
Sign up to save your podcasts
Or


Episode perdana 2026 ini formatnya video, tapi tetap nyaman didengarkan audionya saja kok.
Kali ini kelanjutan dari episode penutup tahun kemarin soal kaset, hidup slow living atau slow down?
Enjoy
Gue baru aja beli alat pemutar kaset dan saatnya barangnya sampai, gue jadi mikir: Buat apa gue beli ini?
Tapi ternyata dia ingin mengajarkan sesuatu..
Kasus tumbler hilang yang lagi ramai itu bukan hanya tentang kehilangan barang. Ini adalah cerita tentang bagaimana manusia merespons rasa kesal, rasa takut, dan rasa tidak memiliki kuasa. Dan tiga rasa itu ternyata ada dalam diri saya.
Gue memutuskan untuk memperkaya ilmu dan kompetensi dengan belajar ilmu coaching.
Terus ada teman yang bereaksi begini: “Hah? Ngapain lo jadi coach?” katanya. “Lo pan udah coach, bang! Jam terbang lo udah lebih banyak dari umur gue,” kata dia lagi. Entah dia sedang memuji atau menyindir umur gue.
Ini cerita awal mula perjalanan gue masuk ke dunia coaching.
Ada yang bilang dalam bahasa Bugis tidak ada padanan untuk kata "Terima Kasih." Benarkah?
Kadang pelajaran hidup kita bisa temukan dari tempat-tempat tak terduga..
Kata-kata pejabat yang meremehkan rakyat, adalah kata-kata negara. Goyang pinggul jogat joget pejabat negara yang lagi joget.
Pernah nggak sih merasa belakangan ini kebijakan pemerintah kita itu seperti sinetron dengan kualitas buruk, yang baru mulai aja udah ketebak endingnya?
Banyak orang memulai podcast dengan harapan: Ingin didengar. Ingin dikenal. Ingin menghasilkan sesuatu yang nyata, entah itu dalam bentuk angka, popularitas, tambahan pemasukan atau bahkan pemasukan utama.
Itu semua sah. Banyak titik awal yang bikin orang masuk ke dunia podcast, dan ini titik awal gue.
From the publisher's feed