita rasakan hanya membuat sesak di dada menjadi berlebihan dan mengantarkan air dari mata untuk terus berjatuhan.
Kali ini aku akan membantu menjawab dari kebingungan orang-orang tentang patah hati, tentang semua perjuangan yang harus sepaket dengan luka. Dengarkan dan semoga kamu bisa terbantu dengan pertanyaan-pertanyaan ini.
From the publisher's feed