Hindu Channel

Hindu Channel

By Terima kasih atas dukungan umat Hindu Indonesia #LiterasiHinduIndonesiaEducation
Download on the App Store

Hindu Channel episodes

  • Ideal Dikremasi (Ngaben), Dikubur, Mepaseh atau Entas-entas (Bagian 1)

    Kali ini MATA AIR membincangkan Ideal Dikremasi (Ngaben), Dikubur, Mepaseh atau Entas-entas, hal ini menjadi pertanyaan dalam benak kita. Di lihat dari peradaban Hindu Nusantara atau Indonesia ternyata tidak hanya dengan satu konsep dalam penghormatan untuk Jenazah atau Orang meninggal (Pitra Yadnya), di tiap-tiap daaerah ternyata memiliki konsep, tata cara dan nilai-nilai religius masing-masing. Misalnya dalam proses pemakaman ada yang dibakar(kremasi) , diawetkan, dikubur, mepaseh (menaruh mayat di udara terbuka hingga membusuk dengan sendirinya) dan sebagainya hal ini pasti memiliki tujuan dan nilai yang sangat adi luhung.  Sehingga perbincangan kali ini hindu channel membahas dari opini keseharian masyarakat yang masih bingung tentang Ideal Dikremasi (Ngaben), Dikubur, Mepaseh atau Entas-entas,  yang mana, baiknya yang mana dan harus seperti apa ? Simak penjelasannya agar kita sama-sama paham dan tidak saling menuding merasa paling benar.

    16 min
  • Kupas Tuntas Kalki Awatara Sang Penumpas Kejahatan (Part 2)

    Kali ini Hindu Channnel membincangkan Kupas Tuntas Kalki Awatara Sang Penumpas Kejahatan (Adharma). Kalki akan lahir pada akhir masa Kali Yuga. sesuai dengan kepercayaan Sanatana Dharma (Hinduisme) soal siklus yang selalu berulang, Kali Yuga (Zaman Ketidakbenaran) akan kembali berganti menjadi Satya Yuga (Zaman Keemasan) dan adalah tugas Kalki untuk merestorasi zaman Kali menjadi zaman Satya.

    24 min
  • Kupas Tuntas Kalki Awatara Sang Penumpas Kejahatan (Part 1)

    Kali ini Hindu Channnel membincangkan Kupas Tuntas Kalki Awatara Sang Penumpas Kejahatan (Adharma). Kalki akan lahir pada akhir masa Kali Yuga. sesuai dengan kepercayaan Sanatana Dharma (Hinduisme) soal siklus yang selalu berulang, Kali Yuga (Zaman Ketidakbenaran) akan kembali berganti menjadi Satya Yuga (Zaman Keemasan) dan adalah tugas Kalki untuk merestorasi zaman Kali menjadi zaman Satya.

    16 min
  • Asta Brata Dalam Ajaran Hindu

    Asta Brata ini merupakan, Delapan Tipe kepemimpinan yang merupakan Delapan Sifat Kemahakuasaan Tuhan. Ajaran ini diberikan Sri Rama kepada Wibhisana sebagai Raja Alengka. 1. Indra Brata = Artinya pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat Dewa Indra sebagai dewa pemberi hujan, member kesejahtraan kepada rakyat. 2. Yama Brata = Artinya pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat Dewa Yama yaitu menciptakan hukum, menegakkan hukum dan memberikan hukuman secara adil kepada setiap orang yang bersalah. 3. Surya Brata = Hendaknya pemimpin memberikan penerangan secara adil dan merata kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya serta selalu berbuat berhati-hati seperti matahari sangat berhati-hati dalam menyerap air. 4. Candra Brata = Pemimpin hendaknya selalu dapat memperlihatkan wajah yang tenang dan berseri-seri sehingga masyarakat yang dipimpinnya merasa yakin akan kebesaran jiwa dari pemimpinnya. 5. Bayu Brata = Pemimpin hendaknya selalu dapat mengetahui dan menyelidiki keadaan serta kehendak yang sebenarnya terutama keadaan masyarakat yang hidupnya paling menderita 6. Kuwera Brata = Pemimpin hendaknya harus bijaksana mempergunakan dana atau uang serta selalu ada hasrat untuk mensejahtrakan masyarakat dan tidak menjadi pemboros yang akirnya dapat merugikan Negara dan Masyarakat. 7. Baruna Brata =Pemimpin hendaknya dapat memberantas segala bentuk penyakit yang berkembang di masyarakat , seperti pengangguran, kenakalan remaja, pencurian dan pengacau keamanan Negara. 8. Agni Brata = Pemimpin harus memiliki sifat-sifat selalu dapat memotivasi tumbuhnya sifat ksatria dan semangat yang berkobar dalam menundukkan musuh-musuhnya.

    11 min
  • Dasa Nyama Brata

    Upadesa kali membahas Dasa Nyama Brata, Dasa Nyama Brata berasal dari Bahasa Sanskerta, yang terdiri dari tiga kata, yaitu: Dasa berarti sepuluh, Nyama berarti pengendalian dalam tahap mental, Brata/Wrata berarti keinginan atau kemauan. Jadi Dasa Nyama Brata berarti sepuluh pengendalian Secara Mental atau Rohani. Bagian-bagian Dasa Nyama Brata dan artinya 1. Dana berarti pemberian sedekah. 2. Ijya artinya pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi da leluhur. 3. Tapa artinya menggembleng diri. 4.  Dhyana artinya tekun memusatkan pikiran terhadap Ida Sang Hyang Widhi. 5.  Swadyaya berarti mempelajari dan memahami ajaran-ajaran suci. 6.  Upasthanigraha adalah mengendalikan hawa nafsu kelamin. 7.  Brata adalah taat akan sumpah. 8.  Upawasa adalah berpuasa. 9.  Mona berarti membatasi perkataan. 10. Snana artinya melakukan penyucian diri sendiri setiap hari dengan jalan membersihkan badan dan bersembahyang.

    10 min
  • Dasa Yama Brata

    Dasa Yama Brata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari tiga kata, ‘Dasa’ yang berarti sepuluh, ‘Yama’ yang berarti pengendalian, sedangkan ‘Brata’ diartikan sama dengan ‘Wrata’ yaitu keinginan. Jadi Dasa Yama Brata adalah sepuluh macam pengendalian keinginan dalam diri seseorang baik secara lahir batin, yang bertujuan untuk kesejahateraan serta ketenangan dalam dalam hidup ini berlandaskan dengan ajaran dharma. Dasa Yama Brata merupakan ajaran mengenai tata susila atau watak pribadi atau budi pekerti yang luhur yang harus dikendalikan oleh seseorang dalam hidupnya agar tidak terjadi benturan-benturan didalam kehidupan bermasyarakat serta mencapai tujuan kedamaian.  Menurut kitab Sarasamuccaya sebuah karya sastra dari Bhagavan Wararuci, disebutkan bagian-bagian dari Dasa Yama Brata, yang terdiri dari sepuluh bagian diantaranya yang Pertama adalah Andresansiah, kedua adalah Ksama, Ketiga Satya, yang keempat Ahimsa, kelima Dama, keenam Arjawa, ketujuh Priti, yang kedelapan Prasada, kesembilan Madurya dan yang kesepuluh Mardawa.

    13 min
  • Pandangan Hindu tentang Candi Borobudur, Meluruskan, Candi Borobudur Bukan Peninggalan Nabi

    Kali ini Hindu Channel kembali membahas isu terkait sejarah Candi Borobudur diklaim oleh pihak yang bukan wewenangnya dengan sengaja menyatakan hal ini secara terang-terangan dan juga hal ini menghebohkan jagat sosial masyarakat, maka Hindu Channel ingin meluruskan isu tersebut agar tidak lagi disalah pahmi apalagi menimbulkan polemik ketidak nyamanan dimasyarakat. Hindu channel membincangkan isu tersebut dengan Ajik Dewa Suratnaya selaku Wakil Sabha Walaka PHDI Pusat.

    28 min
  • Kelahiran Surga Cyuta dan Neraka Cyuta

    Surga Cyuta adalah seseorang yang terlahir dari surga. Orang tersebut terlahir dari surga, karena dalam hidupnya selalu menjalankan dharma. Dharma mengajarkan kita untuk menghargai sesama makhluk, berbuat kebajikan, suka menolong, welas asih, dan selalu mendekatkan diri kehadapan Sang Hyang Widhi. Jika sudah menaati dharma, maka orang tersebut ditempatkan di Surga Loka.  Neraka Cyuta adalah seseorang yang terlahir dari neraka, Orang tersebut terlahir dari neraka karena dalam kehidupan masa lampaunya selalu melakukan perilaku buruk (adharma). Mereka suka berbohong, durhaka kepada kedua orang tua, suka mencuri, malas, mencontek, korupsi, berlaku kasar serta segala perbuatan yang merugikan orang lain dan tidak dibenarkan oleh agama.  Atas perbuatannya yang buruk itu, maka mereka akan dimasukkan neraka loka. Setelah menikmati hasil perbuatannya di neraka, mereka akan menjelma kembali ke mayapada atau bhumi. Kelahiran manusia dari neraka loka disebut dengan Neraka Cyuta

    8 min

About Hindu Channel

From the publisher's feed

Hindu Channel hadir sebagai Literasi Hindu Indonesia, berwawasan nusantara dan mencerahkan.