
Sign up to save your podcasts
Or


Cerita ini harus saya mulai dengan disclaimer: Ini murni pendapat pribadi, sikap pribadi yang belum tentu sama dengan orang kebanyakan.
Ini tentang dialog dengan koleksi buku-buku saya yang seolah bilang: "Hei, kami pernah mengisi kepalamu, tapi sekarang kamu bahkan lupa kami pernah ada."
Baiklah, saya harus mengambil sikap!
Rasanya baru kemarin saya baca informasi soal matinya media yang disebut tradisional atau konvensional seperti cetak, radio dan televisi yang mulai tergeser teknologi informasi terutama media sosial. Lah, tiba-tiba ketemu artikel yang menyebut-nyebut "*The Death of Traditional Social Media."
Damn I'm old*!
Saya jatuh cinta lagi dengan game lama jaman SD dulu. Namanya Tetris. Tapi kali ini di usia kepala 5 saya menemukan perspektif baru dari permainan Tetris yang ternyata sangat filosofis.
Gara-gara nonton serial baru di Netflix, The Four Seasons, gue jadi sok kontemplatif gini ya :)
Apakah kita benar-benar ingin mencari kebenaran?
Atau sekadar ingin ikut marah, biar kelihatan relevan?
Weekend project gue kali ini adalah sebuah drama pendek eksperimental. Dengerin dulu. Nanti gue jelasin di akhir..
Opini gue setelah selesai baca buku: Careless People: A Cautionary Tale of Power, Greed, and Lost Idealism karya Sarah Wynn-Williams.
Neng Sarah ini pernah punya jabatan di Facebook dan tau seluk beluk jeroannya.
Baca deh. Recommended!
Sebuah catatan tentang tren transformasi foto ke visual ala Ghibli yang menggegerkan itu. Ini pendapat pribadi saya ya. Ada pendapat lain, mau dong share ke [email protected].
Versi teks bisa dilihat di: https://suarane.org/ghibli-ghiblian
:)
From the publisher's feed