
Sign up to save your podcasts
Or


Sebuah Puisi
JENDELA PERPUSTAKAAN
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
Footage & Song:
Official Video Clip MV & Song By Hindia - Let Down
Link: https://youtu.be/pbZSXewoF8M?si=WfeBuw6MnKJF5Md0
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #puisi#poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja #letdown #hindia #baskaraputra @bukanwordfangs
Sebuah Puisi
PAMERAN FOTO KELUARGA
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
Footage & Song:
Official Video Clip MV & Song By Hindia - Satu Hari Lagi
Link: https://youtu.be/p7XaqH8ptm0?si=6v4v35krWc-w-NYW
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra#puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja #satuharilagi #hindia #baskaraputra
Sebuah Puisi
MENJADI TAMU
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
Footage & Song:
Official Video Clip MV & Song By Kunto Aji - Rona Merah Langit
Link: https://youtu.be/Vie_vNndJFA?si=Hp3Lopc11f7wdeWo
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra#puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja #ronamerahlangit #kuntoaji
Sebuah Puisi
MENJADI LUMBA-LUMBA
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
Footage:
Official Video Clip MV & Song By Hindia - Cincin
Link: https://youtu.be/98hXjUqfqhE?si=aPFzQSZmoouH2vkM
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra#puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja #cincin #hindia #baskaraputra
Sebuah Puisi
MENJADI HANTU
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra#puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja#berapakalikitaakansalingmemaafkan#pamungkas @pamunqkas
Sebuah Puisi
MENELEPON KAU
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra#puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja
Sebuah Puisi
CATATAN SEORANG PEDAGANG DI PASAR TERONG MAKASSAR
Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
“Menikmati Akhir Pekan”
(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra#puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja
Sebuah PuisiSEJAM SETELAH MATAHARI TIDAK JADI TENGGELAMDitulis Oleh M. Aan MansyurDisuarakan Oleh Ardi Kamal KarimaDalam Buku: Melihat Api BekerjaAku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.“Menikmati Akhir Pekan”(Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.“Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia f#ilsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #aanmansyur #melihatapibekerja
Sebuah Puisi: GELAP TERANG
Ditulis oleh Ardi Kamal Karima
Disuarakan: Nona Senja
Puisi ini membuka dengan gambaran realitas sosial yang suram dan penuh penderitaan. "Pelita yang padam" melambangkan harapan yang terus menerus pudar, sementara "bibir-bibir sumbing" dan "bayangan yang tumbuh lebih panjang" menggambarkan luka, korban kota, serta beban hidup yang lebih besar daripada diri manusia itu sendiri. Penderitaan itu semakin dalam dengan "sungai diam-diam menelan nama," yang menyiratkan hilangnya identitas dan nyawa tanpa suara, seakan-akan kegelapan (malam) terus meminta tumbal tanpa ada "pengganti cahaya." Kehidupan digambarkan statis dan tak berarti, hanya coretan di "papan-papan yang selalu basah," ibarat pesan atau protes yang tak pernah bertahan atau didengar.
Pada bagian ini, sang aku lirik menunjukkan respons terhadap kegelapan tersebut, yang penuh dengan pengorbanan sia-sia dan keputusasaan. "Hutan-hutan masih membakar diri" adalah metafora kuat untuk pengorbanan besar yang dilakukan hanya untuk sekadar bertahan hidup di tengah zaman yang "terkontaminasi," seperti mengorbankan sesuatu yang murni untuk menyaring racun dunia. Pengorbanan itu ternyata tidak diimbangi dengan keyakinan; doa disimpan "di saku yang bolong," melambangkan iman yang mudah hilang dan rapuh. Keraguan mencapai puncaknya dalam pertanyaan retoris, "apakah fajar hanya dongeng yang diwariskan pembohong?" yang meruntuhkan optimisme konvensional dan mempertanyakan kebenaran janji akan perubahan yang lebih baik.
Meskipun diliputi kegelapan, puisi ini tidak berakhir dengan keputusasaan total. Bagian penutup menawarkan sebuah pemahaman baru tentang harapan. "Remang itu tetap merayap, seperti akar yang menguak retakan tembok" adalah simbol dari ketekunan dan kekuatan halus yang pada akhirnya bisa merobohkan tembok-tembok kesulitan. Terang tidak lagi digambarkan sebagai janji muluk yang diberikan dari luar, tetapi sebagai "luka yang bersedia mengobati diri sendiri"—sebuah kekuatan yang lahir justru dari penderitaan itu sendiri dan melalui proses penyadaran serta perjuangan internal. Penantian pun tetap dilakukan, meski terasa lama dan melelahkan ("waktu sudah lama menjadi tamu yang lupa pulang").Pada akhir puisi berfungsi sebagai penegas sekaligus pengingat bahwa siklus ini adalah suatu keyakinan historis, yang dalam konteks puisi ini, harus diperjuangkan dengan gigih dan sabar, bukan hanya ditunggu secara pasif.
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #pahamkiri #wijithukul
Sebuah Puisi: KIDAL AKAL
Ditulis oleh Ardi Kamal Karima
Disuarakan: Maulidyaaudha
Puisi "KIDAL AKAL" karya Ardi Kamal Karima merupakan sebuah kritik sosial-politik yang pedas terhadap kondisi bangsa Indonesia. Puisi ini membongkar dua masalah utama: distorsi sejarah dan realitas kekuasaan yang korup. Penyair menegaskan bahwa narasi sejarah telah dimanipulasi oleh penguasa, di mana tokoh-tokoh pejuang revolusioner seperti Semaoen dan Tan Malaka sengaja dikenang sebagai "ancaman" dan "biang rusuh" agar masyarakat awam takut, sehingga perjuangan dan ide-ide mereka yang sesungguhnya demi rakyat menjadi terpendam dan disalahartikan. Distorsi ini menciptakan memori kolektif yang kelam dan tidak jujur.
Paragraf kedua puisi ini mengalihkan kritiknya dari masa lalu ke masa kini, menunjukkan bahwa meskipun zaman telah berubah menjadi era digital, kebusukan kekuasaan justru menjadi lebih total dan menyeluruh. Penyair mengecam para pemimpin yang hanya pandai berjanji di atas kursi tetapi membiarkan korupsi merajalela tanpa terkendali, menjadikan masalah negara seperti "rumput yang menjalar tinggi". Pendidikan yang seharusnya menjadi pencerah, justru dikritik sebagai ajang bagi elite untuk melanggengkan sistem yang menjarah negeri sendiri, membuat rakyat kecil hanya bisa termangu dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Akhirnya, puisi ini tidak hanya berisi kritik tetapi juga seruan untuk bangkit. Penyair mengajak pembaca untuk membuka mata dan hati, tidak terbuai oleh janji manis para penguasa yang disebutnya "gerombolan babi". Seruan untuk terus mengkritik dan mengoreksi merupakan bentuk penolakan terhadap pasivitas dan kepatuhan seperti "boneka". Puisi ditutup dengan harapan dan doa agar coretan ini menjadi renungan untuk Indonesia yang lebih baik dan merdeka yang sesungguhnya, di mana semua elemen bangsa bersatu untuk perubahan menuju "cahaya nyata" dan tidak saling dikambinghitamkan lagi.
#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #pahamkiri #semaoen #tanmalaka
From the publisher's feed