Firman Tuhan hari ini menyapa kita melalui Pujian Pemazmur kepada Allah yang mengakui bahwa Hanya Allah satu-satunya Penolong. Melalui perikop ini, Pemazmur hendak memuliakan TUHAN karena TUHAN yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas dan memberi roti kepada orang-orang lapar, yang membebaskan orang-orang yang terkurung (ayat 7), TUHAN yang membuka mata orang buta, menegakkan orang yang tertunduk, mengasihi orang yang benar (ayat 8), menjaga orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya (ayat 9). Karena TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya (ayat 10). Keselamatan yang didapatkan melalui Yesus Kristus itu itu adalah universal dan mencakup semua tata kosmos. Tumbuhan dan binatang masuk dalam tata kosmos, oleh karena itu tumbuhan dan binatang juga memperoleh anugerah keselamatan sama dengan manusia yang telah menerima anugerah keselamatan itu dari Allah, bukan karena ada peran manusia untuk mendapatkan itu tetapi karena kasih karunia Allah semata. Manusia sama dengan tumbuhan dan binatang sama-sama ciptaan Allah, dan sama-sama makhluk hidup dan sama-sama memperoleh keselamatan. Untuk itulah manusia harus mengerjakan keselamatannya dengan menjaga,merawat, dan melestarikan alam ciptaan Tuhan. Ciptaan, bukanlah hanya manusia saja, tetapi juga lingkungan yang didalam lingkungan. Jadi lingkungan juga ikut menderita. Lingkungan menderita dapat juga kita sebut dengan krisis ekologis. Krisis ekologis dapat dipahami muncul dari akibat keberdosaan manusia. Menurut pandangan ini, karya pendamaian Kristus menebus baik akibat dosa manusia atas manusia maupun atas lingkungan bukan manusia