Hari ini, Selasa 5 Agustus 2025, Bumi berputar lebih cepat dari biasanya. Para ilmuwan mencatat, durasi rotasi harian Bumi lebih singkat 1,51 milidetik dari standar 24 jam. Meski terdengar kecil, perubahan ini bisa menimbulkan efek domino dalam dunia teknologi, mulai dari gangguan sistem GPS, komunikasi satelit, hingga potensi perubahan dalam sistem penanggalan global.
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun sejumlah faktor diduga terlibat, seperti pencairan gletser, pergeseran inti Bumi, hingga gempa besar. Menariknya, fenomena ini bertolak belakang dengan tren sebelumnya yang justru menambah detik kabisat akibat rotasi Bumi yang melambat.
Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan Bumi berputar lebih cepat? Apakah fenomena ini bersifat sementara atau justru menjadi tren baru dalam dinamika planet kita?
Narasumber : Profesor Riset astronomi pusat riset antariksa BRIN yang juga anggota tim hisab rukyat kementrian agama RI, Prof. Thomas Jamaludin