
Sign up to save your podcasts
Or


Tanggal 25 Januari, Presiden Jokowi bersyukur karena krisis kesehatan dan ekonomi akibat Covid=19 Besoknya, Presiden berduka karena kasus positif Covid tembus sejuta. Perubahan perasaan dan ungkapan Presiden sungguh dinamis. Rakyat tak perlu bingung. Pilih saja, mau Pak Jokowi yang bersyukur, atau Pak Jokowi yang berduka.
Polisi bergerak cepat memanggil Ambroncius Nababan (AN) atas dugaan ujaran kebencian bernuansa rasis kepada Natalius Pigai. Kemudian status AN dinaikkan menjadi tersangka. Pertanyaannya, pelaku dugaan ujaran rasisme lainnya kepada Pigai akankah diproses juga? Lalu, akankah polisi konsisten berdiri di atas semua kelompok dan golongan?
Ambroncius Nababan, politisi Hanura, diduga melakukan serangan bernada rasis terhadap Natalius Pigai di medsos. Polisi bergerak cepat merespon pengaduan KNPI Papua Barat. Sebenarnya, Abu Janda, Ruhut Sitompul, dan Herman Henuk juga melakukan tindakan serupa. Ujaran kotor manusia-manusia rasis tersebut, menambah pengap ruang siber dan jagad politik kita. Yuk kita obrolin bareng Bang Arief
Banjir Kalsel yang terjadi belakangan ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya masih menjadi perdebatan. Istana mengklaim tidak ada alih fungsi hutam Kalimantan selama Presiden Jokowi berkuasa. Sebaliknya, Walhi mencatat 2014-2019 terjadi pelepasan hutan Kalimantan seluas 427.952 hektar. Kok bisa bertolak-belakang? Padahal, angka Walhi bersumber dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Setelah dua minggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diberlakukan se-Jawa-Bali, penularan Covid-19 justru semakin gak terkendali. Dampaknya luas, sampai menganggu beberapa indikator ekonomi. Kick-of vaksinasi juga belum direspon positif oleh pasar. Lalu, opsi apa yang tersisa bagi Pemerintah untuk mengatasi keadaan?
Cerita dugaan korupsi dana bansos Kemensos oleh Juliari Batubara cs belum selesai. Kemudian malah muncul dugaan penyalahgunaan paket bansos untuk kampanye beberapa kandidat yang diusung PDIP dalam Pilkada 2020 yang lalu. Memang sulit mencegah incumbent melakukan penyalahgunaan fasilitas negara, termasuk bansos, ketika maju berkontestasi untuk masa jabatan berikutnya.
DPP PDIP Bali bikin syukuran pasca Pilkada. Ada tiup lilin dan suap-suapan tumpeng pake satu sendok. Of course buka masker. Videonya viral, dan bikin heboh netizen. Di tengah pandemi yang lagi gawat-gawatnya, tentu saja kejadian itu mengirim pesan yang gak bener. Bisa-bisa masyarakat yang sudah abai terhadap prokes, tambah cuek lagi.
Rektor terpilih USU, Dr. Muryanto dinyatakan terbukti melakukan self-plagiarism oleh Komite Etik. Namun beredar surat yang diduga dari Plt. Sekjen Kemdikbud bahwa Muryanto akan tetap dilantik menjadi Rektor, hari Kamis yang akan datang. Kalau benar demikian, etika akademik diruntuhkan. Yuk kita obrolin.
Netizen yang bikin dan menyebarkan video parodi mengkritik Gubernur Kalsel terkait penanganan banjir, diancam dipolisikan. Kalau terus-terusan begini, ruang partisipasi rakyat dalam demokrasi bisa hilang.
Saat menjadi Presiden, Gus Dur membubarkan Kemensos, karena menganggapnya sebagai "lumbung" korupsi. Kemudian Presiden Megawati menghidupkannya kembali. Namun sampai sekarang sudah tiga Mensos dari Parpol yang tersangkut kasus korupsi. Mungkin ini saatnya Presiden Jokowi mengganti Risma yang juga kader Parpol dengan Mensos dari kalangan profesional yang punya komitmen memberantas korupsi.
From the publisher's feed