Tuan Samodra pening kepalanya ketika sang putri dan ketiga cucunya pulang dengan air mata. Rumah tangganya di ujung tanduk sebab sang menantu diduga kuat main gila dengan sekretarisnya. Ia merasa permasalahan itu terjadi akibat campur tangannya dulu atas karir sang menantu. Namun, istrinya diam-diam mempunyai sebuah solusi untuk putri kesayangan mereka.