Tuhan membasuh kaki murid-murid adalah untuk menanggulangi masalah kesuraman dan ketidaksegaran. Banyak orang Kristen yang kekurangan “semangat rohani”. Mereka tidak ada kejelekan apa-apa, mereka pun tidak berbuat dosa, namun selalu terasa tidak bersemangat, tidak bisa bangkit. Tuhan menghendaki kita mandi sekali saja, tetapi membasuh kaki berkali-kali. Dengan sekali mandi kita beroleh hayat, dengan berkali-kali membasuh kaki kesegaran hayat akan dipulihkan. Orang yang sudah mandi sudah mendapat hayat. Haleluya! Kita sekalian sudah mandi. Yang belum mandi bukanlah orang Kristen. Pada suatu hari, Ia telah membasuh aku dengan darah, juga membasuh aku dengan air, sehingga aku beroleh hayat Allah; bersamaan dengan itu, aku menjamah Allah, aku menjamah Tuhan. Saat itu, aku benar-benar merasakan adanya satu dunia rohani, aku benar-benar menjamah realitas rohani. Terasa padaku kematian Tuhan Yesus bukan terjadi dua ribu tahun yang lalu, melainkan seakan-akan terjadi pada hari ini. Terasa padaku Tuhan bukan mati di Golgota, melainkan seakan-akan terjadi di sini. O, waktu dan ruang sudah tidak ada lagi, hanya realitas rohani yang ada, itulah yang disebut mandi.