
Sign up to save your podcasts
Or


Muchlis Fachri atau Muklay adalah 30 under 30 versi Majalah Forbes. Terus berkarya dan bermain-main dengan penuh totalitas di dunia seni dan hobi. Menumpai banyak kontroversi, keresahan dan kritik tajam. Muklay menjadikannya energi yang keluar dengan sendirinya sebagai pembuktian. Soal main-main dengan totalitas, soal kuliah di UNJ yang gak kelar-kelar pada suatu masa, soal kampus yang gak ideal untuk cita-cita, soal street art dan komunitasnya, soal pengalaman diremehkan dan mendapati kritik tajam, soal menata keseimbangan dalam hidup lewat hobi, soal memberi manfaat baik buat orang-orang lain, soal kolaborasi lintas komunitas, soal mimpi-mimpi yang sedang diberi kaki, dan sejumlah soal lain kami obrolkan nyaris dua jam. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @muklay berikut.
Ria Papermoon adalah contoh kegigihan atau dia menyebutnya kekeraskepalaan yang mewujud. Ria memulai sesuatu yang belum ada contohnya, belom ada acuannya dalam perjalanan dan upaya pencarian dan penemuan-penemuan dalam teater boneka atau Papermoon Puppet Theatre. Berkesenian bagi Ria yang memiliki nama lengkap Maria Tri Sulistyani adalah jalan hidup yang diperjuangkan bersama suaminya Iwan Effendi dan tim inti teater boneka untuk mendapat bahagia dan memberi kebahagiaan dan manfaat baik untuk orang lain. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @riapapermoon berikut.
Ignasius Jonan bukan sosok yang ambisius. Selepas umur 40 tahun, tidak lagi membuat resolusi setiap tahun. Sebelumnya hanya membuat maksimal tiga resolusi setiap tahun. Apa pentingnya sekolah? Apa yang membedakan sekolah unggul dengan sekolah kebanyakan? Karakter apa yang perlu diajarkan? Soal pendidikan, kepemimpinan, generasi muda, energi terbarukan dan perubahan iklim yang nyata menjadi bahan percakapan. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @ignasius.jonan berikut.
(((ALERT: KONTEN MENGANDUNG BAHASA JAWA))) Marzuki Mohamad aka Kill The DJ mengajari kita tidak cengeng. Berkeluh kesah atau sambat boleh, cengeng jangan. Itu yang saat ini dilakoninya juga bersama UD Anarkisari, sebagai petani terus menanam meskipun gagal panen. Laku hidup dengan kegigihan ini mewarnai perjalananannya sebagai seniman desain, seniman musik hiphop dan aktivis demokrasi serta kemanusiaan. Banyak kekecewaan, tetapi tetap perlu dirayakan. Laku tidak gugur karena kecewa. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @killthedj berikut.
Menghidupi seni di jalan-jalan lewat mural adalah siasat Farid Stevy berdamai dengan ketidakpastian sehingga menjadi ketidakpastian yang menyenangkan. Didorong rasa gelisah dalam berkesenian dan mulai berubah saat keluarga dan anak hadir. Hidup tidak cukup hanya kenyang dan keren. Apa saja kebutuhan hidup versi Farid Stevy? Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @faridstevy berikut.
Menyelami kerumitan hidup dan bersiasat untuk mengatasinya dengan sikap berserah atau sumeleh. Soal kebudayaan, kesenian, Yogyakarta, mendidik anak-anak dan kritik kepada kekuasaan dan penguasa. Butet Kartaredjasa menjelaskan dengan kesadaran tidak semua sepakat dengan dirinya. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @masbutet berikut.
Cekakakan satu jam bareng Soimah mengenang perjalanan karier dari Pati, Jogja, Jakarta, dan akan kembali ke Jogja lagi. Kagum dengan semangat hidup yang dijalani mengalir saja tapi justru penuh pengalaman spiritual lantaran sikap batin berserah. Ada beberapa saat menitikkan air mata saat mengingat anak-anak tumbuh tanpa pendampingan intens lantaran pembuktian dan kerja-kerja kesenian di Jakarta. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @showimah berikut.
Orang-orang membicarakan setelah kerja-kerja untuk perubahan yang berdampak hingga sekarang dilakukan. Saat perubahan itu dikerjakan dalam hening dengan kegigihan, dia banyak diam. Juga setelahnya bahkan. Talk is cheap, begitu ia berkeyakinan. Dialah Ignasius Jonan. Bagaimana soal bintang mahaputra, perubahan di @keretaapikita dan @commuterline yang tidak berlanjut ke moda transportasi lain seperti bus, memberikan anak-anak kebebasan akan pilihan hidup tanpa kecemasan, tokoh-tokoh inspiratif yang memengaruhi hidup, buku-buku yang dibaca dan sejumlah keasyikan yang dijalani dengan ringan tanpa beban jadi bahan percakapan. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @ignasius.jonan berikut.
Episode perdana program "Beginu" menghadirkan Soleh Solihun, narasumber yang memiliki segudang pengalaman di dunia jurnalisme hiburan dan pekerja seni hiburan ini berbagi tips filosofi hidupnya. Simak selengkapnya percakapan @beginu bersama @solehsolihun berikut.
From the publisher's feed

30,641 Listeners