
Sign up to save your podcasts
Or


Shalom, Good News People!
Good News kali ini merupakan lanjutan dari episode lalu yang masih belajar mengenai Daniel, si Bapa Integritas. Daniel 1:20, 21; 3:16-18, 25-28
Sebagaimana diketahui bahwa Daniel dan teman-temannya yaitu Sadrakh Mesakh dan Abednego tidak mau menajiskan dirinya untuk menyantap dan meminum hidangan raja.
Mengapa Tuhan menghendaki kita memiliki integritas? Situasi jaman saat ini sulit, tanpa integritas kita tidak dapat menyatu dengan Tuhan, baik dalah hal Firman, Rencana, Kehendak dan Sasaran-Nya, karena Tuhan menghendaki setiap orang selamat.
Allah bekerja kepada Daniel dan ketiga kawannya karena mereka dapat dipercaya. Keempat orang ini adalah pejabat negara yang hidup di negara orang.
Integritas atau karakter itu harus dinyatakan terbuka dan menjadi hal utama. Integritas semata-mata untuk memuliakan Tuhan.
Integritas itu teruji di depan pilihan kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, Good News People, episode kali ini kita akan belajar mengenai salah satu tokoh Alkitab yang memiliki integritas yang luar biasa. Daniel.
Betapa pentingnya hari-hari ini sebagai satu manivestasi pengiringan kita kepada Tuhan yang didasarkan kasih kepada Tuhan dan sesama dalam bentuk integritas.
Integritas adalah merupakan suatu sifat atau karakter yang menyatu dalam kebulatan keputusan kehidupan.
Tingginya komitmen seseorang itu akan diukur dalam integritas mereka.
Tuhan Yesus berfirman siapa yang makan daging dan darah-Nya, ia tinggal dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, maka inilah yang dimaksud dengan integritas yang berarti menyatu.
Tuhan Yesus memberkati.
Good News People, adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima. Dalam cara pandang Tuhan, orang yang memberi adalah orang yang paling diberkati. Jadi saat kita memberi, Alkitab berkata bahwa anda itu lebih diberkati.
Good News episode kali ini akan mengajak kita untuk belajar mengenai Jemaat-jemaat yang senang sekali dalam memberi, Jemaat Makedonia.
Ya, Good News People, Makedonia adalah sebuah wilayah yang berada di atas Yunani atau bagian Utara Yunani. Wilayahnya meliputi daerah kota-kota seperti Tesalonika, Filipi dan Berea. Sedangkan Korintus masuk wilayah Yunani bagian Selatan. Secara demografis, kota-kota yang berada di wilayah Selatan ini lebih maju dan makmur dibandingkan dengan bagian Utara yang berada di pinggiran dan lingkungan pedesaan serta paling sering mendapatkan serangan dari kerajaan-kerajaan Utara.
Maka dari itu, Paulus bercerita tentang kasih karunia yang dianugerahkan Allah kepada Jemaat Makedonia. Akan tetapi mereka mengalami pencobaan yang sangat berat.
Sebuah kebenaran bahwa kebaikan Tuhan bukan berarti ketidakadaan masalah. Kadang kebaikan Tuhan dikemas dalam bentuk penderitaan, dari sanalah Tuhan menyatakan kebaikanNya.
Tuhan Yesus memberkati.
Good News People, melanjutkan pembelajaran Firman Tuhan kali ini kita akan membaca Kitab Mazmur 1:1-6. Jika dalam Good News episode 33 lalu Ps. Erlangga Dharma membahas perbedaan yang kontras antara hidup di dalam dosa dan hidup di dalam iman, maka kali ini kita akan diajar mengenai kekontrasan jalan orang benar dan jalan orang fasik.
Perikop ini membuat kita menyadari bahwa dalam jalan kehidupan manusia sendiri dihadapkan dengan dua pilihan. Kita diingatkan bahwa kecenderungan manusia ketika jatuh dalam dosa adalah lebih memilih jalan yang lebar (kefasikan), bukan yang sempit (kebenaran).
Melalui firman episode kali ini kita diingatkan kemana jalan yang akan kita tempuh.
Ada banyak perbedaan mencolok antara kebenaran dan kefasikan bahkan masing – masing memiliki dampak yang berbeda bagi manusia.
Dimanakah posisi kita saat ini, di jalan orang benar atau malah berada di jalan orang fasik?
Dengarkan Good News episode ke 34 kali ini dan tentukan arah hidup anda saat ini!
Tuhan Yesus memberkati.
Soli Deo Gloria!
Shalom! Salam Sejahtera!
Firman Tuhan dalam episode kali ini terambil dari Yeremia 17:5-10. Dalam pasal ini, Nabi Yeremia berusaha memberikan perbedaan kehidupan yang kontras yaitu antara hidup di dalam dosa dan hidup di dalam iman.
Cukup jelas disana menggambarkan kehidupan Adam (dan Hawa) harus keluar dari Taman Eden karena dosa. Oleh karena Adam yang awal maka manusia jatuh ke dalam dosa. Tapi oleh Adam yang terakhir (Yesus) manusia diberikan Roh yang menghidupkan.
Disini ada terdapat perbedaan antar Adam pertama dengan Adam yang terakhir, salah satunya adalah Adam menyerah pada pencobaan tetapi Yesus mengalahkan pencobaan (lihat Episode 30).
Good News People apalagi yang menjadi pembeda antara Adam dan Yesus? Dan seperti apa iman yang ditopang oleh injil itu? Anda bisa menyimaknya dalam Good News episode 33 kali ini bersama Ps. Erlangga Dharma. Selamat menikmati.
Soli Deo Gloria.
Good News People, pada waktu kita melewati setiap lembah pada akhirnya pasti akan menemukan bahwa diri kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih tahan uji dan lebih tekun dari sebelumnya.
Roma 5:1-5 sendiri menjelaskan bahwa oleh DIA maka kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima Kemuliaan Allah.
Setiap tantangan begitu menyakitkan tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahi.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom! Dalam episode kali ini kita kembali diingatkan mengenai tugas dan peran Gereja Tuhan selain Koinonia (Persekutuan) yaitu Diakonia atau untuk melayani.
Gereja adalah eklesia, yaitu dipanggil dari kegelapan menuju kepada terang-Nya Yang Ajaib. Artinya kita dipanggil untuk keluar memberitakan Kabar Baik. Gereja harus menjadi “Orang Samaria” yang baik.
Firman Tuhan dalam Galatia 6:1-10 jelas mengajarkan bahwa saling menolong atau saling membantu tidak selalu berbicara mengenai materi tetapi juga menolong kerohanian orang lain supaya tidak jatuh dalam pencobaan.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam Galatia dari pasal 1 sampai 6 ini, Paulus mengajar kepada Jemaat Galatia tersebut untuk berpegang teguh kepada Injil. Dia ingin Jemaat Galatia mempraktikkan kasih.
Good News People, ingat bahwa apabila kita menabur akan selalu ada yang akan kita tuai. Selagi ada kesempatan jangan jemu – jemu berbuat baik.
Soli Deo Gloria!
Good News People, mari kita belajar kembali akan kebenaran Firman Tuhan yang kali ini diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Matius 4:1-11 yang mengisahkan peristiwa ketika Yesus dicobai di padang gurun.
Kisah tersebut terjadi setelah Yesus dibabtis oleh Yohanes (Lihat Matius 3:13-17). Peristiwa ini menarik sekali disaat Yohanes memberitakan Firman, ia menyatakan kepada Yesus jika seharusnya Dia yang membabtis Yohanes.
Babtisan Yesus ini menekankan dua hal penting yaitu Ketidakberdosaan Yesus dan Ketaatan Yesus. Memang sesungguhnya Yesus itu tidak berdosa dan sebenarnya tidak perlu dibabtis, akan tetapi Ia taat.
Karena ketaatnya itulah, kemudian Yesus masuk ke padang gurun. Padang gurun sendiri secara kontras mengingatkan kita tentang perjalan bangsa Israel setelah keluar dari Mesir. Namun bedanya, saat dicobai di padang gurun, bangsa Israel memberontak kepada Allah (Lihat Keluaran 15:2,3).
Salam Sejahtera, Good News People! Kita akan kembali belajar tentang Kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:41-44 yang merupakan kisah seorang Janda Miskin yang memberikan persembahannya.
Jika berbicara mengenenai persembahan, Tuhan melihat persembahan dengan ukuran dan cara pandang yang berbeda.
Memberi persembahan bukanlah sebuah performace ataupun prestasi rohani, akan tetapi memberi persembahan harus menunjukkan ekspresi hati dan kasih kepada Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita.
Tindakan mulia kita tanpa posisi hati yang benar maka akan menjadi sia – sia.
Salam Sejahtera, Good News People! Tuhan menghendaki kita untuk mengalami pemulihan. Untuk pulih dimulai dengan tindakan pertobatan.
Pertobatan itu harus total dan meniggalkan yang lama. Sebagai manusia atau manusia ilahi, jalani kehidupan dengan sifat – sifat utama yaitu kerendahan hati dan takut akan Tuhan. Dan hal ini pun telah dijalani oleh Tuhan Yesus.
Apa ciri manusia ilahi dan langkah apa agar kita mengalami pemulihan setelah pertobatan?
Ikuti program Good News episode 28 kali ini.
Selamat mendengarkan dan Tuhan Yesus Memberkati! Soli Deo Gloria!
From the publisher's feed