Hindu Channel

Hindu Channel

By Terima kasih atas dukungan umat Hindu Indonesia #LiterasiHinduIndonesiaEducation
Download on the App Store

Hindu Channel episodes

  • Makna Perayaan Hari Suci Nyepi

    Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 79 Masehi.  Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit. 

    Bagi umat Hindu, Tahun Baru Saka atau Hari Suci Nyepi mengandung makna mendalam sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari toleransi, hari kebersamaan, hari kedamaian, dan hari kerukunan nasional. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta/macrocosmos).  Karena itulah, ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh umat Hindu saat Hari Raya Nyepi tiba, yaitu: - Amati Geni Aturan ini bersifat larangan. Semua umat Hindu yang merayakan Nyepi dilarang menyalakan api, cahaya, dan listrik, atau menunjukkan sifat amarah seperti nyala api. - Amati Lelanguan Amati Lelanguan merupakan larangan bagi siapa pun untuk bepergian, melakukan kegiatan foya-foya atau bersenang ria secara berlebihan.

    Biasanya, aturan ini diikuti dengan berpuasa penuh selama Hari Raya Nyepi. - Amati Karya Aturan wajib saat Nyepi berikutnya adalah Amati Karya yang berarti tidak boleh bekerja selama perayaan Nyepi. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

    19 min
  • SEJARAH | Pura Aditya Jaya Rawamangun DKI Jakarta

    Sejarah Pura Aditya Jaya Rawamangun Dki Jakarta yang mana Pura ini menjadi salah satu tempat sembahyang/ibadah umat Hindu. Tempat sembahyang/ibadah umat Hindu tentunya memilki sejarah dan perkembangan yang panjang dan penuh makna serta peristiwa penting yang patut dijadikan wawasan dan pengetahuan. Sehingga kita dapat mengetahui dari kesakralan dan keindahan Pura Aditya Jaya Rawamangun ini. Maka dari itu mari dengarkan seperti apa sejarah dan perkembangannya.

    27 min
  • SEJARAH | Hari Raya Nyepi dan Perkembangannya

    Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.  Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit. 

     Bagi umat Hindu, Tahun Baru Saka atau Hari Suci Nyepi mengandung makna mendalam sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari toleransi, hari kebersamaan, hari kedamaian, dan hari kerukunan nasional. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta/macrocosmos).

      Karena itulah, ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh umat Hindu saat Hari Raya Nyepi tiba, yaitu: 

    - Amati Geni Aturan ini bersifat larangan. Semua umat Hindu yang merayakan Nyepi dilarang menyalakan api, cahaya, dan listrik, atau menunjukkan sifat amarah seperti nyala api.

     - Amati Lelanguan Amati Lelanguan merupakan larangan bagi siapa pun untuk bepergian, melakukan kegiatan foya-foya atau bersenang ria secara berlebihan. Biasanya, aturan ini diikuti dengan berpuasa penuh selama Hari Raya Nyepi. 

    - Amati Karya Aturan wajib saat Nyepi berikutnya adalah Amati Karya yang berarti tidak boleh bekerja selama perayaan Nyepi. 

    Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

    7 min
  • Tri Rna Ajaran Hindu

    Tri Rna memiliki arti tiga kewajiban atau utang yang dimiliki oleh manusia sejak lahir, dengan bagian-bagian sebagai berikut :  

    Dewa Rna artinya hutang atau kewajiban yang dimiliki oleh manusia kepada Sang Hyang Widhi wasa dan seluruh manifestasinya. Hutang ini dapat terjadi karena kita sebagai manusia diberikan percikkan terkecil oleh Sang Hyang Widhi wasa yang disebut dengan dengan Atman, dengan Atman tersebutlah Kita sebagai manusia dapat hidup dan bergerak selain itu Sang Hyang Widhi Wasa juga telah menciptakan alam semesta untuk tempat kita tinggaldan juga bertahan hidup.  

    Pitra Rna artinya hutang atau kewajiban yang dimiliki oleh manusia kepada para Pitra atau leluhur dan juga orang tua, hutang ini dapat terjadi karena selama kita menjadi manusia lahir ke dunia pasti tidak lepas dari jasa leluhur kita dan juga selama kita berada dalam kandungan seorang ibu sehingga kita beranjak dewasa orang tua lah yang menjaga dan merawat kita.  

    Rsi Rna artinya hutang atau kewajiban yang dimiliki oleh manusia kepada para Rsi dan juga orang suci seperti para guru, pendeta, pemangku dan sulinggih. Hutang atau kewajiban ini dapat terjadi karena kita sebagai manusia hidup didunia pasti mendapatkan pengetahuan tentang Dharma dari para guru dan juga orang suci sehingga, sehingga kita mendapatkan pencerahan dan mendapatkan tuntunan untuk menuju kebahagiaan.

    9 min
  • Hakikat Ajaran Cadhu Sakti

    Pada ajaran Agama Hindu, Tuhan sangat dekenal dengan Kemahakusaan yana menguasai alam semesta ini, Umat Hindu menyebut-Nya Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan. Kemahakuasaan dari Tuhan salah satunya disebut Empat kekuasan dari Sang Hyang widhi atau dikenal dengan Candhu Sakti dengan bagian Kemahakuasaan yaitu Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti dan Krya Sakti.  Wibhu Sakti artinya Maha Ada. Hyang Widhi berada dimana-mana ( Wyapi Wyapaka ),  Prabhu Sakti artinya Maha Kuasa. Hyang Widhi berkuasa Untuk menciptakan (utpati, memelihara ( sthiti ) dan melebur ( pralina ). Jnana Sakti artinya Maha Tahu . Hyang Widhi mengetahui segala peristiwa yang terjadi baik pada masa lampau (atita ), sekarang ( wartamana ), dan yang akan datang ( anagatha ). 

    Kekuasaan ini karena beliau memiliki guna : Dura Darsana , Dura Srawana, Dura Sarwadnya. Beliau juga mengetahui segala perbuatan makhluk. Kriya Sakti artinya Maha Karya. Hyang Widhi mampu mengerjakan apa yang tidak mampu dikerjakan manusia seperti alam dan segala isinya.  Maka dari itu sebagai manuisa yang terpilih pada jalan Dharma, ini yang merupakan suatu pengetahuan yang luar biasa sudah sepatutnya dipahami, dijaga, direnungkan dan dipelajari dengan baik dan benar sehingga kehidupan yang penuh dengan lika-liku maupun rintangan dapat kita lewati satu persatu dengan bahagia dan selamat.

    7 min
  • Hakikat Ajaran Tri Pramana

    Tri Pramana adalah tiga kemampuan atau kekuatan mahkluk hidup. hali ini berperan penting dalan kehidupan masing-masing mahkluk. Tri Pramana berasal dari dua suku kata yaitu : Tri berarti tiga, Pramana sebagai kamampuan atau kekuatan mahluk hidup. 

     Tri Pramana dalam Bhuwana alit yang meliputi; Sabda artinya kemampuan atau kekuatan suara, Bayu artinya kemampuan Nafas atau bergerak dan Idep artinya kemampuan atau kekuatan pikiran.  Manusia dengan ketiga kemampuan atau kekuatan Tri Pramana ini yang dimiliki  agar dapat digunakan untuk mengetahui hakekat kebenaran sesuatu hal yang Sekala dan Niskala.

    7 min
  • Sifat Daivi Sampad dan Asuri Sampad dalam Kehidupan

    Sifat Dewata atau sifat Daivi Sampad adalah cermin sifat yang berbudi luhur. Membawa kedamaian dalam hati dan juga bagi semua makhluk. Jika sifat Daivi menjadi landasanmu dalam bertingkah laku, kebahagiaan yang akan diperoleh.  

    Sifat raksasa atau sifat Asuri Sampad adalah sifat yang harus kita hindari. Sifat raksasa, hanya akan mengarahkan kita pada penderitaan. Tidak ada seorang pun yang dalam hidupnya ingin mengalami kesusahan dan penderitaan. Oleh sebab itu, jauhkan dan hindarilah sifat-sifat yang suka membanggakan diri, angkuh, bersikap kasar, cepat marah, dan lain sebagainya.  Sifat tidak baik dalam diri hendaknya dapat dikendalikan agar tercipta kedamaian dalam hati. Manusia tidak sempurna karena setiap manusia memiliki sifat Daivi dan sifat Asuri. 

    Orang dalam hidupnya tidak selalu berbuat benar, tetapi terkadang memiliki perilaku salah. Kehidupan selalu memiliki dua sisi yang berbeda, dalam Agama Hindu disebut Rwa Bhineda. Dua sisi tersebut memberikan kita pilihan untuk mampu memilah-milah dengan Wiweka: mana yang baik dan mana yang buruk. Kepribadian hendaknya dibentuk dengan kebaikan sehingga terbentuk budi pekerti.

    7 min
  • UPADESA | Tri Mala Dalam Keseharian Kita

    Tri Mala,  terdiri dari dua kata, TRI yang artinya tiga dan MALA yang artinya kotoran atau ketidakbaikan. 

    Jadi Tri Mala memiliki arti tiga kotoran atau ketidakbaikan yang melekat dalam jiwa manusia, dan harus dihindari. Dalam ajaran Tri Mala terdapat tiga bagian yaitu Moha, Mada dan Kasmala.

    Seperti apa Tri Mala mempengaruhi kebahagian hidup kita?

    6 min
  • UPADESA | Implementasi Ajaran Catur Guru Dalam Kehidupan

    Catur Guru merupakan empat guru yang harus kita hormati didalam kehidupan.  Dalam ajaran Catur Guru terdapat empat bagian yaitu Guru Swadyaya,  Guru Rupaka, Guru Pengajian, dan Guru Wisesa.  

    Catur Guru mengajarkan kita tentang kebaikan dan menjauhi hal-hal buruk. Keempat Guru tidaklah hanya sebatas ajaran, aturan maupun hukum yang dibuat begitu saja, melainkan cara manusia menjalani kehidupan dengan kesadaran sebagai manusia.

    #CaturGuru #HinduChannel #EtikaSusilaHindu

    8 min
  • UPADESA | Memahami Tri Hita Karana dalam Kehidupan

    Dalam kehidupan ini, pasti banyak hal sudah terlewati, berbagai usaha telah dilakukan sampai pengorbanan materi, tenaga dan waktu. Mengapa  bisa terjadi ? sebab setiap orang ingin selalu bahagia lahir dan batin. Setiap individu dari balita hingga manula merasakan hal ini.   

    Tri Hita Karana sebagai ajaran agama Hindu merupakan tiga penyebab kebahagian. Apa saja dan seperti apa pelaksanaannya? Yuk kita tonton sampai selesai dan diskusi di kolom komentar…

    #TriHitaKarana #HinduChannel

    8 min

About Hindu Channel

From the publisher's feed

Hindu Channel hadir sebagai Literasi Hindu Indonesia, berwawasan nusantara dan mencerahkan.