Mempunyai kekhawatiran itu keliru, sebab kekhawatiran bukanlah milik hayat ilahi. Tidak ada kekhawatiran dalam hayat Allah. Namun, Tuhan tidak bermaksud agar kita tidak melakukan tugas atau pekerjaan kita. Justru ketika Tuhan membawa umat Israel masuk ke dalam tanah yang subur, mereka harus bekerja di atas tanah itu. Itulah kewajiban mere- ka. Tanah yang subur menghasilkan panen yang berlimpah atau tidak, tergantung pada sejumlah masalah seperti udara, sinar matahari, banyak- nya hujan, dan suhu yang tepat. Kewajiban mereka hanyalah bekerja di atas tanah. Melakukan kewajiban mereka merupakan hal yang benar dan perlu, tetapi mempunyai kekhawatiran itu keliru. Demikian pula, kita ha- rus melakukan tugas kita hari ini, namun kita melakukannya tanpa meng- khawatirkan hidup kita.