Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata karakter berarti: sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain. Pendeta J.B. Phillips, dalam terjemahannya pada alkitab “The New Testament in Modern English” menggambarkan ayat Roma 12:2 ini, sebagai berikut: “Jangan biarkan dunia di sekelilingmu membentuk engkau sesuai ukurannya, tetapi izinkan Allah membentuk kembali pikiranmu dari dalam, sehingga engkau dapat membuktikan secara nyata bahwa rencana Allah bagimu adalah baik, sesuai kehendak-Nya, dan mengarah pada satu tujuan yaitu kedewasaan penuh”. Ketika kita hidup dalam situasi dan kondisi yang sangat menekan, kita bisa bereaksi seperti kebanyakan orang, yaitu menyesuaikan diri dan berkompromi atau kita dapat memilih untuk berbeda. Karakter seorang Kristen dibentuk oleh Allah dan sesuai dengan kehendakNya. Karakter yang dengan tegas membenci kejahatan dan mengasihi yang benar (Rom12:9), seperti menolak keserakahan, mementingkan diri sendiri, iri hati, kebencian, dendam, kecemaran dan berserah pada aneka macam tekanan keduniawian. Karakter inilah yang harus kita milik dengan mengizinkan Allah membentuk pikiran kita. Kita bisa tumbuh dewasa dalam iman dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Mari izinkan Allah bekerja dalam hati kita, karena karakter berasal dari dalam hati !