Pemazmur mengingatkan supaya kita berhenti marah. Ya benar! Berhentilah! Kuasailah dirimu! Hentikan kemarahan kita sekarang. Tinggalkanlah panas hati! Tinggalkanlah kemarahan dan hati yang panas. Sekali lagi, janganlah marah dan jangan pula panas hati, karena hanya akan membawa diri kita kepada kejahatan. Ingat-ingatlah! Kemarahan itu hanya akan membawa seseorang kepada kejahatan yang menuju ke jurang maut, kematian dan kebinasaan yang paling gelap. Untuk mengatasi hal tersebut, dengan penyerahan (diri)/ hidup kita kepada TUHAN, maka kita akan melihat kuasa Allah bekerja dalam persoalan kita. Jiwa dan raga harus kita serahkan kepada Tuhan. Kekuatiran itu dapat menyebabkan akibat buruk dalam hidup seseorang. Berbahagialah kita yang rendah hati, tidak marah, tidak iri hati, tidak tinggi hati, tidak dendam, tidak dengki, tidak berselisih dan tidak bermusuhan, karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang sangat indah, penuh sukacita dan damai sejahtera di Kerajaan Allah yang berlangsung selamanya. Tuhan akan membuat hidup manusia berkemenangan dengan penggenapan janji-janjiNya yang pasti. Janganlah pernah ragu akan ke Mahakuasaan Tuhan yang sanggup untuk menolong dan melepaskan kita dari segala belenggu-belenggu persoalan. Karena itu, serahkanlah hidupmu kepada TUHAN maka Ia akan bertindak bagi kita.