Sepanjang hidupnya Daud selalu mengimani bahwa hanya karena campur tangan Tuhanlah yang menolongNya. Daud memiliki persoalan dalam hidupnya, sebelum hingga dia raja, pemimpin yang dipilih Tuhan. menjadi pemimpin tidaklah gampang. Penuh tanggungjawab, dedikasi, kerja keras, menjadi role model, tetapi tidak pernah terlepas dari godaan maupun kebencian. Sehebat apapun seseorang memimpin pasti ada saja yang tidak suka, baik memimpin di rumah, lingkungan, gereja atau bahkan negara/kerajaan. Dalam menjalankan tugas tanggungjawab itu, sebagai suami dan ayah di rumahnya, sebagai pemimpin bangsanya Daud mengimani hanya kemurahan Tuhan dan pertolongan Tuhanlah memampukan dia menjalani semuanya. Sehingga dia hendak memuliakan Tuhan, puncaknya dengan cara membangun rumah Tuhan. meski tidak diijinkan Tuhan dibangun olehnya, Daud tetap mempersembahkan dari harta miliknya untuk rumah Tuhan itu melebihi persembahan siapapun. Tidak hanya memberi persembahan, dia bahkan mengagungkan Tuhan. Dari mulutnya mengakui bahwa hanya Tuhanlah yang agung berkuasa pemilik segalanya. Daud tidak menyombongkan diri karena kaya raya maupun karena raja penguasa. Pun dia tidak mengutuki Tuhan karena mengijinkan banyak persoalan dalam hidupnya. Inilah iman yang sejati; menerima pemberian Tuhan, suka maupun duka merendahkan diri di hadapan Tuhan. dari kerendahan hati itu timbul pujian dan persembahan bagi kemuliaan Tuhan. apapun yang terjadi dalam hidupmu saat ini, Tuhanlah yang mengijinkannya. Tetaplah puji Dia