
Sign up to save your podcasts
Or


Good News People, melalui Paskah tahun ini mari kita pakai momentum ini bukan sekedar peringatan atau ibadah yang harus kita kerjakan melainkan menjadi kebangkitan dengan motivasi dan tujuan yang baru.
Mari menangkap makna Paskah karena kemenangan kita hanya dapat kita lakukan ketika kita mengerti apa arti Paskah sebenarnya.
Good News People, dalam 1 Korintus 15:1-11 Rasul Paulus mengajar kepada jemaat Korintus bahwa yang sangat penting didalam Kekristenan ialah Kristus telah mati karena dosa kita dan bangkit pada hari yang ke tiga.
Jadi mengikut Yesus yang paling penting bukanlah karena berkat atau mujizat. Karena jika demikian makan Rasul Paulus tidak masuk hitungan dalam pekabaran Injil, karena ia harus menderita, di penjara bahkan sakitnya tidak sembuh.
Injil yang kita terima merupakan anugerah karena melalui Injil kita diselamatkan.
Soli Deo Gloria!
Shalom, Good News People... di bulan ini kita memperingati Kematian Yesus Kristus dan merayakan peristiwa KebangkitanNya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Paskah atau Hari Raya Roti Tidak Beragi sudah dilakukan oleh bangsa Israel sejak Yesus ada di Perjanjian Baru. Paskah dirayakan bangsa Israel sebagai peringatan akan keluarnya bangsa tersebut keluar dari perbudakan di Mesir.
Mengapa harus roti tidak beragi, itu karena mereka memakan roti tersebut selama perjalan keluar dari negeri perbudakan.
Paskah dalam bahasa Ibrani disebut Pesah memiliki arti mulut yang berbicara. Oleh karena itu sudah saatnya kita menjalankan tugas kita yang mempunyai mulut untuk memberitakan apa yang telah Tuhan kerjakan.
Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, Salam Sejahtera! Bulan ini kita memperingati Kematian Isa Almasih dan Kebangkitan-Nya yang disebut dengan peristiwa Paskah.
Sebagaimana kita ketahui, inti Kekristenan adalah kematian dan kebangkitan Kristus, oleh karena itu kita tidak boleh menyepelekan peristiwa Jum’at Agung dan Paskah dan menyadari bahwa Anugerah Tuhan dinyatakan dalam setiap hidup kita.
Yang kita peringati di Paskah bukan hanya kematian dan kebangkitanNya tapi bagaimana Yesus mengalami pengadilan dan penderitaan melalui Jalan Via Dolorosa, Ia bahkan menerima aib dan penghinaan. Hari itu ketika peradilan dimulai sebenarnya Orang-orang Farisi sudah mempunyai kesepakatan supaya Yesus dihukum mati.
Good News People, mari mengingat apa yang Yesus alami menuju Golgota melalui peringatan Kematian dan KebangkitanNya tahun ini.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, hari ini kita akan diberkati dengan tema dari Kabar Baik yang baru.
Good News People, dalam melakukan segala sesuatu, baik dalam ibadah, pelayan, usaha bahkan pekerjaan tentu kita dituntut untuk memiliki persiapan. Begitu pun hari-hari ini kita juga harus mempersiapkan diri untuk memperingati Paskah.
Firman Tuhan kali ini terambil dari Lukas 12:47-48. Adapun makna nats ini adalah untuk mendorong kita melakukan persiapan (antisipatif untuk melakukannya). Persiapan tentu saja sangat sesuai dengan kehendak Tuhan dimana Tuhan memperhitungkan sikap kita ini sebagai kebenaran.
Demikian juga dengan sikap berjaga-jaga, di mata Tuhan persiapan itu penting.
Bagaimana membawa hidup kita untuk memiliki kesiapan? Apa yang dimaksud dengan berjaga-jaga?
Simak Good News episode kali ini. Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, Good News People... Bagaimana kabar anda hari ini? Kami berharap masih ada kabar sukacita dan semangat yang luar biasa, seperti halnya hari ini kami dengan sukacita memberikan Kabar Baik untuk anda. Episode kali ini Good News akan didasari Firman Tuhan dari Matius 21:18-22, mengisahkan Yesus yang mengutuk pohon ara. Perikop ini tentu saja tidak dapat dilepaskan dari Matius 17.
Good News People, kekuatan doa tidak terletak dari orang percaya melainkan terletak kepada SIAPA kita berdoa. Hal ini diteguhkan dalam Matius 17:16-18.
Orang Percaya harus yakin bukan dari kekuatannya sendiri tapi pada Kekuatan Allah.
Ada berapa banyak orang berdoa cenderung menunjukkan kemampuannya sendiri. Bahkan ada banyak pula orang Kristen yang rajin ke Gereja hanya karena ingin doanya dijawab Tuhan.
Iman tidak perlu besar tapi yang penting benar, yaitu menaruh kepercayaan kepada Allah yang senantiasa menepati janji-Nya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Hidup benar di hadapan Allah dan dihadapan manusia
Dalam Mikha 6:8 dikatakan Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Bersyukur pada Tuhan, yang telah menuntun langkah hidup umat tebusan-Nya berjalan menuju kesempurnaan-Nya. Keadilan, kesetiaan dan rendah hati merupakan tiga perkara yang dituntut Tuhan dan cara untuk menjadi berkat bagi sesama. Selain itu juga diperlukan kejujuran, berpihak pada kebenaran dan menghormati otoritas.
Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo Gloria!
Good News People, dikisahkan, kala itu orang banyak berbondong-bondong mengikut Dia, namun Tuhan meninggalkan mereka dan naik ke atas bukit, penyebabnya adalah karena orang-orang tersebut hanya mencari mujizat sedangkan tujuan Yesus sebenarnya datang ke dalam dunia ini adalah untuk menebus manusia dan menjadi muridNya.
Ini merupakan seri ke tiga dari rangkaian kotbah Yesus di atas bukit mengenai tujuh ucapan bahagia dan dua kata sukacita, jika dijumlahkan ada sembilan ucapan bahagia yang tertuang dalam pasal tersebut. Untuk diketahui jika dalam Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:1-12 merupakan ajaran dasar hidup baru sebagai murid Tuhan Yesus, maka pasal 5:13-11 adalah mengenai peran dan fungsi murid Yesus, sedangkan pada pasal 5:17-47 adalah tentang perbedaan Taurat (keagamaan) dengan pengajaran Yesus.
Sembilan ucapan bahagia tadi harus kita jalani dalam kehidupan ini, karena jika sebaliknya maka itu artinya ada masalah dalam pertumbuhan rohani kita. Kita jadi suka protes, cenderung ngomel dan merasa tidak puas karena tidak sesuai dengan selera.
Nah di seri ini kita akan belajar untuk tidak tinggi hati. Yesus bersabda "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah..." Good News People! Miskin yang dimaksud disini bukanlah soal materi namun secara harfiah adalah miskin akan kebenaran, kebajikan dan perbuatan-perbuatan baik.
Kenapa sebaiknya kita tidak tinggi hati dan apa dampaknya? Temukan apa yang menjadi pertanyaan anda selama ini dengan menyimak Good News epidose 50 bersama Ps. M. Sudhi Dharma
Tuhan Yesus memberkati.
Soli Deo Gloria!
Good News People, menjelang Paskah ini kami mengajak anda untuk mengingat kembali karya Yesus di atas kayu salib. Ini adalah peristiwa bagi kita orang percaya. Tanpa Yesus mati di kayu salib segalanya menjadi sia-sia.
Dalam Injil Yesus Kristus menurut Markus 14:53-65 Yesus dibawa menghadap Imam Besar dimana semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ.
Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil mencemooh kepada-Nya.
Ini merupakan pengadilan terhadap Yesus. Sebagaimana diketahui Sanhedrin (Mahkamah Agama) adalah kumpulan iman-imam kepala yang tugasnya memutuskan perkara-perkara agama dan bangsa. Dalam masa penjajahan Romawi, imam-imam kepala memiliki kuasa yang begitu besar, mereka bisa memutuskan tentang agama, ibadah dan juga arah bangsa.
Tujuan pengadilan adalah untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi pengadilan yang Yesus alami sudah tidak memiliki unsur keadilan. Sebelum proses peradilannya berlangsung, vonis sudah disiapkan. Mereka bahkan mempersiapkan saksi-saksi palsu. Dengan satu pertanyaan pamungkas, mereka memvonis Yesus karena Dia mengaku sebagai Hakim.
Yesus dihakimi justru oleh orang-orang yang akan ditebusnya. Hal ini untuk memberi pengertian bahwa kalaupun hari ini kita dituduh karena dosa dan pelanggaran, kita tidak pernah sendirian karena hanya Yesus yang berhak untuk menghakimi kita, bahkan Yesus mengambil tempat untuk dihakimi bagi kita, supaya kita dapat memperoleh kemerdekaan yang sejati. Itulah berita paskah. Kita yang seharusnya duduk di tempat terdakwa, kita telah digantikan. Jika kita menyadari bahwa Yesus menggantikan kita untuk dihakimi maka seharusnya kita akan sangat bersyukur.
Soli Deo Gloria!
Good News
Kemurahan hati adalah salah satu sifat/karakter Allah. Kemurahan hati membuat kita hidup dalam damai sejahtera, kasih dan sukacita.
Untuk menjadi terang dan garam dunia, mari kita hidup dalam kemuarahan hati.
Tuhan Yesus memberkati!
From the publisher's feed