Para Pemilik Usaha di Pier-2 Art Center Mengeluhkan Harga Sewa yang Semakin Tinggi
Pusat Seni Pier-2 (Pier-2 Art Center) Kaohsiung baru-baru ini mendapat kecaman karena menaikkan biaya kios bagi pengusaha muda yang menjual kerajinan tangan dan barang-barang lainnya.
Pier-2 Art Center awalnya di tahun 2006 menjadi pusat kegiatan UMKM di Kaohsiung dengan harga sewa harian NT$ 500, tapi beberapa tahun terakhir harganya terus meningkat, bahkan dalam liburan empat hari terkait dengan Hari Nasional ROC lalu biaya yang ditawarkan adalah sebesar NT$4.500 per hari untuk pedagang yang menjual makanan atau minuman beralkohol.
Pengusaha muda mengatakan bahwa harga sewa yang tinggi membuat mereka sulit menghasilkan uang. Biro Urusan Kebudayaan Kaohsiung menjelaskan bahwa biaya pemasaran yang lebih tinggi terkait dengan acara khusus seperti “Pesta Cheers Pier-2” yang sedang berlangsung memerlukan biaya kios yang lebih tinggi. Namun, biaya penjualan yang lebih tinggi belum tentu menghasilkan lebih banyak pendapatan.
“Harga sewanya meningkat, namun kami menemukan semakin sedikit orang yang mengeluarkan uangnya,” kata seorang pedagang bermarga Li (李). Li mengatakan biaya kios tahun ini untuk libur Hari Nasional Taiwan telah meningkat dari NT$2.000 menjadi NT$2.500. meningkat, Li mengatakan bisnis turun 20% jika dibandingkan tahun lalu. Pemilik kios lainnya, bermarga Chen (陳), mengatakan bahwa sewa harian kios yang menjual minuman beralkohol berharga NT$4.500. Biaya sewa yang tinggi, ditambah dengan harga barang dan tenaga kerja, membuat pengoperasian warung tidak lagi menguntungkan. Chen menambahkan bahwa meskipun ada lebih banyak pengunjung selama liburan panjang, hanya sedikit yang mempunyai daya beli untuk mempertahankan harga sewa yang lebih tinggi, yang kini membuat takut para wirausahawan muda.
Anggota Dewan Kota Kaohsiung Huang Bo-lin (黃柏霖) mengatakan bahwa harga sewa kios yang lebih rendah akan membantu mendukung generasi muda yang terlibat dalam industri budaya dan kreatif. Namun publisitas dan tata letak pameran masih membutuhkan pengeluaran untuk menarik perhatian orang banyak. Huang merekomendasikan untuk mencari situasi yang saling menguntungkan bagi vendor, konsumen, dan pemerintah kota.
Pier-2 Art Center di Kaohsiung (foto: Taiwan Tourism)
10 Olah Raga untuk Membakar Lemak, hanya butuh 10 Menit saja
Olah raga untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan ternyata tidak harus olah raga yang berat. Nyatanya, ada 10 jenis kegiatan olah raga yang dapat membantumu menurunkan berat badan hanya dengan cara yang cukup nyaman, tapi tentunya harus konsisten.
Berjalan 10 menit saja dapat membakar 23-37 kalori, sebab berjalan merupakan salah satu jenis aerobik. Olah raga ini cocok bagi para pemula yang ingin menurunkan berat badan, bahkan ada beberapa artis yang sukses diet dengan kegiatan berjalan kaki 10.000 langkah sehari.
10 menit melakukan olah raga yoga dapat membakar 37 kalori. Bahkan, dengan melakukan kegiatan peregangan saat yoga, seluruh bagian tubuh juga ikut bergerak dan membuat bentuk tubuh lebih simetris. Latihan pernapasan saat yoga juga membantumu meredakan kecemasan, stres fisik dan mental, sehingga latihan berkala dapat membuat tubuh menjadi tampak lebih muda.
10 menit menari dapat membakar 28-42 kalori. Menari disebut-sebut dapat membantu memperkuat fungsi kardiopulmoner (jantung dan paru-paru) serta membakar lemak, sekaligus menurunkan berat badan dan membuat pelakunya bahagia saat berolah raga. Aktris Xiao S bahkan pernah bercerita bahwa ia sangat senang dengan kegiatan Zumba.
10 menit kegiatan ini dapat membakar 42 kalori. Olah raga ini juga dapat melatih tangan dan kaki, meningkatkan kemampuan kita untuk bereaksi dan membantu otak untuk turut bekerja dengan lebih fleksibel.
10 menit senam aerobik dapat membakar 47 kalori dan menjadi pilihan banyak orang untuk mencoba menurunkan berat badan di rumah. Kegiatan ini tidak hanya membakar lemak, tapi juga membentuk lekuk tubuh dengan baik. Hal utama yang menarik dari senam aerobik adalah tidak ada batasan lokasi dan waktu, sehingga cocok bagi mereka yang sibuk bekerja dan mencari waktu yang lebih fleksibel.
10 menit bersepeda dapat membakar 56 kalori, tapi untuk membakar lemak diperlukan intensitas tertentu, sehingga Anda direkomendasikan untuk berkendara dengan intensitas sedang atau tinggi setidaknya 40 menit hingga 1,5 jam untuk sekali bersepeda.
Berlari selama 10 menit dapat membakar 68 kalori. Kegiatan ini sendiri banyak dipilih oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan, selain melatih otot tubuh secara keseluruhan, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, melatih tulang dan sendi, serta meningkatkan kesehatan jantung. Olah raga ini juga termasuk olah raga sederhana dan mudah dilakukan yang dapat membantu kesehatan fisik maupun mental.
Selama 10 menit naik tangga akan membakar 70 kalori, untuk itu hal ini merupakan kegiatan pembakaran lemak yang sangat cepat dan secara signifikan dapat mengurangi lemak ataupun obesitas tubuh. Naik tangga membutuhkan penggunaan otot tubuh yang berbeda, efisien, sekaligus merupakan kegiatan aerobik dengan dampak rendah, tapi memberikan beban berlebih pada lutut, sehingga Anda harus memperhatikan situasi diri Anda sendiri.
10 menit kegiatan berenang dapat membakar 83 kalori dan membentuk tubuh secara keseluruhan. Ketika mengatasi hambatan di dalam air, maka otot tubuh dapat terlatih secara maksimal, sekaligus melatih fungsi kardiopulmoner melalui pengaturan pernafasan. Berenang merupakan kegiatan senam yang hasilnya 2 kali lipat. Bagi mereka yang lututnya kurang baik, berenang merupakan pilihan yang terbaik.
No.1 : Lompat tali (skipping)
10 menit kegiatan lompat tali dapat membakar 105 kalori, sehingga kegiatan ini sama seperti sedang berlari setengah jam. Lompat tali juga merupakan olah raga tercepat untuk menurunkan berat badan dan paling efisien untuk membakar lemak. Kegiatan ini juga dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun. Menurut keterangan, Anda dapat kurus sekitar 4 kilogram dalam waktu 5 minggu hanya dengan melakukan olah raga lompat tali.
Ilustrasi olah raga (foto: Freepik)
Kisah Haru antara Ririn dan Kakek yang Dijaganya (Bagian 2)
Di pekan sebelumnya kita membahas kehidupan Ririn di Taiwan dan perjalanan kehidupannya. Dalam episode ini, kita akan mendengarkan kisah haru perjuangan dan hubungan baiknya dengan seorang kakek yang dijaganya selama beberapa tahun hingga akhir hayat pasiennya itu. Pasien ini bahkan menginspirasi Ririn untuk menuliskan cerita yang membuat impiannya memenangkan penghargaan terwujud. Bagaimana kisah lengkapnya? Mari dengarkan di siaran kali ini.
Ririn saat berada di kantor Rti untuk wawancara (foto: dok. Ririn Arum)