Mazmur ini dikenal sebagai Mazmur pertobatan. Semua kita yang hidup tidak seorangpun yang benar di hadapan Allah. Seandainya Tuhan mengingat segala macam kesalahan kita, dengan menempatkannya di hadapanNya, maka kesalahan-kesalahan itu memisahkan kita manusia dengan Allah, menghindari suara pendoa sampai ke telinga Tuhan dan menyebabkan manusia tenggelam dalam lautan kesiasiaan. Siapa yang dapat tahan, berdiri tanpa goyah. Tidak ada, kecuali Tuhan sendiri “menjauhkan pelanggaran”, dan membuka kesempatan agar orang kembali hidup di hadapanNya. Tuhan itu baik, suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaNya. Allah mengambil prakarsa dan resiko memulihkan hubungan supaya Ia ditakuti orang, yaitu supaya orang yang tadi takut bahwa mereka dijauhkan dari hadapan Tuhan dan mati, kini kagum pada Tuhan sendiri, bersyukur dan ingin hidup menurut kehendakNya. Untuk menghindari kesalahpahaman ini pemazmur menggunakan rumus “takut akan Tuhan” dalam arti hormat, bertanggung jawab kepada Tuhan. Jangan tunggu sampai kita masuk jurang dulu baru berseru mohon belas kasihan dan pengampunan Tuhan. Jaga hati kita, jaga juga perbuatan kita. Bila saat ini kita sedang berada dalam jurang penderitaan karena ulah dari perbuatan kita yang berdosa, biarlah nats renungan hari ini menjadi doa pengakuan dosa yang jujur di hadapan Tuhan.