
Sign up to save your podcasts
Or


Dr. Geni Rina Sunaryo adalah tokoh yang tidak asing dalam dunia peneliti nuklir di Indonesia. Pengalaman beliau sebagai Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN di tahun 2014-2019 dan juga sebagai Kepala Proyek Reaktor Daya Eksperimental (RDE) dibagikan untuk Bicara Nuklir di episode ini. Dr. Geni bercerita tentang webinar nuklir yang sering dilakukan oleh HIMNI dan juga cerita di balik layar tentang RDE
Sebagian orang yang berkecimpung di dunia energi nuklir mengkritisi narasi Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) yang dibawa oleh Pak Bob Soelaiman Effendi dan ThorCon. Namun, Pak Bob mengklaim bahwa ini adalah cara untuk mengubah paradigma nuklir di masyarakat Indonesia. Pak Bob dan Harun juga berdiskusi tentang sisi lain PLTN yang dipandang dari orang yang tidak punya pendidikan teknik nuklir. Saksikan selengkapnya di part 2 dari Episode 9 Bicara Nuklir.
Bob Soelaiman Effendi adalah tokoh yang sudah lama berkecimpung di dunia energi. Mulai dari oil and gas, energi terbarukan, hingga saat ini menjadi Chief Representative dari ThorCon International di Indonesia. Sejak tahun 2015 menjadi perwakilan ThorCon untuk membangun TMSR di Indonesia, Pak Bob memiliki pengalaman langsung tentang bagaimana susahnya meyakinkan banyak pihak agar Indonesia bisa membangun PLTN sesegera mungkin. Dan salah satunya adalah politik di dunia energi nuklir. Di episode ini, Pak Bob dan Harun membahas semua intrik yang terjadi di Indonesia untuk membangun TMSR. Saksikan selengkapnya di part 1 dari Episode 9 Bicara Nuklir.
Harun dan Dr. Ilham Variansyah melanjutkan diskusi tentang disertasi Dr. Ilham, tentang pemanfaatan alpha-eigenfunction untuk membuat cross section generation menjadi lebih akurat untuk perhitungan transien. Selain itu, Dr. Ilham juga membicarakan tentang bagaimana masa depan teknologi nuklir di Indonesia. Saksikan selengkapnya di part 2 dari Episode 8 Bicara Nuklir
Dr. Ilham Variansyah baru saja menyelesaikan disertasinya di bulan Desember 2020. Dia mengambil topik tentang penyelesaian persamaan transport neutron secara deterministik dan meningkatkan efisiensi penyelesaiannya. Namun di tengah-tengah S3-nya, sama seperti kebanyakan orang, dia juga sempat mengalami impostor syndrome. Bagaimana dia mengatasinya? Saksikan di part 1 dari Episode 8 Bicara Nuklir.
Prof. Dr. Djarot Sulistyo Wisnubroto berbincang mengenai apa sebenarnya permasalahan energi nuklir di Indonesia. Banyak insight baru yang jarang muncul ke permukaan. Termasuk juga hubungan antara kawasan Puspiptek Serpong dengan Presiden ketiga B.J. Habibie. Saksikan selengkapnya di part 2 dari Episode 7 Bicara Nuklir.
Bermula dari kesempatan dan keingintahuan, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto atau yang kerap disapa Pak Djarot menapak karir di dunia nuklir di Indonesia. Di episode ini, beliau bercerita tentang bagaimana awal mula tertarik di dunia nuklir, pengalaman beliau tentang perkembangan riset nuklir di Indonesia, dan sneak peak bagaimana pemerintah memandang teknologi energi nuklir. Saksikan selengkapnya di part 1 dari Episode 7 Bicara Nuklir.
Sita Gandes Pinasti, S.T., M.Sc. menceritakan tentang apa yang saat ini sedang hangat menjadi topik riset fisika medis di Indonesia dan juga dunia. Kami juga mendiskusikan apa beda fisika medis dengan teknik biomedis, dan juga pengalaman beliau berhadapan dengan mahasiswa sebagai dosen muda. Saksikan selengkapnya di part 2 dari Episode 6 Bicara Nuklir.
Sita Gandes Pinasti, S.T., M.Sc. atau biasa dipanggil Mbak Sita menceritakan pengalamannya mulai dari SMA hingga saat ini menjadi Dosen di Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM. Bermula dari kesukaan beliau di bidang biologi dan radioaktivitas, beliau ingin mempelajari aplikasi radiasi untuk segala sesuai yang berkaitan dengan biologi. Bagaimana ceritanya? Saksikan di part 1 dari Episode 6 Bicara Nuklir
Di episode ini, Abdul Rafi, S.T. menjelaskan tentang pengalaman kerjanya, apa saja bidang yang ia tekuni selama ini, apa rintangan dan privilege yang dimilikinya, dan saran-saran untuk mahasiswa yang masih bingung dengan masa depannya.
From the publisher's feed