Cerpen Eyang Sapardi ini terinspirasi dari cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku-nya Om Seno. Mungkin memang ditujukan sebagai balasan atau kelanjutan dari cerpen tersebut. Akantetapi, ternyata 10 tahun kemudian, Om Seno melanjutkan sendiri kisah sepotong senja itu. Sama indahnya, sama tragisnya.