Dalam hidup ini kita tidak pernah terlepas dari rasa sakit dan kesedihan serta berkat dan penghiburan. Bahkan Ayub, seorang yang benar di mata Tuhan, mengalami rasa sakit dan kesedihan pribadi. Meskipun demikian, dia mempertahankan iman kepada Tuhan dan kepastian bahwa dia pada akhirnya akan dibangkitkan dan akan melihat Penebusnya. Nats Wahyu ini menggambarkan tentang sukacita yang akan kita rasakan ketika nama kita terdaftar di surga, tempat yang penuhi oleh kemuliaan Allah, yaitu Yerusalem Baru. Saat ini mungkin kita tidak mengerti mengapa kita harus menanggung banyak beban dan kesedihan, tetapi marilah kita tidak pernah lupa akan janji Tuhan. Di dalam dunia yang penuh kebahagiaan dan penderitaan ini kita memiliki Juruselamat. Ketika kita mengalami kesedihan, jangan pernah lupa bahwa kita memiliki penghibur, yaitu Roh Kudus, yang diutus Bapa untuk menghibur kita. Yesus datang untuk menyembuhkan yang patah hati, membebaskan orang-orang tawanan, memulihkan orang buta dan membebaskan orang-orang yang tertindas. Tuhan memperhatikan kita, jadi mendekatlah ke pelukan penghiburanNya. Percayalah pada kasih dan janji penebusanNya yang kekal sampai selama-lamanya. Tuhan akan selalu hadir menolong kita dan Dia berjanji bahwa tidak akan ada lagi air mata dan maut serta tidak akan ada lagi ratap tangis atau dukacita di tempat surgawi kita, Yerusalem yang baru.