Istri WNI Timbun Rongsok selama 10 Tahun, Suami Gugat Cerai
Seorang suami, sebut saja Ah Qiang, menikah dengan seorang WNI bernama Xiao Hui selama 20 tahun. Ah Qiang mengeluh bahwa Xiao Hui, terus mengumpulkan dan menimbun barang rongsokan selama 10 tahun. Bahkan, barang-barang ini menumpuk hingga ke koridor apartemen. Hal ini mengakibatkan mereka dilaporkan oleh tetangga dan didenda sebesar NT$40.000 oleh Dewan Pembangunan Kota Taipei.
Ah Qiang merasa seperti hidup di tumpukan sampah dan meminta istrinya untuk berubah, tetapi hasilnya nihil. Gara-gara masalah ini, mereka sering kali berkelahi dan hubungan mereka menjadi renggang. Bahkan, mereka tidak melakukan hubungan intim selama lebih dari 10 tahun. Pada bulan Oktober tahun lalu, Xiao Hui kembali ke Indonesia dan tidak pernah kembali lagi. Akhirnya, Ah Qiang memutuskan untuk mengajukan permohonan perceraian ke pengadilan.
(sumber: spauldingdecon / gambar hanya ilustrasi)
Taiwan Cabut Aturan Wajib Pakai Masker di Apotek dan Pusat Terapi Mulai Hari Ini
Warga yang masuk ke apotek atau pusat terapi fisik di Taiwan tidak lagi diwajibkan untuk memakai masker wajah mulai Selasa (15/8), Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengumumkan pada hari Senin.
Namun, aturan penggunaan masker akan tetap berlaku di rumah sakit, klinik, fasilitas perawatan jangka panjang, dan panti jompo, karena di sana banyak orang tua atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, kata Wakil Direktur Jenderal CDC Tseng Shu-huai (曾淑慧).
CDC juga mengumumkan, mulai hari ini (15/8), mereka yang memiliki gejala COVID-19 atau masih dalam fase pemantauan kesehatan mandiri tidak lagi diwajibkan untuk menyertakan hasil tes antigen negatif pada hari yang sama saat mengunjungi teman atau kerabat di rumah sakit.
Biasanya, petani dan peternak tidak tega melihat hewan peliharaannya harus berakhir di tempat penjagalan. Begitu pula seorang petani Yunlin yang baru saja pensiun dan memilih mengantarkan kerbau airnya yang berusia 12 tahun ke kawasan perlindungan hewan pada Jumat lalu.
Huang Sung-yung (黃松勇), pemilik kerbau air terakhir di Kecamatan Huwei, Kabupaten Yunlin, baru-baru ini pensiun setelah menghabiskan sekitar 50 tahun bekerja di ladang menggunakan kerbau.
Pak Huang yang kini berusia 74 tahun juga menginginkan kerbaunya pensiun denggan layak karena telah setia membantunya selama ini. Berkat bantuan Kantor Kecamatan Huwei dan Kepala Desa Chen Chun-chi (陳俊旗), Huang diarahkan ke kawasan suaka kerbau di Kecamatan Tuku.
Dulu, kerbau air sangat umum di ladang-ladang di Taiwan - pulau ini pernah menjadi rumah bagi 329.928 ekor hewan tersebut pada tahun 1956 - namun jumlah mereka telah berkurang dengan mekanisasi. Hingga tahun 2021, hanya tersisa 199 ekor, menurut data dari Kementerian Pertanian.
Dulu, Taiwan pernah menjadi rumah bagi 329.928 ekor kerbau pada 1956. Namun, jumlah mereka berkurang drastic karena perkembangan teknologi. Hingga tahun 2021, hanya tersisa 199 ekor kerbau air saja, menurut data dari Kementerian Pertanian.
Sambil mengelus punggung sahabatnya saat bertani, Pak Huang pun berpamitan, "Kamu tidak akan sendirian di sini. Pergilah dan nikmati masa pensiunmu."