Mengucap syukur dalam segala keadaan terkadang sangat sulit. Ketika tubuh mengalami masalah kesehatan yang serius ketika, kita kehilangan pekerjaan, atau ketika hubungan kita yang indah telah retak, atau ketika berpisah selamanya dengan orang yang kita kasihi, maka sulit bagi kita un- tuk mengucap syukur. Namun, kita dapat belajar bersyukur kepada Allah karena Dia memberi kita kekuatan pada saat kita merasa lemah. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, “Aku senang dan rela di dalam kelemahan dan kesesakan, oleh karena Kristus” (2 Kor. 12:10). Sebagai orang percaya, kita pun dapat bersyukur karena melalui setiap kelemahan kita, Allah mampu menyempurnakan apa yang ingin Dia rampungkan bagi kita. Pen- deritaan akan terasa lebih ringan, ketika kita menjalaninya dengan ucapan syukur.