
Sign up to save your podcasts
Or


Mazmur 110 adalah yang sangat berharga. Ayat 4 berbunyi: “TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.’”
Ayat ini adalah yang sangat berharga dan kaya akan makna! Sebenarnya, Allah tidak perlu bersumpah, karena setiap kata yang Dia ucapkan jauh melampaui sumpah manusia. Namun, Bapa bersumpah dan tidak akan berubah pikiran. Sebagai Imam Besar, Tuhan harus menanggung penderitaan terbesar yang tidak bisa dipahami oleh siapa pun di seluruh alam semesta, namun, Bapa, Anak, dan Roh Kudus menanggung penderitaan ini bersama. Ini adalah yang sangat menakjubkan!
Saudara-saudari, Tuhan memiliki nama yang disebut "Ajaib." Allah benar-benar ajaib. Dia adalah yang kekal. Kehadiran-Nya ada di mana-mana. Segala sesuatu yang dapat kamu lihat adalah yang ajaib. Semakin kita mengetahui tentang Dia, maka semakin kita memahami betapa ajaibnya segala sesuatu itu. Pemahaman manusia tentang Allah masih sangat terbatas. Allah telah memberikan kebijaksanaan kepada manusia untuk mengembangkan banyak alat untuk melihat alam semesta yang sangat besar, dan untuk melihat kebesaran-Nya. Sungguh, ini bukanlah hal yang sederhana! Bisakah ini hanya sebuah kebetulan? Allah ingin kita mengenal Dia. Roma pasal 1, ayat 20 menjelaskan bagaimana Allah membantu kita untuk mengetahui kuasa-Nya yang kekal dan kodrat Keilahian-Nya melalui penciptaan dunia dan segala sesuatu yang Dia buat. Allah sungguh sangat menakjubkan! Bahkan penciptaan manusia oleh-Nya adalah yang sangat menakjubkan. Kita dilingkupi oleh hal-hal yang luar biasa, besar maupun kecil. Sebenarnya, banyak objek besar yang terdiri dari banyak elemen kecil.
Suatu hari, saya ada merasa bahwa Bapa dan Tuhan seolah-olah sedang memegang tanganku, dan Roh Kudus menempatkan tanganku ke dalam tangan Bapa dan Tuhan. Inilah cara saya hidup dan berjalan dengan Tuhan. Pikirkan akan apa yang telah Bapa siapkan untuk kita; bukankah itu menakjubkan? Kita dapat melihat melalui semua ciptaan-Nya bahwa Allah adalah yang tak terhingga, dari yang terkecil hingga seluruh alam semesta! Bahkan lebih berharga lagi karena Dia mempersiapkan Anak-Nya yang terkasih untuk kita. Allah mempersiapkan sebuah tubuh bagi Anak-Nya agar Dia bisa menjadi Anak Domba. Allah juga mempersiapkan kekekalan untuk kita. Di bumi, Dia membuat hidangan di padang gurun, dan Dia mempersiapkan jamuan di hadapan musuh-musuh kita.
Mari kita baca beberapa bagian yang terkait dengan kasih sayang antara bapa dan anak. Kejadian pasal 37 menyebutkan bahwa Yakub sangat mengasihi Yusuf karena dia adalah anak di usia tuanya. Itulah sebabnya saudara-saudara Yusuf membencinya dan ingin membunuhnya. Sebagai gantinya mereka menjual dia sebagai budak. Dalam Kitab Kejadian, kita bisa melihat kasih sayang antara bapa dan anak, serta kasih sayang di antara saudara-saudara. Setelah saudara-saudara Yusuf menjualnya, mereka mencelupkan jubahnya yang berwarna-warni dalam darah kambing dan membawanya kepada bapanya. Ketika Yakub melihatnya, dia menjadi sangat menderita.
Allah telah berbicara kepada kita diberbagai zaman melalui banyak nabi. Perjanjian Lama saja sudah sangat melimpah. Di antara semua nubuatan, nubuat mengenai Tuhan yang menjadi manusia untuk selamanya adalah yang paling berharga, apalagi nubuatan tentang Diri-Nya yang mati untuk kita. Alkitab berkata, " Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia." (1 Timotius 3:16) Sangatlah berharga karena Anak Allah yang terkasih tanpa ragu datang ke dunia. Kita benar-benar membutuhkan Dia untuk mendekati kita, agar kita bisa mengenal kemuliaan-Nya dan kasih-Nya untuk kita. Kelemah lembutan-Nya membuat kita menjadi besar. Dia adalah yang sangat berkuasa, namun Dia sangat lembut dan sangat indah! Semakin kita mengenal-Nya, maka kita akan semakin bisa melihat keindahan-Nya dan merasakannya!
Kitab Wahyu menyebutkan “Anak Domba yang disembelih.” Kitab ini berkali-kali menyebutkan tentang Anak Domba dan memberikan penjelasan tentang “perjamuan kawin Anak Domba.” Tuhan menjadi Anak Domba dan menghadirkan perjamuan kawin Anak Domba. Selain itu, Yerusalem Baru adalah seperti Mempelai Wanita, yang akan tinggal bersama-Nya selamanya. Ini adalah tempat tinggal yang paling indah yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk kita. Sebelum penyaliban-Nya, Tuhan sudah memberitahu kita tentang kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke surga. Dia berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (Yohanes 14:2-3) Tuhan telah mempersiapkan Yerusalem Baru untuk kita!
Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Kejadian 22: TUHAN Akan Menyediakan.” Sangatlah berharga karena nama Tuhan adalah “TUHAN Akan Menyediakan.” Nama ini memberi tahu kita bahwa Tuhan yang tak terbatas telah menyediakan segala sesuatu untuk kita dengan berlimpah. Sebelum penciptaan manusia, Tuhan telah menciptakan seluruh alam semesta dan segala isinya. Setelah Adam dan Hawa berdosa, Tuhan menyiapkan bagi mereka pakaian dari kulit. Ibrani 10:4-7 memberitahu kita bahwa Allah menyiapkan sebuah tubuh untuk Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan akan menjadi manusia selamanya dan akan dipakukan di kayu salib untuk kita. Sebelum kedatangan Tuhan ke bumi, Tuhan telah menyiapkan banyak domba dan lembu sebagai korban. Ini menunjukkan betapa berharganya keselamatan itu. Segala sesuatu yang disediakan oleh Tuhan menunjukkan akan betapa dalamnya kasih-Nya terhadap kita.
Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang "Kejadian 22: Demi Kita, Bapa Memberikan Anak-Nya Yang Tunggal." Kejadian pasal 22 menceritakan bagaimana Tuhan menyediakan seekor domba jantan untuk Abraham di gunung. Ini meramalkan bagaimana Bapa menyediakan untuk kita akan Anak-Nya yang tunggal dan terkasih yang sebagai domba Allah, untuk menebus kita, menanggung hukuman dan ditinggalkan oleh Allah. Bagian akhir dari Kejadian pasal 22 menyebutkan tentang Ribka. Ini meramalkan akan Tuhan yang menjadi Kekasih kita. Roh Kudus memimpin kita kepada Tuhan. Tuhan pasti telah memberikan Anak-Nya sendiri kepada kita, dan dengan penuh kemurahan hati memberikan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Anak-Nya.
Saudara-saudari, topik "Harta Bagi Jiwa” hari ini adalah tentang “Kejadian 22: Bapa dan Anak Pergi Bersama.” Kitab Kejadian pasal 22 adalah yang sangat istimewa. Peristiwa Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran menggambarkan bagaimana Bapa meninggalkan Anak-Nya yang tunggal. Pasal ini meramalkan apa yang akan dialami oleh Bapa dan Anak untuk menyelesaikan keselamatan. Misalnya, Ishak, yang adalah anak tunggal Abraham, melambangkan bahwa Yesus adalah Anak tunggal Bapa. Perjalanan yang ditempuh Abraham dan Ishak bersama-sama menuju Gunung Moria melambangkan perjalanan Bapa dan Tuhan menuju kayu salib. Selain itu, Bapa secara mendalam merasakan akan apa yang dialami Tuhan saat di kayu salib. Melalui bagian ini, saya berharap kita dapat lebih dalam memahami akan hati Bapa.
Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Yerusalem Baru Adalah Sebuah Kota Yang Nyata (Bagian 5)”. Kita bisa membandingkan dan membedakan antara Kitab Kejadian dan Wahyu. Sangat berharga karena untuk leluhur kita, Allah menyiapkan taman Eden. Di taman itu, terdapat pohon kehidupan dan berbagai macam tanaman serta hewan. Semua itu adalah yang nyata. Dan untuk kita, Tuhan telah menyiapkan Yerusalem Yang Baru. Wahyu pasal 2, ayat 17 menyebutkan “batu putih” dan “nama baru” yang menunjukkan kasih pribadi-Nya kepada setiap kita. Apa yang Tuhan siapkan untuk kita adalah yang jauh lebih indah dan yang lebih menakjubkan daripada taman Eden.
From the publisher's feed