
Sign up to save your podcasts
Or


Insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani pasien Covid-19 dipangkas 50% di tahun 2021 ini. Bikin miris! Apalagi sudah 647 Nakes wafat dalam perang yang gak jelas kapan selesainya. Apakah ini satu tanda lagi bahwa kas Pemerintah sudah kosong?
Beredar kabar bahwa empat faksi di Demokrat sepakat mengusung Pak Moeldoko menjadi Ketum dengan menggusur AHY melalui KLB. Dalihnya, AHY akan diprioritaskan jadi menteri jika Presiden 2024 dari Demokrat. Adanya faksi-faksi lumrah dalam parpol manapun. Tapi kalau betul Pak Moeldoko terlibat dalam upaya kudeta di Demokrat, kita patut bertanya, "Pak Moeldoko, Bapak mau dikenang sebagai apa?"
Kabar buruk untuk pekerja Indonesia: Bantuan Subsidi Upah (BSU) gak lanjut lagi tahun ini. Apakah ini merupakan sinyal bahwa kas Pemerintah sudah menipis, atau bahkan kosong?
Moeldoko diduga berupaya mengkudeta AHY dari kursi Ketum Demokrat, dan menunggangi partai yang didirikan SBY itu untuk keperluan pilpren 2024. Sayangnya, langkah culas itu terbongkar. Bahkan, ia dituding berbohong tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Namun demikian, percobaan kudeta ini juga merupakan ujian kepemimpinan bagi AHY yang baru seumur jagung berada di pucuk kepemimpinan partai.
Ada yang menilai tindakan AHY mengungkapkan ancaman kudeta yang dialaminya sebagai Ketum Demokrat kepada pihak luar, justru membuka aib partai itu. Apa iya demikian?
Ada upaya kudeta di Demokrat. Itu kata Ketum-nya, AHY. Inisiatornya 5 orang. Ada kader aktif, kader pasif, mantan kader, dan pejabat negara di lingkaran dalam istana. Ini yang bikin nama Moeldoko terbawa. Di satu sisi, wajar saja jika di parpol ada pergulatan berebut kekuasaan. Tapi di sisi lain miris, karena diduga melibatkan sogokan uang untuk memaksakan KLB, untuk memuluskan jalan jadi Capres 2024
Gerakan Nasional Wakaf Tunai (GNWU) yang diluncurkan pemerintah disindir banyak orang. Kan kata Abu Janda, Islam itu agama pendatang yang arogan. Ngapain syariatnya diendorse pemerintah? Trust problem memang ruwet. Segala yang mendadak, seperti "mendadak wakaf", "mendadak kerudungan", "mendadak syariah", pasti mengundang kecurigaan dan cibiran. Jangan lupa, trust itu soal rasa, Bro!
Jumlah kasus Covid aktif di Indonesia jadi yang tertinggi di Asia, mengalahkan India. Presiden terang-terangan mengatakan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) tidak efektif. Dalam Rapat Terbatas Kabinet, Presiden meminta Menkes melibatkan sebanyak mungkin epidemiolog untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat. Nah, kalau Presiden bingung soal penanganan Covid, apalagi rakyat?
KH Said Aqil Siradj minta Kapolri Listyo Sigit memeriksa apakah ada dana Baznas yang mengalir ke ISIS. Ketua Baznar yang juga kader NU, Prof. Dr. Noor Achmad, mengatakan, ucapan itu hanya gurauan saja. Gurauan seperti ini rasanya gak pas, karena bisa mendeskreditkan Baznas yang merupakan milik seluruh umat Islam Indonesia. Bahkan berpotensi menimbulkan benturan yang tidak perlu.
Minggu yang seru. Banyak banget yang udah kita obrolin: mulai Rektor terpilih yang terbukti self-plagiarism, rasisme Abu Janda terhadap Natalius Pigai, otak-atik jadwal Pilkada, sampai kejuaran korupsi yang diikuti Indonesia. Ngomongin Indonesia memang asyik, Guys! Manis, pahit, asam, asin, semuanya ada
From the publisher's feed