
Sign up to save your podcasts
Or


Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang "Yerusalem Surgawi Adalah Firdaus (Bagian 2)." 2 Korintus 12 menyebutkan bahwa Firdaus berada Tingkat ketiga dari sorga. Dan Wahyu pasal 2 dan 22 memberitahu kita bahwa di surga, ada pohon-pohon kehidupan dan buahnya. Kata "surga" adalah deskripsi lain untuk Yerusalem Baru. Sungguh berharga bahwa surga ini, Yerusalem Baru, adalah " taman kota ", jauh lebih indah daripada taman Eden. Yerusalem Baru juga dikelola dan dibangun secara pribadi oleh Allah, penuh dengan pertimbangan dan rancangan-Nya. Inilah rumah kita yang lebih baik.
Saudara-saudari, topik dari Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang "Yerusalem Surgawi Adalah Firdaus (Bagian 1)." Di Lukas pasal 23, Tuhan berkata kepada penjahat, "... sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Ini adalah penyebutan pertama tentang "Firdaus" dalam Alkitab. Sangatlah tepat karena ini adalah yang diucapkan oleh Tuhan sendiri. Orang-orang pada zaman Perjanjian Lama percaya bahwa Tuhan akan datang dan menebus mereka dari dosa mereka; oleh karena itu, mereka mempersembahkan korban untuk diselamatkan. Sungguh berharga karena Tuhan menjadi Manusia dan mati untuk kita. Ibrani 9 mengatakan bahwa Dia menebus mereka dari pelanggaran yang dilakukan di bawah perjanjian pertama. Tuhan juga secara pribadi pergi ke Hades (alam maut), yang berubah menjadi "surga" oleh kehadiran-Nya di sana. Yang lebih berharga lagi adalah bahwa Dia telah membawa semua orang kudus Perjanjian Lama ke surga, mengangkat mereka dengan begitu hebat.
Saudara-saudari, topik hari ini dalam "Harta Bagi Jiwa" adalah tentang " Teladan Dari Para Imam Dalam Alkitab (Bagian 2)." Wahyu pasal 1 memberitahu kita bahwa Tuhan mengasihi kita dan menjadikan kita sebagai imam. Selain dari pasal 1, pasal 5 dan 20 juga membahas tentang kedudukan kita yang sebagai imam. Kita bukan hanya imam untuk hari ini, tetapi kita juga akan menjadi imam di zaman Milenium dan hingga kekal. Kita akan menjadi raja bersama Tuhan. 1 Petrus pasal 2, ayat 9 menyebut kita sebagai imamat yang rajani, sama seperti Tuhan yang adalah raja dan imam pada saat yang bersamaan. Sungguh berharga, kita yang dahulu adalah orang berdosa dan yang jauh dari Allah, namun kini Dia telah mengangkat kita. Dia menjadikan kita sebagai imam agar kita dapat memberitakan keutamaan-Nya yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
Saudara-saudari, topik hari ini dalam "Harta Karun untuk Jiwa" adalah " Jabatan Imam: Salah Satu Berkat Yang Diberikan Kepada Anak Sulung." Keluaran 19:1-6 mengatakan bahwa rencana asli Allah adalah memanggil bangsa Israel untuk menjadi sebuah kerajaan imam. Namun, karena dosa mereka, hanya suku Lewi yang diberi kesempatan untuk menjadi imam. Imam adalah salah satu berkat yang diberikan kepada yang sulung. Di zaman ini, kita semua telah menjadi imam. Tujuan Allah adalah agar kita mendekat kepada-Nya, menikmati-Nya, mengalami-Nya, menyembah-Nya, dan menjadi yang paling dekat dengan-Nya. Oleh karena itu, kita harus menjadi orang-orang yang mendekat kepada-Nya dan membantu orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Saudara-saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang "Bapa Menjadikan Tuhan Sebagai Imam Besar." Apa yang diberikan Allah kepada kita adalah yang menunjukkan akan kasih-Nya. Apa yang terjadi di antara Tritunggal Allah adalah yang sungguh luar biasa! Mazmur 110 mengatakan bahwa Bapa bersumpah dan tidak akan menyesal untuk menjadikan Tuhan sebagai Imam Besar kita untuk selamanya. Ini menunjukkan keputusan Bapa untuk mengutus Tuhan menjadi manusia dan mati bagi kita. Di sisi lain, ini juga menunjukkan akan keinginan Tuhan untuk menjadi Imam Besar kita. Di Injil Yohanes, Tuhan Yesus banyak kali menyatakan bahwa Dia diutus oleh Bapa, dan Dia datang dengan tanpa keraguan. Tindakan ini menunjukkan betapa besarnya keinginan Tuhan terhadap kita! Seharusnya kita benar-benar datang kepada-Nya dengan penuh keyakinan.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Yerusalem Surgawi, Yang Menjadi Tujuan Dari Roh dan Keabadian Kita (Bagian 2).” Yerusalem Baru adalah tujuan perjalanan hidup kita, tempat peristirahatan Allah yang kekal, dan rumah kita yang indah dan manis. Yerusalem Baru juga menjadi tujuan roh kita karena di sana terdapat hadirat Bapa, Tuhan dan Roh Kudus. Itu adalah yang paling berharga dan yang terbaik. Begitu berharganya sehingga Tuhan pasti akan datang menyambut kita, dan kita akan bertemu dengan-Nya dalam awan-awan. Ini menunjukkan betapa Dia rindu untuk bertemu kita! Dalam kekekalan, kita akan sangat menikmati Dia dan semakin mengasihi Dia.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Yerusalem Surgawi, Yang Menjadi Tujuan Dari Roh dan Keabadian Kita (Bagian 1).” Sungguh berharga karena kehendak Tuhan adalah arti dari kehidupan kita. Kita juga bisa bekerja sama dengan Tuhan. Dua pasal terakhir dari kitab Wahyu berbicara tentang Yerusalem Yang Baru. Yerusalem Yang Baru adalah tujuan kita. Namun kemuliaanya adalah yang tidak ada habisnya. Sepanjang kekal, bahkan kemuliaannya akan terus meningkat. Kita akan dibawa ke surga. Kita akan mengambil bagian dalam jamuan kawin Anak Domba, memasuki Kerajaan Milenium dan lalu diantar ke tahap langit yang baru dan bumi yang baru. Usaha dari Bapa kita akan terus berkembang. Dalam rencana-Nya, kita adalah orang yang paling diberkati.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Menjadi Jalan Sehingga Kita Dapat Datang Kehadapan Allah Dengan Penuh Keyakinan.” Kitab Ibrani menyebutkan kata “datang” secara berkali-kali, untuk mendorong kita mendekat kepada Allah. Tuhan menjadi Jalan bagi kita. Dia mengampuni dosa-dosa kita sehingga kita dapat datang ke hadapan Allah. Dengan pengampunan dosa sudah merupakan karunia yang luar biasa. Lebih berharga lagi karena Tuhan telah mati bagi kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan-Nya. Dia benar-benar berhasrat pada cinta kita.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Sangat Menginginkan Agar Kita Mendekat Kepadanya (Bagian 2).” Tuhan benar-benar ingin mendekat pada kita. Mazmur 43 berbicara tentang Allah yang mengirimkan terang dan kebenaran untuk memimpin dan membawa kita kepada Allah dengan sukacita yang luar biasa. Allah adalah yang sangat bersuka, karena Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Yang Satu; Mereka adalah sumber kasih yang tiada batas. Sukacita Allah dapat kita lihat dari kejadian di surga. Misalnya, di surga ada perayaan disaat satu orang yang berdosa bertobat. Ada juga perkumpulan para malaikat. Tidak ada yang akan menyusahkan kita. Masing-masing penuh dengan kasih. Oleh karena itu, hari ini kita akan menjadi orang yang paling bersukacita bila kita datang ke hadapan Tuhan!
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Sangat Menginginkan Agar Kita Mendekat Kepadanya (Bagian 1).” Surat pertama dari Kitab Petrus memberi tahu kita bahwa kita seperti batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani. Oleh karena itu, berkumpul bersama dalam ibadah pertemuan adalah yang sangat penting. Tuhan juga menginginkan kita untuk memiliki hubungan pribadi dengan -Nya, jadi kita perlu mendekat kepada-Nya. Injil Lukas berbunyi, " tetapi hanya satu saja yang perlu." (Lukas 10:42) Satu hal ini adalah datang ke hadapan Tuhan. Ini adalah bagian yang terbaik, yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Surat pertama Paulus kepada Timotius memberi tahu kita bahwa latihan keilahian menjanjikan akan kehidupan yang saat sekarang dan untuk kehidupan yang akan datang. Sesungguhnya kita dapat mengatasi segalanya dengan cara mendekat kepada Allah.
From the publisher's feed