Sebenarnya saya tidak menyukai penulis satu ini karena karya-karyanya terlalu vulgar dan dangkal (mohon maaf, ini memang subjektif). Tulisannya kebanyakan seputar selangkangan. Orang menyebut karya seperti miliknya adalah sastra wangi, yang menurut sebagian sastrawan bahkan bukanlah sastra. Tapi tentu tidak semua tulisannya begitu, ada pula yang bisa saya apresiasi contohnya yang satu ini. Berkisah tentang seorang perempuan naif (kalau tidak bodoh) yang mengharap cinta dan status dari kekasihnya. Ia pun menunggu dan menunggu.