FluentFiction - Indonesian

FluentFiction - Indonesian

By FluentFiction.orgEducationCoursesLanguage Learning
Download on the App Store

FluentFiction - Indonesian episodes

  • Mystery in Borobudur: Historical Insights and Hidden Secrets
    Fluent Fiction - Indonesian: Mystery in Borobudur: Historical Insights and Hidden Secrets
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/mystery-in-borobudur-historical-insights-and-hidden-secrets

    Story Transcript:

    Id: Di bawah terik matahari musim kemarau, Candi Borobudur berkilauan indah.
    En: Under the scorching sun of the dry season, Borobudur Temple glistened beautifully.

    Id: Relief di dindingnya menceritakan kisah kuno.
    En: The reliefs on its walls told ancient stories.

    Id: Tidak ada yang tahu bahwa dibalik keindahan itu, ada misteri yang mendebarkan hati banyak orang.
    En: No one knew that behind that beauty, there was a mystery that thrilled many hearts.

    Id: Di salah satu sudut candi, seorang wanita muda dengan rambut hitam panjang berdiri tegak.
    En: In one corner of the temple, a young woman with long black hair stood tall.

    Id: Namanya Dewi, seorang sejarawan yang penuh semangat.
    En: Her name was Dewi, a passionate historian.

    Id: Di dekatnya, seorang pria dengan seragam keamanan berdiri dengan tangan bersilang.
    En: Nearby, a man in a security uniform stood with his arms crossed.

    Id: Namanya Bagus, penjaga candi yang skeptis namun penuh tanggung jawab.
    En: His name was Bagus, a skeptical yet responsible temple guard.

    Id: "Kita harus menemukan artefak itu, Bagus," kata Dewi dengan tekad.
    En: "We have to find that artifact, Bagus," Dewi said with determination.

    Id: Artefak berharga dari relik Buddha kuno telah hilang.
    En: A valuable artifact from an ancient Buddhist relic had disappeared.

    Id: Artefak itu sangat dihormati oleh para biksu dan pengunjung.
    En: The artifact was highly revered by monks and visitors.

    Id: "Ini kasus yang rumit, Dewi.
    En: "This is a complicated case, Dewi.

    Id: Banyak petunjuk, tapi tak ada yang jelas," jawab Bagus sambil memandang jauh ke depan.
    En: Many clues, but none are clear," replied Bagus, staring into the distance.

    Id: Dewi tidak menyerah.
    En: Dewi did not give up.

    Id: Dia memutuskan untuk menggali catatan sejarah candi lebih dalam, meski banyak peringatan.
    En: She decided to delve deeper into the temple's historical records, despite many warnings.

    Id: Menurut petunjuk yang didapat, ada ruangan rahasia di bawah candi.
    En: According to the clues, there was a secret room beneath the temple.

    Id: Bagus akhirnya setuju untuk membantu Dewi.
    En: Bagus finally agreed to help Dewi.

    Id: Bagus tahu, Dewi memiliki wawasan berharga yang bisa mengungkap misteri ini.
    En: He knew that Dewi had valuable insights that could uncover this mystery.

    Id: Mereka pun mulai menyelidiki bersama-sama.
    En: They began investigating together.

    Id: Malam itu, dengan senter di tangan, Dewi dan Bagus turun ke ruang penyimpanan candi.
    En: That night, with flashlights in hand, Dewi and Bagus descended into the temple's storage room.

    Id: Mereka membuka setiap buku dan dokumen kuno yang bisa memberikan petunjuk.
    En: They opened every book and ancient document that could provide clues.

    Id: Kemudian, Dewi menemukan peta tua yang menuntun mereka ke sebuah pintu tersembunyi di dasar candi.
    En: Then, Dewi found an old map that led them to a hidden door at the base of the temple.

    Id: "Dewi, kamu yakin ini tempatnya?
    En: "Dewi, are you sure this is the place?"

    Id: " tanya Bagus dengan nada ragu.
    En: Bagus asked with a doubtful tone.

    Id: "Yakin, Bagus.
    En: "Sure, Bagus.

    Id: Kita harus coba," jawab Dewi dengan mantap.
    En: We have to try," Dewi replied firmly.

    Id: Dengan susah payah, mereka membuka pintu tua itu dan masuk.
    En: With great effort, they opened the old door and entered.

    Id: Di dalamnya, ada lorong gelap yang berliku-liku.
    En: Inside, there was a dark, winding corridor.

    Id: Mereka terus berjalan, hingga tiba di sebuah ruangan besar.
    En: They continued walking until they arrived at a large room.

    Id: Di sana, Dewi dan Bagus melihat seorang pria tengah memegang artefak yang hilang.
    En: There, Dewi and Bagus saw a man holding the missing artifact.

    Id: "Hei, kamu!
    En: "Hey, you!"

    Id: " seru Bagus.
    En: shouted Bagus.

    Id: Pria itu terkejut dan mencoba melarikan diri, tapi Bagus berhasil menangkapnya setelah perjuangan singkat.
    En: The man was startled and tried to escape, but Bagus managed to catch him after a brief struggle.

    Id: "Kenapa kamu mencuri artefak ini?
    En: "Why did you steal this artifact?"

    Id: " tanya Bagus tegas.
    En: Bagus asked sternly.

    Id: Pria itu mengakui bahwa dia mencoba menjual artefak tersebut untuk kepentingan pribadi.
    En: The man admitted that he was trying to sell the artifact for personal gain.

    Id: Dewi mengamati ruangan itu.
    En: Dewi observed the room.

    Id: Matahari pagi mulai menembus celah-celah candi, memberikan sentuhan ajaib pada ruangan tersebut.
    En: The morning sun began to penetrate the temple's crevices, giving the room a magical touch.

    Id: Ia merasakan perasaan bangga.
    En: She felt a sense of pride.

    Id: Bagus memandang Dewi dengan rasa hormat yang baru.
    En: Bagus looked at Dewi with newfound respect.

    Id: "Dewi, terima kasih.
    En: "Dewi, thank you.

    Id: Tanpa kamu, saya tidak akan pernah menemukan tempat ini," kata Bagus dengan tulus.
    En: Without you, I would never have found this place," Bagus said sincerely.

    Id: "Sama-sama, Bagus.
    En: "You're welcome, Bagus.

    Id: Kita tim yang bagus," jawab Dewi sambil tersenyum.
    En: We make a good team," Dewi replied with a smile.

    Id: Setelah menyerahkan artefak yang ditemukan kepada pihak berwenang, Dewi dan Bagus kembali ke atas candi.
    En: After handing over the recovered artifact to the authorities, Dewi and Bagus returned to the top of the temple.

    Id: Dewi merasa lebih percaya diri dengan kemampuan investigasinya.
    En: Dewi felt more confident in her investigative abilities.

    Id: Sementara itu, Bagus belajar bahwa terkadang, sangat penting untuk mempercayai dan menghargai kemampuan orang lain.
    En: Meanwhile, Bagus learned that sometimes, it is very important to trust and appreciate others' capabilities.

    Id: Matahari semakin tinggi, dan Candi Borobudur kembali tampak tenang dan damai.
    En: The sun climbed higher, and Borobudur Temple once again appeared calm and peaceful.

    Id: Keindahan dan misteri candi itu akan terus memikat hati setiap orang yang datang.
    En: The temple's beauty and mystery would continue to captivate the hearts of everyone who came.

    Id: Dewi dan Bagus membuka lembaran baru dalam hidup mereka, penuh penghormatan dan kepercayaan satu sama lain.
    En: Dewi and Bagus opened a new chapter in their lives, full of mutual respect and trust.


    Vocabulary Words:
    • scorching: terik
    • season: musim
    • glistened: berkilauan
    • reliefs: relief
    • ancient: kuno
    • mystery: misteri
    • thrilled: mendebarkan
    • passionate: penuh semangat
    • determination: tekad
    • artifact: artefak
    • reluctantly: enggan
    • valuable: berharga
    • skeptical: skeptis
    • responsible: penuh tanggung jawab
    • revered: dihormati
    • clues: petunjuk
    • investigating: menyelidiki
    • descended: turun
    • storeroom: ruang penyimpanan
    • effort: susah payah
    • winding corridor: lorong yang berliku-liku
    • uncover: mengungkap
    • startled: terkejut
    • struggle: perjuangan
    • personal gain: kepentingan pribadi
    • penetrate: menembus
    • crevices: celah-celah
    • magical: ajaib
    • respect: penghormatan
    • mutual: saling
    21 min
  • Museum Madness: Secrets, Space Dreams, and a Private Mars Preview
    Fluent Fiction - Indonesian: Museum Madness: Secrets, Space Dreams, and a Private Mars Preview
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/museum-madness-secrets-space-dreams-and-a-private-mars-preview

    Story Transcript:

    Id: Di tengah kegembiraan musim kemarau, Raka dan Dini berada di Museum Sains Jakarta.
    En: Amidst the excitement of the dry season, Raka and Dini were at the Jakarta Science Museum.

    Id: Sinar matahari yang cerah menyinari pintu kaca besar saat mereka memasuki aula yang penuh anak sekolah.
    En: Bright sunlight lit up the large glass doors as they entered the hall filled with school children.

    Id: Mereka adalah bagian dari rombongan sekolah yang datang untuk belajar tentang sains hari itu.
    En: They were part of a school group that came to learn about science that day.

    Id: Raka, seorang anak laki-laki yang penasaran dengan segala hal tentang luar angkasa, sangat bersemangat untuk melihat pameran "Koloni Mars" yang baru.
    En: Raka, a boy curious about everything space-related, was very excited to see the new "Mars Colony" exhibit.

    Id: “Aku ingin menjadi astronot,” bisiknya kepada Dini saat mereka berjalan menyusuri koridor.
    En: "I want to be an astronaut," he whispered to Dini as they walked down the corridor.

    Id: Dini, yang selalu lebih bijaksana dan hati-hati, menganggukkan kepala.
    En: Dini, who was always more wise and cautious, nodded.

    Id: "Tapi ingat, kita harus ikuti aturan," katanya.
    En: "But remember, we have to follow the rules," she said.

    Id: Ketika mereka tiba di pameran, terdapat papan besar yang bertuliskan "Tutup Sementara.
    En: When they arrived at the exhibit, there was a large sign reading "Temporarily Closed."

    Id: " Raka merasa kecewa dan frustasi.
    En: Raka felt disappointed and frustrated.

    Id: “Kita harus masuk,” kata Raka dengan tekad.
    En: "We have to get in," Raka said determinedly.

    Id: Dini menarik napas panjang.
    En: Dini took a deep breath.

    Id: "Itu berisiko.
    En: "It's risky.

    Id: Tapi, jika kita bisa masuk dengan cara aman, aku akan bantu.
    En: But if we can get in safely, I'll help."

    Id: "Raka memandang sekeliling, mencari jalan lain.
    En: Raka looked around, searching for another way in.

    Id: Mereka menemukan pintu kecil di belakang sebuah tirai.
    En: They found a small door behind a curtain.

    Id: Dengan hati-hati, mereka menyelinap masuk.
    En: Carefully, they slipped inside.

    Id: Mereka berjalan pelan menyusuri koridor yang sempit hingga tiba di pameran "Koloni Mars.
    En: They walked quietly down a narrow corridor until they arrived at the "Mars Colony" exhibit.

    Id: "Pamerannya menakjubkan.
    En: The exhibit was amazing.

    Id: Model koloni Mars sangat realistis.
    En: The Mars colony model was very realistic.

    Id: Raka dan Dini terpesona.
    En: Raka and Dini were mesmerized.

    Id: Tetapi, tiba-tiba terdengar suara keras—alarm keamanan berdering.
    En: But suddenly, there was a loud noise—the security alarm was ringing.

    Id: Mereka panik.
    En: They panicked.

    Id: Petugas museum datang dengan cepat.
    En: Museum staff quickly arrived.

    Id: "Apa yang kalian lakukan di sini?
    En: "What are you doing here?"

    Id: " tanya salah satu petugas dengan nada khawatir.
    En: one of the staff asked with concern.

    Id: Raka dengan gugup meminta maaf.
    En: Raka nervously apologized.

    Id: “Kami sangat ingin melihat pameran ini.
    En: "We really wanted to see this exhibit.

    Id: Saya bermimpi menjadi astronot.
    En: I dream of becoming an astronaut."

    Id: ”Petugas terdiam sejenak, lalu tersenyum.
    En: The staff paused for a moment, then smiled.

    Id: "Pameran ini akan dibuka dalam beberapa jam.
    En: "The exhibit will open in a few hours.

    Id: Karena kalian sangat antusias, kami akan memberi kalian pratinjau pribadi.
    En: Because you are so enthusiastic, we will give you a private preview."

    Id: "Raka dan Dini bernafas lega.
    En: Raka and Dini breathed a sigh of relief.

    Id: Mereka diberi waktu untuk melihat-lihat dengan tenang.
    En: They were given time to look around calmly.

    Id: Setelah itu, Raka menyadari pentingnya kesabaran.
    En: After that, Raka realized the importance of patience.

    Id: "Dini, kamu benar.
    En: "Dini, you were right.

    Id: Kadang kita harus bersabar.
    En: Sometimes we have to be patient."

    Id: "Dini tersenyum.
    En: Dini smiled.

    Id: "Kadang risiko perlu diambil.
    En: "Sometimes risks need to be taken.

    Id: Aku juga belajar sesuatu hari ini.
    En: I learned something today too."

    Id: "Ketika mereka kembali ke rombongan, Raka dan Dini tak bisa berhenti bercerita tentang pengalaman mereka.
    En: When they rejoined the group, Raka and Dini couldn't stop talking about their experience.

    Id: Mereka belajar bahwa keseimbangan antara keberanian dan kehati-hatian adalah kunci.
    En: They learned that the balance between bravery and caution is key.

    Id: Matahari masih bersinar terang saat mereka keluar dari museum.
    En: The sun was still shining brightly as they left the museum.

    Id: Raka merasa lebih dekat dengan impiannya.
    En: Raka felt closer to his dream.

    Id: Kedua teman itu pulang dengan senyum di wajah, membawa pelajaran berharga dari petualangan mereka.
    En: The two friends went home with smiles on their faces, carrying valuable lessons from their adventure.


    Vocabulary Words:
    • amidst: di tengah
    • excitement: kegembiraan
    • wise: bijaksana
    • cautious: hati-hati
    • determinedly: dengan tekad
    • breath: nafas
    • narrow: sempit
    • realistic: realistis
    • mesmerized: terpesona
    • panicked: panik
    • concern: khawatir
    • pause: terdiam
    • enthusiastic: antusias
    • preview: pratinjau
    • relief: lega
    • patient: bersabar
    • balance: keseimbangan
    • bravery: keberanian
    • risk: risiko
    • curious: penasaran
    • astronaut: astronot
    • corridor: koridor
    • exhibit: pameran
    • season: musim
    • frustrated: frustasi
    • sign: papan
    • carefully: dengan hati-hati
    • security: keamanan
    • important: penting
    • adventure: petualangan
    18 min
  • Rina's Rise: Earning Leadership, Friendship, and Love
    Fluent Fiction - Indonesian: Rina's Rise: Earning Leadership, Friendship, and Love
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/rinas-rise-earning-leadership-friendship-and-love

    Story Transcript:

    Id: Matahari bersinar terik di langit.
    En: The sun blazed fiercely in the sky.

    Id: Angin kering berhembus lembut di halaman sekolah.
    En: A dry wind blew gently across the school grounds.

    Id: Di dalam gymnasium sekolah, suasana ramai dan meriah.
    En: Inside the school gymnasium, the atmosphere was busy and lively.

    Id: Posters kampanye terlihat di setiap sudut.
    En: Campaign posters were visible in every corner.

    Id: Para siswa berkumpul di polling place, tempat mereka akan memberikan suara untuk pemilihan ketua OSIS.
    En: The students gathered at the polling place, where they would cast their votes for the student council president.

    Id: Rina berdiri di dekat pintu masuk gymnasium, tersenyum pada setiap siswa yang datang.
    En: Rina stood near the entrance of the gymnasium, smiling at each student who came in.

    Id: Rina adalah siswa yang berdedikasi.
    En: Rina was a dedicated student.

    Id: Dia ingin menjadi ketua OSIS agar bisa membawa perubahan positif di sekolah.
    En: She wanted to become the student council president to bring positive change to the school.

    Id: Di sampingnya, Dimas sibuk membagikan brosur kampanye.
    En: Next to her, Dimas was busy handing out campaign brochures.

    Id: Dimas adalah sahabat terbaik Rina sekaligus manajer kampanyenya.
    En: Dimas was Rina's best friend as well as her campaign manager.

    Id: Namun, Dimas juga menyimpan rahasia besar: dia sebenarnya mencintai Rina.
    En: However, Dimas also kept a big secret: he was actually in love with Rina.

    Id: Di sisi lain gymnasium, ada calon ketua OSIS lain yang sangat populer, Lisa.
    En: On the other side of the gymnasium, there was another candidate for student council president who was very popular, Lisa.

    Id: Semua orang mengenal Lisa karena kepopulerannya.
    En: Everyone knew Lisa because of her popularity.

    Id: Rina tahu bahwa untuk menang, dia harus bekerja keras.
    En: Rina knew that to win, she would have to work hard.

    Id: Selama kampanye, Dimas selalu mendukung Rina.
    En: During the campaign, Dimas always supported Rina.

    Id: Namun di dalam hatinya, Dimas merasakan konflik.
    En: But in his heart, Dimas felt conflicted.

    Id: Haruskah dia mengungkapkan perasaannya kepada Rina atau tetap mendukung kampanyenya tanpa mengganggu fokus Rina?
    En: Should he reveal his feelings to Rina, or should he continue to support her campaign without disrupting her focus?

    Id: Pada suatu saat, terdengar rumor skandal tentang Lisa.
    En: At one point, a rumor emerged about Lisa.

    Id: Beberapa orang berkata bahwa Lisa mendapat dukungan karena ayahnya menyumbang banyak uang untuk sekolah.
    En: Some people said that Lisa had received backing because her father had donated a lot of money to the school.

    Id: Rina bingung.
    En: Rina was confused.

    Id: Haruskah dia menggunakan rumor ini untuk melawan Lisa, atau tetap bermain adil dalam kampanye?
    En: Should she use this rumor against Lisa, or should she continue to play fair in the campaign?

    Id: Hari pemilihan semakin dekat.
    En: The election day drew closer.

    Id: Dimas memutuskan untuk tidak mengungkapkan perasaannya agar tidak mengganggu Rina dalam kampanye.
    En: Dimas decided not to reveal his feelings so as not to disrupt Rina during the campaign.

    Id: Dia menyemangati Rina dengan sepenuh hati.
    En: He cheered Rina on wholeheartedly.

    Id: Rina, di sisi lain, memutuskan untuk tidak menggunakan rumor tentang Lisa.
    En: Rina, on the other hand, decided not to use the rumor about Lisa.

    Id: Dia ingin memenangkan pemilihan secara adil.
    En: She wanted to win the election fairly.

    Id: Akhirnya, hari pemilihan tiba.
    En: Finally, election day arrived.

    Id: Para siswa memberikan suara mereka dengan antusias.
    En: The students cast their votes enthusiastically.

    Id: Ketika waktu penghitungan suara tiba, semua siswa berkumpul di dalam gymnasium.
    En: When the time came to count the votes, all the students gathered in the gymnasium.

    Id: Dimas berdiri di sisi Rina, keduanya merasa gugup menunggu hasilnya.
    En: Dimas stood by Rina's side, both feeling nervous as they awaited the results.

    Id: "Dan pemenangnya adalah.
    En: "And the winner is...

    Id: Rina!
    En: Rina!"

    Id: " suara dari mikrofon menggema di seluruh gymnasium.
    En: the voice over the microphone echoed throughout the gymnasium.

    Id: Ruangan itu penuh dengan tepuk tangan dan sorak sorai.
    En: The room was filled with applause and cheers.

    Id: Rina terharu, air matanya menetes.
    En: Rina was moved to tears.

    Id: Dia mengetahui bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang kejujuran dan kerja keras.
    En: She knew that true leadership was about honesty and hard work.

    Id: Setelah semua selesai, Dimas mengambil napas dalam-dalam.
    En: After everything was over, Dimas took a deep breath.

    Id: Ini momen yang tepat.
    En: This was the right moment.

    Id: Dengan hati yang berat, tetapi yakin, Dimas berkata kepada Rina, "Rina, ada sesuatu yang ingin aku katakan.
    En: With a heavy yet determined heart, Dimas said to Rina, "Rina, there's something I want to tell you.

    Id: Sebenarnya, aku sudah lama menyimpan perasaan padamu.
    En: Actually, I've had feelings for you for a long time."

    Id: "Rina terdiam sejenak, lalu tersenyum lembut.
    En: Rina was silent for a moment, then smiled gently.

    Id: "Dimas, terima kasih telah selalu berada di sampingku.
    En: "Dimas, thank you for always being by my side.

    Id: Aku menghargai perasaanmu dan persahabatan kita.
    En: I appreciate your feelings and our friendship.

    Id: Mari kita bicara lebih banyak tentang ini nanti.
    En: Let's talk more about this later."

    Id: "Dimas merasa lega telah jujur pada Rina.
    En: Dimas felt relieved to have been honest with Rina.

    Id: Mereka berdua berdiri di sana, di tengah gymnasium, merasakan hangatnya persahabatan dan langkah baru ke depan dalam hubungan mereka.
    En: They both stood there, in the middle of the gymnasium, feeling the warmth of their friendship and a new step forward in their relationship.

    Id: Rina belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana kita mencapainya.
    En: Rina learned that being a leader is not just about achieving goals but also about how we achieve them.

    Id: Dimas belajar bahwa kejujuran pada diri sendiri adalah langkah penting dalam memahami perasaan.
    En: Dimas learned that being honest with oneself is an important step in understanding feelings.

    Id: Musim kering itu menjadi saksi dari perubahan besar dalam hidup mereka berdua.
    En: That dry season bore witness to the great changes in both of their lives.


    Vocabulary Words:
    • blazed: bersinar terik
    • fiercely: dengan terik
    • gymnasium: gymnasium
    • grounds: halaman
    • lively: meriah
    • polling: pemilihan
    • votes: suara
    • dedicated: berdedikasi
    • brochures: brosur
    • manager: manajer
    • conflicted: merasa konflik
    • emerged: terdengar
    • rumor: rumor
    • backing: dukungan
    • donated: menyumbang
    • fairly: secara adil
    • enthusiastically: dengan antusias
    • microphone: mikrofon
    • echoed: menggema
    • applause: tepuk tangan
    • cheers: sorak sorai
    • moved: terharu
    • honesty: kejujuran
    • reveal: mengungkapkan
    • determined: yakin
    • appreciate: menghargai
    • relieved: lega
    • leadership: kepemimpinan
    • achieving: mencapai
    • goals: tujuan
    21 min
  • High Stakes and New Beginnings: A Night in Jakarta's Underworld
    Fluent Fiction - Indonesian: High Stakes and New Beginnings: A Night in Jakarta's Underworld
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/high-stakes-and-new-beginnings-a-night-in-jakartas-underworld

    Story Transcript:

    Id: Jakarta di malam hari, suara gemuruh kendaraan menjadi latar belakang.
    En: Jakarta at night, the roar of vehicles forming the background noise.

    Id: Di sebuah ruangan remang-remang, aroma asap rokok bercampur dengan bau harum dupa dari perayaan Idul Adha.
    En: In a dimly lit room, the aroma of cigarette smoke mixed with the sweet scent of incense from the Idul Adha celebrations.

    Id: Sania duduk di meja poker, jantungnya berdegup kencang.
    En: Sania sat at the poker table, her heart pounding.

    Id: Dia tak hanya bermain untuk uang, tapi juga untuk keluarganya.
    En: She wasn’t just playing for money, but also for her family.

    Id: Mereka terhimpit utang besar.
    En: They were burdened with a huge debt.

    Id: Di seberang meja, Raka memandang dengan tajam.
    En: Across the table, Raka stared intently.

    Id: Dia bukan hanya ingin memenangkan uang, tapi juga mencari sesuatu lebih dari itu.
    En: He didn’t just want to win money but was also searching for something more.

    Id: Dunia poker adalah tempat dia bisa merasakan denyut nadi kehidupan.
    En: The world of poker was where he could feel the pulse of life.

    Id: Raka sudah lama merasa kosong, tak ada hubungan emosional yang berarti dalam hidupnya.
    En: Raka had long felt empty, without any significant emotional connection in his life.

    Id: Permainan dimulai.
    En: The game began.

    Id: Sania mencoba strategi baru, mengandalkan kecerdasannya yang cepat.
    En: Sania tried a new strategy, relying on her quick intelligence.

    Id: Dia tahu harus bagaimana menjaga wajah tetap tenang.
    En: She knew exactly how to keep a straight face.

    Id: Tapi, di dalam lubuk hati, dia sangat tertekan.
    En: But deep down, she was extremely stressed.

    Id: Kartu demi kartu dibagikan.
    En: Card after card was dealt.

    Id: Kompetisi semakin sengit.
    En: The competition grew more intense.

    Id: Di tengah permainan, Sania dan Raka sering saling bertukar tatapan.
    En: During the game, Sania and Raka often exchanged glances.

    Id: Ada sesuatu dalam mata Raka yang membuat Sania merasa aneh, seolah dia bisa membaca hatinya.
    En: There was something in Raka's eyes that made Sania feel strange, as if he could read her heart.

    Id: Dalam satu putaran yang sangat menegangkan, mereka berdua bertemu langsung.
    En: In a particularly tense round, the two faced each other directly.

    Id: Raka memperhatikan kecemasan di wajah Sania.
    En: Raka noticed the anxiety on Sania’s face.

    Id: Dia merasakan ada sesuatu yang lebih dalam di balik usaha kerasnya memenangkan permainan ini.
    En: He sensed that there was something deeper behind her hard effort to win this game.

    Id: "Sania," bisik Raka di sela-sela permainan.
    En: "Sania," Raka whispered between the games.

    Id: "Kenapa kamu bermain begitu keras malam ini?
    En: "Why are you playing so hard tonight?"

    Id: "Sania terdiam sejenak.
    En: Sania paused for a moment.

    Id: Dia bimbang apakah harus jujur atau tidak.
    En: She hesitated about whether to be honest or not.

    Id: Tapi melihat mata Raka yang penuh perhatian, Sania merasa aman untuk bercerita.
    En: But seeing Raka's attentive eyes, Sania felt safe to share.

    Id: "Aku butuh uang ini untuk keluargaku," katanya pelan.
    En: "I need this money for my family," she said softly.

    Id: "Kami terlilit utang.
    En: "We are buried in debt."

    Id: "Raka merasakan empati.
    En: Raka felt empathy.

    Id: Tanpa berpikir panjang, dia membuat keputusan besar dalam hidupnya.
    En: Without thinking twice, he made a big decision in his life.

    Id: "Aku di sini bukan sekadar untuk menang," jawabnya.
    En: "I’m here not just to win," he responded.

    Id: "Aku mencari sesuatu yang lebih dari ini.
    En: "I’m looking for something more than this.

    Id: Dan mungkin, aku menemukannya.
    En: And maybe, I’ve found it."

    Id: "Putaran terakhir tiba.
    En: The final round arrived.

    Id: Kartu di tangan Sania tak terlalu baik.
    En: Sania’s hand wasn’t too good.

    Id: Dia melihat Raka dengan mata penuh harapan.
    En: She looked at Raka with hopeful eyes.

    Id: Dalam hati, Raka tahu apa yang perlu dia lakukan.
    En: In his heart, Raka knew what he needed to do.

    Id: Mereka berdua, dengan sejenak tatapan penuh pengertian, memutuskan untuk fold.
    En: Both of them, with a moment of understanding glances, decided to fold.

    Id: Permainan berhenti, keheningan menyelimuti ruangan.
    En: The game stopped, and silence enveloped the room.

    Id: Mereka meninggalkan meja bersama, merasakan kelegaan yang sama.
    En: They left the table together, feeling the same relief.

    Id: Malam itu, di bawah langit Jakarta yang penuh bintang, Sania dan Raka menemukan harapan baru.
    En: That night, under Jakarta’s starry sky, Sania and Raka found new hope.

    Id: Sania tak lagi merasa sendiri.
    En: Sania no longer felt alone.

    Id: Ada seseorang yang memahami perasaannya.
    En: There was someone who understood her feelings.

    Id: Raka akhirnya merasakan kehangatan hubungan emosional yang tulus.
    En: Raka finally felt the warmth of a genuine emotional bond.

    Id: Kehangatan malam Idul Adha memeluk mereka berdua.
    En: The warmth of the Idul Adha night embraced them both.

    Id: Ini bukan sekadar akhir dari sebuah permainan, tapi awal dari sebuah cerita baru.
    En: It wasn’t just the end of a game, but the beginning of a new story.

    Id: Sebuah bab yang penuh harapan dan cinta.
    En: A chapter full of hope and love.

    Id: Di luar, suara takbir bergema.
    En: Outside, the sound of Takbir echoed.

    Id: Sania dan Raka, berjalan berdua, meninggalkan ruangan dengan langkah pasti.
    En: Sania and Raka walked together, leaving the room with determined steps.

    Id: Mereka tahu, tantangan masih ada, tapi dengan kebersamaan, mereka siap menghadapinya.
    En: They knew challenges still lay ahead, but with togetherness, they were ready to face them.

    Id: Dengan senyum di wajah, mereka siap menyongsong hari baru.
    En: With smiles on their faces, they were ready to welcome a new day.


    Vocabulary Words:
    • roar: gemuruh
    • dimly: remang-remang
    • aroma: aroma
    • incense: dupa
    • heart pounding: jantungnya berdegup kencang
    • burdened: terhimpit
    • huge debt: utang besar
    • stared intently: memandang dengan tajam
    • pulse: denyut nadi
    • emotional connection: hubungan emosional
    • strategy: strategi
    • quick intelligence: kecerdasannya yang cepat
    • straight face: wajah tetap tenang
    • stressed: tertekan
    • competition: kompetisi
    • exchange glances: saling bertukar tatapan
    • anxiety: kecemasan
    • empathy: empati
    • final round: putaran terakhir
    • hopeful eyes: mata penuh harapan
    • understanding glances: tatapan penuh pengertian
    • relief: kelegaan
    • genuine: tulus
    • embraced: memeluk
    • chapter: bab
    • echoed: bergema
    • determined steps: langkah pasti
    • challenges: tantangan
    • togetherness: kebersamaan
    • welcoming: menyongsong
    21 min
  • Office Antics: How Rina and Wira Spiced Up Their Workday
    Fluent Fiction - Indonesian: Office Antics: How Rina and Wira Spiced Up Their Workday
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/office-antics-how-rina-and-wira-spiced-up-their-workday

    Story Transcript:

    Id: Di pagi musim dingin yang dingin, kantor perusahaan Bagian Pemasaran mulai sibuk.
    En: On a chilly winter morning, the Marketing Department office began to buzz with activity.

    Id: Rina dan Wira duduk di meja mereka, mencoba untuk tetap fokus pada pekerjaan masing-masing.
    En: Rina and Wira were seated at their desks, trying to stay focused on their respective tasks.

    Id: Namun, suasana monoton membuat Rina merasa bosan.
    En: However, the monotonous atmosphere made Rina feel bored.

    Id: "Wira, gimana kalau kita ikut rapat itu?
    En: "Wira, what if we join that meeting?"

    Id: " bisik Rina sambil menunjuk layar komputer.
    En: whispered Rina while pointing at the computer screen.

    Id: Ada rapat online yang seharusnya hanya untuk para petinggi perusahaan.
    En: There was an online meeting that was supposed to be only for the company's higher-ups.

    Id: Wira tampak ragu.
    En: Wira seemed hesitant.

    Id: "Tapi itu rapat buat bos-bos kita, bukan buat kita," jawab Wira dengan serius.
    En: "But that meeting is for our bosses, not for us," Wira replied seriously.

    Id: "Ini akan menyenangkan, Wira!
    En: "This will be fun, Wira!

    Id: Yuk, sebentar aja.
    En: Come on, just for a bit.

    Id: Kita lihat apa yang mereka bicarakan," Rina memohon dengan senyum nakal di wajahnya.
    En: Let's see what they're talking about," Rina pleaded with a mischievous smile on her face.

    Id: Akhirnya, Wira menyerah dan mereka berdua masuk ke dalam rapat virtual tanpa disadari siapa pun.
    En: Eventually, Wira gave in, and the two of them entered the virtual meeting unnoticed by anyone.

    Id: Di awal, mereka hanya mendengarkan.
    En: At first, they only listened.

    Id: Namun, ide-ide usil mulai muncul di kepala Rina.
    En: However, mischievous ideas started to form in Rina's head.

    Id: "Wira, lihat ini," kata Rina sembari menulis komentar di chat rapat, "Apakah ada yang tahu di mana letak dapur kantor baru kita?
    En: "Wira, look at this," said Rina while typing a comment in the meeting chat, "Does anyone know where our new office kitchen is?"

    Id: " Beberapa peserta rapat bingung dengan pertanyaan aneh itu.
    En: Some of the meeting attendees were confused by the odd question.

    Id: Wira tertawa kecil, "Rina, kamu gila!
    En: Wira chuckled lightly, "Rina, you're crazy!"

    Id: " Tapi, dia tak bisa menahan rasa senangnya dan ikut terlibat.
    En: But he couldn't suppress his amusement and joined in.

    Id: Selanjutnya, Rina mengubah foto profil mereka menjadi gambar kucing lucu.
    En: Next, Rina changed their profile pictures to cute cat images.

    Id: Tiap kali Rina atau Wira berbicara, wajah kucing itu muncul di layar.
    En: Every time Rina or Wira spoke, the cat face would appear on the screen.

    Id: Beberapa peserta rapat mulai tertawa kecil, namun tak ada yang tahu siapa pelakunya.
    En: Some of the meeting participants started chuckling, but no one knew who the culprit was.

    Id: Situasi di rapat semakin kacau saat Rina mulai menulis pesan-pesan aneh di kolom chat, seperti "Apakah kita bisa membahas anggaran untuk liburan bersama?
    En: The meeting became more chaotic when Rina began writing strange messages in the chat, like, "Can we discuss the budget for a team vacation?"

    Id: " dan "Siapa yang membawa kopi pagi ini?
    En: and "Who brought the morning coffee?"

    Id: " Para petinggi mulai frustasi, bingung dengan gangguan tak terduga ini.
    En: The executives grew frustrated, bewildered by the unexpected disruptions.

    Id: Akhirnya, ketika seorang manajer mencoba mencari tahu siapa yang menyebabkan kekacauan tersebut, Rina dan Wira dengan cepat keluar dari rapat virtual.
    En: Finally, when a manager tried to figure out who was causing the commotion, Rina and Wira quickly exited the virtual meeting.

    Id: Mereka terengah-engah, tapi tertawa terbahak-bahak.
    En: They were out of breath but laughing hysterically.

    Id: "Gila, itu seru banget!
    En: "Wow, that was so much fun!"

    Id: " seru Rina.
    En: exclaimed Rina.

    Id: Wira hanya bisa menggelengkan kepala, namun dia tampak lebih rileks dan tersenyum lebar.
    En: Wira could only shake his head, but he looked more relaxed and had a broad smile on his face.

    Id: "Sekarang, kita harus lebih hati-hati.
    En: "Now, we need to be more careful.

    Id: Bisa kena marah kalau ketahuan," kata Wira.
    En: We could get in trouble if we're caught," said Wira.

    Id: Setelah insiden itu, suasana kantor terasa berbeda bagi mereka.
    En: After that incident, the office atmosphere felt different for them.

    Id: Rina merasa puas karena berhasil menyuntikkan sedikit keceriaan dalam hari yang monoton.
    En: Rina felt satisfied for having injected a bit of cheer into the monotonous day.

    Id: Sementara Wira, meski tetap waspada, mulai melihat bahwa sedikit kesenangan di tempat kerja bukan sesuatu yang buruk.
    En: Meanwhile, Wira, though still cautious, began to see that a little fun at work wasn't such a bad thing.

    Id: Keduanya kembali ke pekerjaan mereka, tapi kini ada keterikatan yang lebih kuat di antara mereka, dan mereka paham bahwa sedikit humor takkan merugikan siapa-siapa.
    En: They returned to their work, but now there was a stronger bond between them, and they understood that a bit of humor wouldn’t hurt anyone.

    Id: Jadi, meskipun hari itu mereka sedikit nakal, suasana kantor akhirnya menjadi lebih hidup dan ceria.
    En: So, even though they had been a bit naughty that day, the office ultimately became more lively and cheerful.


    Vocabulary Words:
    • chilly: dingin
    • respective: masing-masing
    • monotonous: monoton
    • pleaded: memohon
    • mischievous: nakal
    • hesitant: ragu
    • unnoticed: tanpa disadari
    • culprit: pelakunya
    • bewildered: bingung
    • suppress: menahan
    • amusement: kesenangan
    • injected: menyuntikkan
    • cheer: keceriaan
    • humor: humor
    • ultimate: akhirnya
    • higher-ups: petinggi
    • participant: peserta
    • serious: serius
    • respect: hormat
    • bosses: bos
    • entertained: terhibur
    • formed: terbentuk
    • confused: bingung
    • frustrated: frustasi
    • unexpected: tak terduga
    • disruption: gangguan
    • chuckling: tertawa kecil
    • causing: menyebabkan
    • commotion: kekacauan
    • hysterically: terbahak-bahak
    18 min
  • Rainy Day Rescue: A Jakarta Leaky Roof Adventure
    Fluent Fiction - Indonesian: Rainy Day Rescue: A Jakarta Leaky Roof Adventure
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/rainy-day-rescue-a-jakarta-leaky-roof-adventure

    Story Transcript:

    Id: Langit Jakarta tampak gelap dan penuh awan hitam.
    En: The sky over Jakarta looked dark and filled with black clouds.

    Id: Hujan turun deras, tiada henti sejak pagi.
    En: It had been raining heavily and incessantly since the morning.

    Id: Di dalam rumah megah dengan taman rapi, Rina berdiri di ruang tamu, memandang langit-langit.
    En: Inside a grand house with a neat garden, Rina stood in the living room, gazing up at the ceiling.

    Id: "Atapnya bocor lagi," gumam Rina, terdengar gusar.
    En: "The roof is leaking again," Rina muttered, sounding exasperated.

    Id: Di sebelah rumah, Siska, sahabat kecil Rina, duduk di sofa dengan segelas kopi.
    En: Next door, Siska, Rina’s childhood friend, sat on the sofa with a cup of coffee.

    Id: Ia melihat tetesan air yang jatuh dari atap Rina. Siska tertawa ringan.
    En: She noticed the water dripping from Rina's ceiling and chuckled softly.

    Id: "Tenang, Rin. Hanya hujan. Nanti juga berhenti," kata Siska dengan nada santai.
    En: "Relax, Rin. It's just rain. It will stop eventually," Siska said in a calm tone.

    Id: "Tidak bisa begitu, Sis. Rumah bisa rusak," jawab Rina sambil mengambil ponsel.
    En: "It doesn't work that way, Sis. The house could get damaged," Rina replied while picking up her phone.

    Id: Ia segera menelepon Andi, tukang handal yang sering membantu warga di perumahan mereka.
    En: She promptly called Andi, a skilled handyman who often helped the residents in their housing complex.

    Id: "Andi, bisa ke sini sekarang? Atap saya bocor," ujar Rina dengan nada cemas.
    En: "Andi, can you come over right now? My roof is leaking," Rina said anxiously.

    Id: Tak lama kemudian, Andi muncul dengan perlengkapan reparasi.
    En: Not long after, Andi arrived with repair equipment.

    Id: Ia tampak basah kuyup.
    En: He looked drenched.

    Id: "Mari kita lihat," kata Andi dengan semangat.
    En: "Let's take a look," Andi said energetically.

    Id: Andi mulai memeriksa atap, sesekali mendengus kesulitan karena hujan deras.
    En: Andi started inspecting the roof, occasionally grunting from the difficulty caused by the heavy rain.

    Id: Rina mengawasinya dengan hati-hati, sementara Siska mencoba membuat suasana lebih ceria.
    En: Rina watched him intently, while Siska tried to lighten the mood.

    Id: "Sabar, Rin. Pikirkan sisi baiknya, nanti ada cerita lucu untuk diceritakan," kata Siska sambil tersenyum.
    En: "Patience, Rin. Think of the bright side, later we’ll have a funny story to tell," Siska said with a smile.

    Id: Namun, momen lucu itu datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
    En: However, the funny moment came sooner than expected.

    Id: Saat Andi berusaha memperbaiki atap, ia terpeleset karena ubin basah dan jatuh menimpa pipa air.
    En: While Andi was trying to fix the roof, he slipped on the wet tiles and fell onto a water pipe.

    Id: Air mulai berhamburan, menciptakan hujan di dalam rumah.
    En: Water sprayed everywhere, creating an indoor rain shower.

    Id: Siska tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu, sementara Rina tertunduk lesu.
    En: Siska laughed heartily at the incident, while Rina stood crestfallen.

    Id: "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Rina bertanya putus asa.
    En: "What are we supposed to do now?" Rina asked hopelessly.

    Id: Andi, yang basah kuyup tapi tidak menyerah, berdiri dan berkata, "Kita bisa tangani ini, Bu Rina. Saya minta maaf. Saya akan memperbaikinya."
    En: Andi, soaked but undeterred, got up and said, "We can handle this, Ms. Rina. I'm sorry. I will fix it."

    Id: Dengan bimbingan Rina yang ketat dan semangat keceriaan dari Siska, Andi mulai bekerja lagi.
    En: With Rina’s careful guidance and Siska’s cheerful spirit, Andi got back to work.

    Id: Kali ini, ia lebih berhati-hati dan fokus.
    En: This time, he was more cautious and focused.

    Id: Butuh waktu, tapi akhirnya atap berhasil diperbaiki tanpa bocor lagi.
    En: It took some time, but eventually, the roof was repaired without any more leaks.

    Id: "Pipa air juga sudah dibetulkan," tambah Andi dengan senyum lega.
    En: "The water pipe has also been fixed," Andi added with a relieved smile.

    Id: Rina akhirnya tersenyum, meski basah dan lelah.
    En: Rina finally smiled, despite being wet and tired.

    Id: "Terima kasih, Andi. Kamu sudah sangat membantu."
    En: "Thank you, Andi. You've been very helpful."

    Id: Siska datang mendekat dan memeluk Rina.
    En: Siska came over and hugged Rina.

    Id: "Lihat, sekarang kamu bisa tertawa soal ini."
    En: "See, now you have a story to laugh about," she said.

    Id: Rina tertawa kecil.
    En: Rina chuckled softly.

    Id: "Kamu benar, Sis. Terkadang kita perlu melihat sisi lucu dari masalah."
    En: "You’re right, Sis. Sometimes we need to see the funny side of problems."

    Id: Di luar, hujan masih turun, tapi di dalam rumah, suasana menjadi hangat.
    En: Outside, the rain was still pouring, but inside the house, the atmosphere had become warm.

    Id: Rina belajar untuk lebih santai dan menikmati momen, sementara Siska merasa lebih dekat dengan sahabatnya.
    En: Rina learned to be more relaxed and to enjoy the moment, while Siska felt closer to her friend.

    Id: Andi merasa bangga karena telah mengatasi tantangan dan memberikan solusi yang lebih baik dari biasanya.
    En: Andi felt proud for overcoming the challenge and providing a better solution than usual.

    Id: Cerita tentang atap bocor ini pasti akan menjadi kenangan lucu yang akan mereka bicarakan lagi nanti.
    En: The story of the leaking roof would surely become a humorous memory they would talk about again later.

    Id: Rina, Siska, dan Andi pun merasa lega dan bahagia, siap menghadapi hari berikutnya.
    En: Rina, Siska, and Andi all felt relieved and happy, ready to face the next day.

    Id: Dan begitulah, di suatu perumahan di Jakarta, di tengah musim hujan, persahabatan dan kerja sama selalu menjadi cerita yang indah.
    En: And so, in a housing complex in Jakarta, amid the rainy season, friendship and cooperation always made for a beautiful story.


    Vocabulary Words:
    • incessantly: tiada henti
    • grand: megah
    • gazing: memandang
    • exasperated: gusar
    • muttered: gumam
    • dripping: tetesan
    • leaking: bocor
    • promptly: segera
    • drenched: basah kuyup
    • inspecting: memeriksa
    • grunting: mendengus
    • crestfallen: tertunduk lesu
    • undeterred: tidak menyerah
    • energetically: dengan semangat
    • careful: hati-hati
    • intently: dengan serius
    • cautious: berhati-hati
    • focused: fokus
    • relieved: lega
    • helpful: membantu
    • chuckled: tertawa ringan
    • hopelessly: putus asa
    • guidance: bimbingan
    • spirit: semangat
    • pouring: turun deras
    • warm: hangat
    • cooperation: kerja sama
    • housing complex: perumahan
    • humorous: lucu
    • challenging: tantangan
    20 min
  • Jet-Set Mishap: A Cat's Unexpected Journey and Lessons Learned
    Fluent Fiction - Indonesian: Jet-Set Mishap: A Cat's Unexpected Journey and Lessons Learned
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/jet-set-mishap-a-cats-unexpected-journey-and-lessons-learned

    Story Transcript:

    Id: Di keramaian Bandara Internasional Soekarno-Hatta, seorang pemuda bernama Rizky berdiri bimbang.
    En: In the bustling crowd of Soekarno-Hatta International Airport, a young man named Rizky stood uncertain.

    Id: Udara kering musim kemarau terasa panas di kulitnya.
    En: The dry air of the dry season felt hot on his skin.

    Id: Kerumunan orang terburu-buru melewati keamanan, bau kopi yang kuat tercium dari kafe bandara, dan pengumuman terus-menerus terdengar dari sistem pengeras suara.
    En: Crowds rushed past security, the strong smell of coffee wafted from the airport café, and announcements constantly echoed from the loudspeakers.

    Id: Rizky sedang menuju Kuala Lumpur untuk program pertukaran universitas.
    En: Rizky was on his way to Kuala Lumpur for a university exchange program.

    Id: Dia ingin menunjukkan pada ibunya bahwa dia bisa mandiri.
    En: He wanted to show his mother that he could be independent.

    Id: Namun ada satu masalah besar.
    En: However, there was one big problem.

    Id: Di kantong ranselnya, Rizky merasakan getaran yang tidak biasa.
    En: In his backpack pocket, Rizky felt an unusual vibration.

    Id: Dia membuka ranselnya hati-hati dan menemukan Si Manis, kucing kesayangan ibunya, bersembunyi di antara pakaian.
    En: He cautiously opened his backpack and found Si Manis, his mother’s beloved cat, hiding among his clothes.

    Id: "Astaga, bagaimana bisa ini terjadi?
    En: "Oh my gosh, how did this happen?"

    Id: " bisik Rizky penuh panik.
    En: Rizky whispered in panic.

    Id: Rizky tahu dia tidak punya banyak waktu.
    En: Rizky knew he didn't have much time.

    Id: Pesawatnya akan segera berangkat.
    En: His flight was about to depart.

    Id: Dia harus membuat keputusan cepat: mengakui kesalahannya dan menghadapi konsekuensinya, atau mencoba menyelundupkan Si Manis melalui keamanan dan menemukan solusi nanti.
    En: He had to make a quick decision: admit his mistake and face the consequences, or try to smuggle Si Manis through security and find a solution later.

    Id: Saat di pos pemeriksaan, petugas keamanan meminta Rizky untuk meletakkan ranselnya di pemindai.
    En: At the checkpoint, the security officer asked Rizky to place his backpack on the scanner.

    Id: Rizky semakin gugup, berharap Si Manis tetap diam.
    En: Rizky grew more nervous, hoping Si Manis would stay quiet.

    Id: Tapi tiba-tiba, Si Manis mengeong keras.
    En: But suddenly, Si Manis let out a loud meow.

    Id: Petugas keamanan menatap Rizky curiga.
    En: The security officers stared at Rizky suspiciously.

    Id: "Apa itu suara kucing?
    En: "Was that a cat?"

    Id: " satu petugas bertanya.
    En: one officer asked.

    Id: Rizky merasa detak jantungnya semakin cepat.
    En: Rizky felt his heartbeat quicken.

    Id: "I-Iya, Pak.
    En: "Y-Yes, sir.

    Id: Ini kucing ibu saya," jawab Rizky akhirnya, menatap lantai.
    En: It's my mother's cat," Rizky finally replied, staring at the floor.

    Id: Petugas keamanan memandang Rizky dengan bingung.
    En: The security officer looked at Rizky in confusion.

    Id: "Anda tidak boleh membawa hewan peliharaan di ransel Anda.
    En: "You can't bring a pet in your backpack.

    Id: Ini melanggar peraturan.
    En: It's against the rules."

    Id: "Rizky hampir putus asa.
    En: Rizky almost despaired.

    Id: Tapi tiba-tiba, dari arah pintu masuk, muncul Ibu Rizky.
    En: But suddenly, from the entrance, Rizky's mother appeared.

    Id: "Maafkan saya," kata ibunya sambil terengah-engah.
    En: "Excuse me," she said, panting.

    Id: "Saya khawatir Si Manis tersesat.
    En: "I was worried that Si Manis got lost.

    Id: Terima kasih sudah menemukannya, Rizky.
    En: Thank you for finding her, Rizky."

    Id: "Perasaan lega dan malu bercampur jadi satu di hati Rizky.
    En: A mix of relief and embarrassment filled Rizky's heart.

    Id: Ibunya mengambil Si Manis dari ranselnya dan tersenyum.
    En: His mother took Si Manis out of his backpack and smiled.

    Id: "Pergilah, jangan sampai ketinggalan pesawatmu," katanya.
    En: "Go on, don't miss your flight," she said.

    Id: Dengan cepat, Rizky berlari menuju gerbang keberangkatan.
    En: Rizky quickly ran towards the departure gate.

    Id: Dia berhasil naik pesawat tepat waktu, tapi dengan pelajaran berharga di hatinya.
    En: He made it onto the plane just in time, but with a valuable lesson in his heart.

    Id: Dia menyadari betapa pentingnya persiapan dan tanggung jawab.
    En: He realized the importance of preparation and responsibility.

    Id: Lebih dari itu, dia memahami seberapa besar dukungan dan kasih sayang ibunya.
    En: More than that, he understood the extent of his mother's support and care.

    Id: Saat pesawat lepas landas, Rizky melihat ke luar jendela dan tersenyum.
    En: As the plane took off, Rizky looked out the window and smiled.

    Id: Di dalam hatinya, dia berjanji akan lebih baik lagi di masa depan.
    En: In his heart, he promised to do better in the future.

    Id: Demikianlah, dengan perjuangan dan pelajaran yang berharga, Rizky memulai petualangan barunya di Kuala Lumpur.
    En: Thus, with struggle and valuable lessons, Rizky began his new adventure in Kuala Lumpur.


    Vocabulary Words:
    • bustling: keramaian
    • uncertain: bimbang
    • dry season: musim kemarau
    • crowds: kerumunan
    • wafted: tercium
    • announcements: pengumuman
    • echoed: terdengar
    • exchange program: program pertukaran
    • independent: mandiri
    • unusual: tidak biasa
    • vibration: getaran
    • cautiously: hati-hati
    • panic: panik
    • quick decision: keputusan cepat
    • admit: mengakui
    • consequences: konsekuensinya
    • smuggle: menyelundupkan
    • scanner: pemindai
    • nervous: gugup
    • suspiciously: curiga
    • confusion: bingung
    • despair: putus asa
    • relief: lega
    • embarrassment: malu
    • departure gate: gerbang keberangkatan
    • valuable: berharga
    • support: dukungan
    • care: kasih sayang
    • preparation: persiapan
    • responsibility: tanggung jawab
    18 min
  • Deadlines & Dreams: Amira's Balancing Act in a Cozy Café
    Fluent Fiction - Indonesian: Deadlines & Dreams: Amira's Balancing Act in a Cozy Café
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/deadlines-dreams-amiras-balancing-act-in-a-cozy-cafe

    Story Transcript:

    Id: Di tengah gemerlap lampu kecil dan aroma kopi yang harum, Café Freelancer di Yogyakarta menjadi tempat favorit banyak mahasiswa.
    En: Amidst the twinkling small lights and the fragrant aroma of coffee, Café Freelancer in Yogyakarta has become a favorite spot for many students.

    Id: Amira sering datang ke sini.
    En: Amira often comes here.

    Id: Dia duduk di meja dekat jendela, laptop terbuka, buku-buku tersebar di sekitarnya.
    En: She sits at a table near the window, her laptop open, books scattered around her.

    Id: Udara kering bulan Juli membuat suasana semakin nyaman.
    En: The dry July air makes the atmosphere even cozier.

    Id: Di depannya, selembar kertas dengan sketsa lukisan yang belum selesai.
    En: In front of her, a sheet of paper with an unfinished painting sketch.

    Id: Amira mahasiswa Gadjah Mada yang rajin dan ambisius.
    En: Amira is a diligent and ambitious student at Gadjah Mada University.

    Id: Dia punya impian besar untuk mendapatkan beasiswa pascasarjana.
    En: She has big dreams of getting a postgraduate scholarship.

    Id: Tetapi dia juga punya hobi tersembunyi: melukis.
    En: But she also has a hidden hobby: painting.

    Id: Sore itu, Amira memandang sketsa lukisan dengan perasaan gugup.
    En: That afternoon, Amira looked nervously at the painting sketch.

    Id: Dia punya dua tugas besar: menyelesaikan proyek akhir semester dan melukis.
    En: She had two major tasks: finishing her end-of-semester project and painting.

    Id: Tapi waktunya terbatas.
    En: But time was limited.

    Id: "Harus fokus pada proyek," gumam Amira.
    En: "I must focus on the project," Amira murmured.

    Id: Dia memutuskan untuk sementara mengabaikan lukisannya dan hanya fokus pada proyek.
    En: She decided to temporarily ignore her painting and just focus on the project.

    Id: Dia mengetik dengan semangat, berharap semua akan selesai tepat waktu.
    En: She typed with enthusiasm, hoping everything would be finished on time.

    Id: Namun, malam sebelum batas waktu, Amira menemukan kesalahan besar dalam proyeknya.
    En: However, the night before the deadline, Amira found a major error in her project.

    Id: Panik menyerang.
    En: Panic struck.

    Id: Dia mengetuk-ngetuk tuts laptop dengan cepat, berharap dapat memperbaiki masalah.
    En: She tapped on the laptop keys quickly, hoping to fix the issue.

    Id: Tetapi semakin dicoba, semakin besar kesalahannya.
    En: But the more she tried, the bigger the mistake became.

    Id: "Tidak!
    En: "No!

    Id: Apa yang harus kulakukan?
    En: What should I do?"

    Id: " Amira hampir putus asa.
    En: Amira was almost in despair.

    Id: Di saat genting itu, Budi, teman dekatnya, masuk ke café.
    En: At that critical moment, Budi, her close friend, entered the café.

    Id: Dia lihat Amira terlihat panik.
    En: He saw Amira looking panicked.

    Id: "Ada apa, Amira?
    En: "What's wrong, Amira?"

    Id: " tanya Budi sambil mendekat.
    En: Budi asked, approaching her.

    Id: "Ada kesalahan besar dalam proyekku.
    En: "There's a huge mistake in my project.

    Id: Aku tidak tahu cara memperbaikinya," jawab Amira dengan suara gemetar.
    En: I don't know how to fix it," Amira replied with a trembling voice.

    Id: Budi duduk di sebelahnya, melihat dokumen di layar laptop.
    En: Budi sat next to her, looking at the document on the laptop screen.

    Id: "Biar aku bantu," katanya.
    En: "Let me help," he said.

    Id: Dengan mata tajam dan pemikirannya yang cepat, Budi mulai memperbaiki kesalahan satu per satu.
    En: With sharp eyes and quick thinking, Budi began correcting the mistakes one by one.

    Id: Amira memperhatikan dengan seksama, rasa lega mulai menyelimuti.
    En: Amira watched closely, a sense of relief beginning to envelop her.

    Id: "Terima kasih, Budi.
    En: "Thank you, Budi.

    Id: Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu," katanya.
    En: I don't know what I would do without you," she said.

    Id: Beberapa jam kemudian, proyek itu sempurna.
    En: A few hours later, the project was perfect.

    Id: Amira mengirimkannya tepat pada waktunya.
    En: Amira submitted it just in time.

    Id: Perasaan lega menyelimuti dirinya.
    En: Relief filled her.

    Id: "Aku harus belajar untuk meminta bantuan lebih sering," pikir Amira.
    En: "I need to learn to ask for help more often," Amira thought.

    Id: Budi tersenyum.
    En: Budi smiled.

    Id: "Meminta bantuan bukan tanda kelemahan.
    En: "Asking for help is not a sign of weakness.

    Id: Itu tanda kekuatan," katanya.
    En: It's a sign of strength," he said.

    Id: Amira tersenyum menanggapi.
    En: Amira smiled in response.

    Id: Di tengah-sempit waktunya, dia belajar tentang prioritas dan pentingnya meminta bantuan.
    En: In her tight schedule, she learned about priorities and the importance of asking for help.

    Id: Hari itu, di café kecil yang nyaman itu, Amira merasa dirinya sedikit lebih bijaksana.
    En: That day, in the cozy little café, Amira felt a bit wiser.

    Id: Ketika keluar dari café, Amira melihat sketsa lukisannya lagi.
    En: As she left the café, Amira looked at her painting sketch again.

    Id: Dia tahu, suatu saat nanti, dia akan menyelesaikannya juga.
    En: She knew that one day, she would finish it too.

    Id: Namun sekarang, fokus utamanya adalah mencapai cita-citanya.
    En: But for now, her main focus was achieving her dreams.

    Id: Dengan rasa percaya diri yang baru, Amira melangkah kembali ke jalan hidupnya dengan semangat yang lebih kuat.
    En: With a new sense of confidence, Amira stepped back onto her life path with renewed vigor.


    Vocabulary Words:
    • twinkling: gemerlap
    • fragrant: harum
    • aroma: aroma
    • scattered: tersebar
    • dry: kering
    • cozy: nyaman
    • diligent: rajin
    • ambitious: ambisius
    • postgraduate: pascasarjana
    • nervously: gugup
    • murmured: gumam
    • temporarily: sementara
    • enthusiasm: semangat
    • deadline: batas waktu
    • error: kesalahan
    • panic: panik
    • struck: menyerang
    • despair: putus asa
    • trembling: gemetar
    • correcting: memperbaiki
    • relief: lega
    • envelop: menyelimuti
    • submitted: mengirimkan
    • sign: tanda
    • strength: kekuatan
    • schedule: waktu
    • priorities: prioritas
    • confidence: percaya diri
    • vigor: semangat
    • path: jalan
    19 min
  • Gallery Glows: Kartika's Stunning Exhibition and Team Triumph
    Fluent Fiction - Indonesian: Gallery Glows: Kartika's Stunning Exhibition and Team Triumph
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/gallery-glows-kartikas-stunning-exhibition-and-team-triumph

    Story Transcript:

    Id: Di hari yang cerah di musim kemarau, National Gallery of Indonesia terasa hidup.
    En: On a bright day in the dry season, the National Gallery of Indonesia felt alive.

    Id: Udara hangat membawa semangat baru ke dalam ruangan yang penuh dengan lukisan indah.
    En: The warm air brought a new spirit into the room full of beautiful paintings.

    Id: Kartika, seorang seniman muda, sibuk mempersiapkan pameran seni yang sangat dinantikan.
    En: Kartika, a young artist, was busy preparing for a highly anticipated art exhibition.

    Id: Setiap lukisan adalah hasil kerja keras dan dedikasinya.
    En: Every painting was the result of her hard work and dedication.

    Id: "Budi, apakah lampu ini sudah tepat?
    En: "Budi, is this lighting right?"

    Id: " tanya Kartika sambil melihat sebuah lukisan dengan cemas.
    En: Kartika asked while anxiously looking at a painting.

    Id: Dia menginginkan segalanya sempurna.
    En: She wanted everything to be perfect.

    Id: Budi, teknisi pencahayaan yang handal, berdiri di atas tangga, memasang lampu.
    En: Budi, a skilled lighting technician, stood on a ladder, adjusting the lights.

    Id: "Kartika, tenang saja.
    En: "Kartika, just relax.

    Id: Saya sedang atur sudutnya.
    En: I’m adjusting the angle.

    Id: Akan terlihat sangat bagus, percayalah," jawab Budi dengan senyum hangat.
    En: It will look great, trust me," replied Budi with a warm smile.

    Id: Dia tahu betapa penting pameran ini bagi Kartika.
    En: He knew how important this exhibition was for Kartika.

    Id: Namun, Kartika masih merasa gelisah.
    En: However, Kartika still felt uneasy.

    Id: Apa yang akan dikatakan orang-orang tentang karyanya?
    En: What would people say about her work?

    Id: Apakah mereka akan menyukainya?
    En: Would they like it?

    Id: Waktu semakin mendekati pembukaan pameran.
    En: Time was drawing closer to the exhibition opening.

    Id: Kartika melihat sekeliling ruangan.
    En: Kartika looked around the room.

    Id: Lukisan-lukisan sudah ditempatkan dengan sempurna, dan lampu-lampu disusun dengan rapi oleh Budi.
    En: The paintings were perfectly placed, and the lights were neatly arranged by Budi.

    Id: Tapi kegelisahan tetap menghantui.
    En: But the anxiety persisted.

    Id: "Budi, aku takut kalau orang-orang tidak akan suka," kata Kartika, suaranya gemetar.
    En: "Budi, I'm afraid people won't like it," said Kartika, her voice trembling.

    Id: Budi turun dari tangga dan menatap Kartika dengan serius.
    En: Budi climbed down from the ladder and looked at Kartika seriously.

    Id: "Kamu tahu, Kartika, menghadirkan seni kepada dunia itu tentang berbagi.
    En: "You know, Kartika, bringing art to the world is about sharing.

    Id: Percayalah pada diri sendiri dan karya kamu.
    En: Trust in yourself and your work."

    Id: "Kartika mengangguk, mengambil napas dalam-dalam.
    En: Kartika nodded, taking a deep breath.

    Id: Dia memutuskan untuk meminta saran dari Budi tentang bagaimana menonjolkan lukisannya lebih baik.
    En: She decided to ask Budi for advice on better highlighting her paintings.

    Id: "Budi, apa menurutmu ada cara lain untuk menonjolkan lukisan-lukisan ini?
    En: "Budi, do you think there's another way to highlight these paintings?"

    Id: "Budi memandang lukisan-lukisan itu sejenak, lalu berkata, "Bagaimana kalau kita tambahkan beberapa lampu tambahan untuk memberikan efek dramatis?
    En: Budi looked at the paintings for a moment, then said, "How about we add a few extra lights to create a dramatic effect?

    Id: Cahaya bisa menjadi medium yang kuat.
    En: Light can be a powerful medium."

    Id: "Sebelum mereka bisa memulai, tiba-tiba lampu seluruh galeri padam.
    En: Before they could start, the entire gallery suddenly went dark.

    Id: Kartika merasa panik merayap naik ke punggungnya.
    En: Panic crept up Kartika's spine.

    Id: "Bagaimana ini?
    En: "What now?

    Id: Pameran mulai sebentar lagi!
    En: The exhibition is about to start!"

    Id: "Budi tetap tenang.
    En: Budi remained calm.

    Id: "Tenang, Kartika.
    En: "Relax, Kartika.

    Id: Aku akan memperbaikinya.
    En: I'll fix it."

    Id: " Dengan cepat dia mengambil alat-alatnya dan mulai memeriksa sistem listrik.
    En: He quickly grabbed his tools and began checking the electrical system.

    Id: Waktu terus berjalan.
    En: Time kept ticking.

    Id: Kartika menunggu dengan gugup.
    En: Kartika waited nervously.

    Id: Dia mendengar suara-suara orang yang mulai berdatangan di luar galeri.
    En: She could hear the sounds of people gathering outside the gallery.

    Id: Dalam hati, ia berdoa semoga Budi bisa menyelesaikan masalah ini.
    En: In her heart, she prayed that Budi could resolve the issue.

    Id: Tiba-tiba, lampu-lampu menyala kembali.
    En: Suddenly, the lights came back on.

    Id: Galeri kembali hidup dengan cahaya yang indah.
    En: The gallery came to life again with beautiful light.

    Id: Budi berhasil mengatasi masalah teknis itu dengan cepat.
    En: Budi had managed to quickly solve the technical problem.

    Id: Kartika merasa lega, lalu memeluk Budi dengan penuh syukur.
    En: Kartika felt relieved and hugged Budi gratefully.

    Id: Saat pengunjung memasuki galeri, mereka terpesona oleh karya-karya Kartika.
    En: As visitors entered the gallery, they were mesmerized by Kartika's works.

    Id: Setiap lukisan terlihat menakjubkan dalam pencahayaan yang dirancang Budi.
    En: Each painting looked stunning under the lighting designed by Budi.

    Id: Ucapan positif dan pujian mengalir dari para pengunjung.
    En: Positive remarks and praises flowed from the visitors.

    Id: Kartika melihat ke arah Budi dan tersenyum.
    En: Kartika looked towards Budi and smiled.

    Id: Dia belajar sesuatu yang penting hari ini—kepercayaan dan kerja sama adalah kunci.
    En: She learned something important today—trust and teamwork are key.

    Id: Tanpa bantuan Budi, momen ini tidak akan mungkin terjadi.
    En: Without Budi’s help, this moment wouldn't have been possible.

    Id: Dan dengan itu, Kartika merasa lebih siap menghadapi dunia seni, tidak sendirian, tapi sebagai bagian dari tim yang hebat.
    En: And with that, Kartika felt more ready to face the art world, not alone, but as part of a great team.


    Vocabulary Words:
    • bright: cerah
    • season: musim
    • alive: hidup
    • anticipated: dinantikan
    • dedication: dedikasi
    • anxiously: cemas
    • lighting: pencahayaan
    • technician: teknisi
    • ladder: tangga
    • adjusting: mengatur
    • uneasy: gelisah
    • persistence: kegelisahan
    • trembling: gemetar
    • medium: medium
    • dramatic: dramatis
    • panic: panik
    • electrical system: sistem listrik
    • ticking: terus berjalan
    • quickly: dengan cepat
    • resolve: menyelesaikan
    • mesmerized: terpesona
    • stunning: menakjubkan
    • remarks: ucapan
    • praises: pujian
    • teamwork: kerja sama
    • key: kunci
    • tools: alat-alat
    • relieved: lega
    • gratefully: penuh syukur
    • gathering: berdatangan
    20 min
  • Festival Rivalries and Cooperation: Ayu's Journey to Leadership
    Fluent Fiction - Indonesian: Festival Rivalries and Cooperation: Ayu's Journey to Leadership
    Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
    fluentfiction.org/festival-rivalries-and-cooperation-ayus-journey-to-leadership

    Story Transcript:

    Id: Di SMA Jakarta, suasana sibuk sekali.
    En: At Jakarta High School, the atmosphere was very busy.

    Id: Siswa-siswa berjalan cepat, membawa dekorasi warna-warni.
    En: Students walked quickly, carrying colorful decorations.

    Id: Suara tertawa dan obrolan memenuhi udara, diiringi sinar matahari musim kemarau.
    En: The sound of laughter and chatter filled the air, accompanied by the dry season's sunlight.

    Id: Di tengah keramaian itu, Ayu berdiri dengan muka serius.
    En: Amidst the hustle and bustle, Ayu stood with a serious face.

    Id: "Budi, aku ingin memimpin festival ini.
    En: "Budi, I want to lead this festival.

    Id: Aku harus membuktikan diriku," kata Ayu tegas.
    En: I have to prove myself," Ayu said firmly.

    Id: Budi, sahabat setia Ayu, hanya bisa mengangguk.
    En: Budi, Ayu's loyal friend, could only nod.

    Id: "Aku yakin kamu bisa, Ayu.
    En: "I believe you can do it, Ayu.

    Id: Tapi, kamu harus hati-hati dengan Citra.
    En: But, you have to be careful with Citra.

    Id: Dia juga ingin memimpin.
    En: She also wants to lead."

    Id: "Citra, siswa populer dengan banyak teman, memang kompetitif.
    En: Citra, a popular student with many friends, was indeed competitive.

    Id: Dia selalu ingin jadi yang terbaik.
    En: She always wanted to be the best.

    Id: Namun, Citra juga ramah.
    En: However, Citra was also friendly.

    Id: Dia sering tersenyum dan menyapa semua orang.
    En: She often smiled and greeted everyone.

    Id: Ayu mulai merencanakan festival.
    En: Ayu began planning the festival.

    Id: Dia pikir mungkin lebih mudah jika bekerja sama dengan Citra.
    En: She thought it might be easier to work with Citra.

    Id: Tapi, dalam hatinya, Ayu ingin membuktikan bahwa dia bisa melakukannya sendiri.
    En: But deep down, Ayu wanted to prove that she could do it on her own.

    Id: Dia memutuskan untuk mengambil risiko dan memimpin sendiri.
    En: She decided to take the risk and lead by herself.

    Id: Hari-hari berlalu dengan cepat.
    En: The days passed quickly.

    Id: Ayu sibuk dengan persiapan festival dan tugas sekolah.
    En: Ayu was busy with festival preparations and school assignments.

    Id: Kepalanya penuh dengan ide-ide untuk dekorasi dan acara.
    En: Her head was full of ideas for decorations and events.

    Id: Budi selalu ada di sampingnya, memberi dukungan.
    En: Budi was always by her side, offering support.

    Id: Namun Citra, yang juga mengerjakan tugas sekolah, sering memberikan komentar yang sedikit sarkastik.
    En: However, Citra, who was also busy with schoolwork, often made slightly sarcastic comments.

    Id: "Kamu yakin bisa melakukannya sendiri, Ayu?
    En: "Are you sure you can do it alone, Ayu?"

    Id: " tanya Citra suatu hari.
    En: asked Citra one day.

    Id: Ayu hanya menjawab dengan senyuman.
    En: Ayu just replied with a smile.

    Id: Menjelang akhir persiapan, Ayu mulai merasa lelah dan stres.
    En: As the preparations neared their end, Ayu began to feel tired and stressed.

    Id: Dia kurang tidur dan nilai-nilainya mulai turun.
    En: She was sleep-deprived, and her grades started to drop.

    Id: Pada saat itu, dia sadar kalau dia tak bisa melakukannya sendiri.
    En: At that moment, she realized she couldn't do it alone.

    Id: Lalu, Ayu membuat keputusan penting.
    En: Then, Ayu made an important decision.

    Id: Dia mendekati Citra dan berkata, "Citra, kita harus bekerja sama.
    En: She approached Citra and said, "Citra, we need to work together.

    Id: Kamu punya ide-ide bagus dan kita bisa membuat festival ini sangat sukses jika kita bersama.
    En: You have great ideas, and we can make this festival very successful if we do it together."

    Id: "Citra tersenyum lebar.
    En: Citra smiled broadly.

    Id: "Akhirnya kamu mengerti, Ayu.
    En: "Finally, you understand, Ayu.

    Id: Ayo kita bekerja sama!
    En: Let's work together!"

    Id: "Dengan bantuan Citra dan dukungan Budi, mereka menyuntikkan energi baru ke dalam persiapan.
    En: With Citra's help and Budi's support, they injected new energy into the preparations.

    Id: Hari-hari menjelang festival terasa lebih ringan.
    En: The days leading up to the festival felt lighter.

    Id: Mereka berbagi tugas dan saling membantu, membuat semuanya berjalan lebih lancar.
    En: They shared tasks and helped each other, making everything run more smoothly.

    Id: Pada hari festival, sekolah penuh dengan warna dan kegembiraan.
    En: On the day of the festival, the school was filled with color and excitement.

    Id: Dekorasi terpasang sempurna.
    En: Decorations were perfectly in place.

    Id: Tarian dan musik berjalan lancar.
    En: The dances and music went smoothly.

    Id: Semua siswa gembira.
    En: All the students were happy.

    Id: Ayu melihat semuanya dengan penuh kebahagiaan.
    En: Ayu watched it all with joy.

    Id: Perjuangannya membuahkan hasil.
    En: Her efforts had paid off.

    Id: Setelah festival selesai, Budi mendekat dan memberi Ayu pujian.
    En: After the festival ended, Budi approached and praised Ayu.

    Id: "Kamu luar biasa, Ayu.
    En: "You were amazing, Ayu.

    Id: Aku tahu kamu bisa.
    En: I knew you could do it."

    Id: "Ayu tersenyum dan merasa percaya diri.
    En: Ayu smiled and felt confident.

    Id: "Terima kasih, Budi.
    En: "Thank you, Budi.

    Id: Aku juga belajar sesuatu.
    En: I also learned something.

    Id: Kerja sama membuat segalanya lebih baik.
    En: Cooperation makes everything better."

    Id: "Begitulah cerita Ayu, siswa yang tadinya merasa dibayangi oleh orang lain, kini menemukan kekuatannya sendiri.
    En: That's the story of Ayu, a student who once felt overshadowed by others but eventually found her own strength.

    Id: Festival itu sukses besar dan Ayu belajar nilai dari sebuah kerja sama.
    En: The festival was a great success, and Ayu learned the value of cooperation.


    Vocabulary Words:
    • atmosphere: suasana
    • decorations: dekorasi
    • chatter: obrolan
    • sunlight: sinar matahari
    • hustle and bustle: keramaian
    • firmly: tegas
    • loyal: setia
    • competitive: kompetitif
    • popular: populer
    • greeted: menyapa
    • risk: risiko
    • assignments: tugas
    • slightly: sedikit
    • sarcastic: sarkastik
    • tired: lelah
    • stressed: stres
    • sleep-deprived: kurang tidur
    • approached: mendekati
    • broadly: lebar
    • injected: menyuntikkan
    • smoothly: lancar
    • excitement: kegembiraan
    • confident: percaya diri
    • overshadowed: dibayangi
    • eventually: akhirnya
    • strength: kekuatan
    • efforts: perjuangan
    • cooperation: kerja sama
    • value: nilai
    • successful: sukses
    20 min

About FluentFiction - Indonesian

From the publisher's feed

Are you ready to supercharge your Indonesian listening comprehension?

Our podcast is the perfect tool for you. Studies show that the key to mastering a second language is through repetition…