
Sign up to save your podcasts
Or


Episode terakhir Season 2 kali ini kedatangan Donny Hartanto, S.T., M.Sc., Ph.D., seorang assistant professor di University of Sharjah, Uni Emirat Arab. Sempat kehilangan arah ketika menjalani kuliah S1, mas Donny akhirnya menemukan support system yang bisa membantunya menjalani kuliah hingga yakin untuk menjadi seorang akademisi dengan karir yang baik di negeri orang.
Episode 14 berlanjut bersama Yanuar Ady Setiawan, S.T., M.S. Dosen Departemen Teknik nuklir dan Teknik Fisika UGM yang saat ini sedang studi S3 di Ulsan National Institute of Science and Technology di Korea Selatan. Kali ini kita ngobrol tentang apa itu Budaya Keamanan Nuklir dan bagaimana dia berbeda dan sistem keamanan nuklir itu sendiri. Selain itu, kita ngobrol juga tentang bagaimana mengkampanyekan teknologi nuklir. Kenapa kampanye nuklir selalu defensif dan hanya bereaksi terhadap tuduhan miring tentang nuklir?
Setelah sempat tertunda secara tidak terduga, Bicara Nuklir kembali hadir dengan obrol bersama Yanuar Ady Setiawan, S.T., M.S. Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM yang saat ini sedang studi S3 di Ulsan National Institute of Science and Technology di Korea Selatan. Kita ngobrol tentang backstory-nya kenapa memilih teknik nuklir, keaktifannya di kegiatan MAPALA, dan juga tentang risetnya di bidang keamanan nuklir.
Di part kedua ini, Dr. Susilo Widodo ngobrol tentang Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) yang bermula dari inisiatif untuk membantu kampanye PLTN pertama Indonesia di Semenanjung Muria. Dari situ, kemanakah arah HIMNI dan bagaimana harapan untuk generasi di masa yang akan datang? Dan bagaimana pula hubungan HIMNI dengan pembuat kebijakan?
Di episode ini, Bicara Nuklir kedatangan Ketua Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI), Dr. Susilo Widodo. Part pertama ini membahas tentang awal mula ketertarikan Dr. Susilo Widodo tentang nuklir, beasiswa Overseas Fellowship yang didapatnya dari Pemerintahan Soeharto, dan juga awal mula gagasan dibentuknya HIMNI.
Di part 2 ini, Ir. Eko Madi Parmanto memberikan pandangannya tentang strategi diseminasi dan kemitraan yang sampai saat ini dijalani oleh BATAN. Dengan segala keterbatasannya, PDK mampu menyelesaikan apa yang menjadi targetnya. Selain itu, Pak Eko menceritakan tentang titik balik diseminasi PLTN di Indonesia oleh BATAN pada tahun 2007, yaitu rencana pemerintah Indonesia untuk membangun PLTN di Semenanjung Muria.
Ir. Eko Madi Parmanto saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN. Sesuai dengan namanya, pusat ini menjadi garda terdepan BATAN untuk mengkomunikasikan IPTEK Nuklir ke masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana diseminasi dan kemitraan ini diimplementasikan? Saksikan selengkapnya di Part 1 Episode 12 ini.
Minggu ini, kita kembali bersama Dr. Indarta Aji membahas start-up yang dibangunnya di Jepang, Molten Salt Lab, Inc. Kita membahas tentang awal mula ide berdirinya start-up tersebut (yang dimulai dari kampus), tantangan sebagai start-up di bidang yang hanya sedikit orang yang menekuni, dan bagaimana dukungan pemerintah setempat membantu menjalankan start-up-nya. Dari situ, kita tarik pembahasan itu dalam konteks Indonesia. Tentang bagaimana energi nuklir bisa menjadi katalis untuk pembangunan industri berbasis R&D.
Di episode Bicara Nuklir kali ini kita kedatangan seorang lulusan doktor di Jepang yang akhirnya meneruskan pekerjaannya di Jepan dengan membangun Start Up di bidang teknologi Molten Salt Reactor, Dr. Indarta Aji. Namun sebelum masuk ke pembahasan tentang start-up yang didirikannya, di part pertama ini kita akan bahas tentang bagaimana awal mulanya belajar reaktor nuklir dan kenapa memutuskan untuk tetap riset di bidang MSR dan bahkan membangun bisnis dari sana.
Dr. Geni Rina Sunaryo melanjutkan perbincangan untuk Bicara Nuklir. Di part kedua ini, Dr. Geni menceritakan tentang intrik-intrik yang terjadi selama proses perancangan Reaktor Daya Eksperimental. Selain itu, Dr. Geni bercerita tentang gerakan Women In Nuclear, dan bagaimana implementasinya di BATAN.
From the publisher's feed