Sebuah puisi: Dulu, Aku Pikir.
Ditulis oleh Ardi Kamal Karima
Disuarakan oleh Ardi Kamal Karima & Insom-Mia
Puisi
ini merefleksikan perubahan perspektif manusia terhadap dunia seiring
bertambahnya usia. Dengan diksi sederhana namun penuh imaji, penyair
menggambarkan transisi dari masa kanak-kanak yang penuh fantasi menuju
kedewasaan yang lebih realistis. Kontras antara harapan masa kecil dan
kenyataan dewasa menciptakan efek melankolis, namun diakhiri dengan nada
optimis: keajaiban tetap ada, meskipun kini lebih sulit ditemukan.
Struktur puisi yang bergerak dari pengandaian masa lalu ke kesadaran
masa kini menciptakan alur naratif yang kuat, hampir seperti dongeng
yang berakhir dengan kebijaksanaan hidup.
Puisi ini menyiratkan
perjalanan epistemologis manusia dalam memahami realitas. Masa kecil
diwarnai oleh pemikiran magis, di mana segala sesuatu memiliki makna
yang subjektif dan emosional. Namun, dengan bertambahnya usia,
rasionalitas mulai mendominasi, menggantikan keajaiban dengan hukum
sebab-akibat. Ini mencerminkan gagasan dari filsafat eksistensialisme:
manusia harus menemukan makna dalam dunia yang tampaknya tak bermakna.
Pada akhirnya, penyair tidak menyerah pada nihilisme, melainkan
menyarankan bahwa makna dan keajaiban tetap ada—hanya saja, perlu lebih
banyak usaha untuk menemukannya di tengah absurditas kehidupan.
Dari
sudut pandang psikologi perkembangan, puisi ini mencerminkan perubahan
kognitif yang dijelaskan dalam teori Jean Piaget. Pada masa kanak-kanak,
pemikiran bersifat pra-operasional, dipenuhi dengan animisme dan
kepercayaan bahwa dunia berfungsi sesuai kehendak pribadi. Seiring
bertambahnya usia, individu memasuki tahap operasional konkret dan
akhirnya operasional formal, di mana realitas diterima dengan lebih
objektif dan logis. Namun, bagian akhir puisi menunjukkan bahwa meskipun
pemahaman rasional telah berkembang, kebutuhan psikologis manusia untuk
keajaiban dan makna tetap ada. Ini mencerminkan konsep "inner child"
dalam psikologi: bagian diri yang masih mendambakan keajaiban dan
imajinasi, bahkan di tengah kesibukan dan tekanan hidup dewasa.
#ardikamal
#literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog
#menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair
#penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair