
Sign up to save your podcasts
Or


Good News People, Kabar Baik akan keselamatan telah dicapai oleh Yesus Kristus dan diaplikasikan oleh kuasa Roh Kudus, diberitakan meluas sampai ke ujung bumi. Dalam episode kali ini, Good News akan menilik kitab Kisah Para Rasul. Kitab ini ditulis oleh Lukas, jadi bisa dikatakan ini merupakan tulisan ke dua Sang Dokter setelah Injil Lukas. Dalam Kisah Para Rasul ini berisi mengenai terbentuknya jemaat mula-mula, kepenuhan Roh Kudus, dan mengenai anugerah Allah melalui Yesus di Yerusalem sampai bangsa-bangsa serta kondisi Kekristenan kala itu yang dianggap sesat (sekte).
Melalui kitab Kisah Para Rasul ini, membuat kita menyadari bagaimana Firman yang harus disampaikan ke telinga bangsa-bangsa digenapi. Bagaimana tidak? Umat Kristen yang teraniaya justru tersebar kemana-mana dan dengan sukacita mereka memberitakan Injil. Selengkapnya mengenai isi Kisah Para Rasul ini dapat anda dengarkan melalui Podcast ini. Stay Tune!
Good News People, dalam episode special Natal kali ini, kita akan bersama belajar dan mengenal siapakah ketiga Orang Majus dan Raja Herodes dalam peristiwa Kelahiran Sang Juruselamat. Apakah yang dapat kita pelajari peran dan karakter mereka? Temukan jawabannya dalam Good News edisi Natal kali ini.
Shalom, Good News People, dalam episode kali ini kita akan belajar kebenaran Firman Tuhan tentang Pengharapan. Bersyukur kepada Tuhan karena dengan setia Ia menuntun kita dengan Firman-Nya supaya kita yang menjadi lemah tidak kehilangan pengharapan, supaya kita yang putus asa bangkit kembali! Karena janji-janjinya yang berharga itu telah dianugerahkan bagi kita untuk kita bisa menerima kodrat illahi untuk memperoleh pengharapan yang pasti.
Apa kunci memiliki hidup yang berpengharapan? Temukan jawabannya dalam Good News episode 5 dengan judul Pengharapan Adalah Iman Kesabaran.
Firman Tuhan menjadi kunci dari segala rahasia dari kehidupan. Kekristenan merupakan cara Allah untuk menggapai manusia. Yesus sendiri telah mati dan bangkit pada hari ketiga, mengakibatkan kita yang dahulu berdosa tapi sekarang boleh diterima Allah Bapa dan berhak di Sorga.
Salam Sejahtera, melalui episode ketiga Good News kali ini Firman Tuhan membahas mengenai Jema'at di Tesalonika. Dalam 2 Tesalonika 3:5,6 dan 1 disebutkan bahwa Jema'at di Tesalonika terus diingatkan tentang Kasih Allah dan mengerti tentang ketabahan Kristus.
Kekasih Tuhan, hari ini memang kita belum sempurana tapi kita diubahkan oleh Firman Allah oleh anugerah-Nya yang sempurna yang hidup didalam kita. Saya percaya bahwa kehidupan setiap orang Kristen kalau hidupnya sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya pasti tidak akan sama. Oleh karena itu hari ini kita terus menguji hati kita.
Jema'at di Tesalonika ini pun sempat jatuh dalam kemalasan, tidak bekerja dam tidak memberi buah dari keselamatan yang mereka dapatkan.
Tahukah anda jika pelayanan dan kegiatan di dalam Tuhan bukanlah akar dari keselamatan. Jadi apabila anda hari ini beribadah dan melayani bukan bertujuan supaya kita selamat namun merupakan buah dari keselamatan dan bukti bahwa kita diselamatkan. Maka dari itu kita perlu bekerja, memberi buah dan terus berubah. Sementara bukti keselamatan yang kita dapat adalah bukan akar namun buahnya.
Jika kita mengaku Kristen maka hidup kita juga harus mencerminkan Kasih Kristus. Perubahan yang terjadi dalam hidup ini bukan karena usaha diri sendiri tapi karena kita telah mengalami perjumpaan dengan Kristus. Karena kita sudah diselamatkan mari kita buktikan bahwa hidup kita tidak lagi berkubang dalam dosa. Memang kita belum sempurna dan masih bisa jatuh didalam dosa, tetapi hendaknya kita tidak lagi hidup di dalam dosa. (EPD)
Menyadari Keadaannya, kalimat ini menjadi penting. Dengan menyadari keadaan yang diri kita maka kita akan sungguh-sungguh dapat lebih banyak mengucap syukur dalam segal hal.
Dalam Lukas 15:17-20, si Anak Bungsu menyadari keadaannya. Penting kita memiliki titik balik untuk mendapatkan kasih Tuhan yang tidak berbatas. Kita perlu menyadari keadaan kita.
Tapi setiap kerinduan harus dinyatakan dengan langkah-langkah kongkrit.
Perikop Lukas 15 ini menggambarkan keadaan anak Tuhan, dimana ada yang bersikap seperti anak bungsu. Karakter anak bungsu ini biasanya manja, selalu minta perhatian, rewel dan suka melakukan yang aneh-aneh. Ada juga anak Tuhan yang bersikap seperti anak sulung, dimana ingin menjadi teladan tapi suka iri hati dan selalau minta pengakuan.
Jadi bisa jadi, baik anak sulung atau bungsu akan mencari tempat untuk memuaskan keberadaanya.
Kekasih Tuhan, gambaran lain dari Lukas 15 ini jika dilihat dari sosok ayah adalah Tuhan sebenarnya ingin menyatakan bahwa “Aku ini Bapamu, seberapa besar dosa yang kau perbuat kalian adalah anakku”
Jika melalui persoalan kita menyadari akan keadaan diri serta memiliki niat bangkit untuk kembali kepada Tuhan, maka hal itu merupakan harga termahal yang Bapa dapati.
Maka, menyadari diri harus ada urutan berikutnya yaitu, melangkah, bangkit dan berjalan ke tempat ibadah, kepada kasih mula-mula, dengan demikian kita kembali kepada status Menjadi Berkat. (MSD)
Dalam 2 Korintus 8:1-9 dan 14, Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Korintus meneladani Jemaat Makedonia. Yang perlu diketahui adalah Makedonia itu meliputi Filipi, Tesalonika dan Berea.
Jemaat Makedonia ini hidup dalam kasih karunia dimana selagi dicobai dengan belbagai pencobaan tetapi sukacita mereka meluap meskipun miskin namun mereka kaya dalam kemurahan.
Sementara Jemaat di Korintus ini dikenal baik dan dewasa, tapi dalam perjalanannya Rasul Paulus mengingatkan mereka untuk mempersembahkan dan memiliki kemurahan hati bagi Jemaat yang membutuhkan di Yerusalem.
Belajar dari Jemaat Makedonia, kasih karunia Allah melebihi dari berkat jasmani. Tidak harus kaya dulu untuk menjadi berkat. Sesungguhnya sukacita kita tidak didasarkan oleh berkat jasmani tetapi Injil yang bekerja melalui Kuasa Roh Kudus (I Tesalonika 1:51). Itulah esensi Kekristenan.
Jemaat Makedonia bisa menjadi teladan karena ada Roh Kudus didalam diri mereka.
Kekasih Tuhan, ciri hidup orang Kristen adalah hidupnya pasti berubah.
Kristus rela mengosongkan diri, mati, terkutuk bagi kita supaya kita yang tidak punya apa-apa bisa membagikan apa yang kita punya hari ini.
Oleh karena itu pelayanan Diakonia bisa dilakukan oleh setiap Orang Percaya. (EPD)
From the publisher's feed