
Sign up to save your podcasts
Or


INIKOPER sedang tertarik bicara energi. Kebetulan sedang bekerja untuk sebuah kegiatan transisi energi. Sebagai fasilitator, kita senantiasa mengaktivasi energi baik energi kita sendiri maupun energi peserta. Energi adalah segalanya. Kita diam, cemberut, tertawa, semangat, itu semua energi. Pada proses fasilitasi, karena konten milik peserta dan solusi juga milik mereka, maka energi peserta harus di atas rata-rata. Energi yang positif akan menciptakan solusi yang kreatif.
INIKOPER berbagi kiat bagaimana merancang proses fasilitasi bila semua peserta yang diundang adalah pakar. Semua orang harus bicara, semua orang harus didengar dan semua orang berbagi perspektif, pengalaman dan refleksi. Pada proses seperti ini tidak ada upaya untuk memilih perspektif ini lebih baik dibandingkan yang lain. Semua perspektif diterima dan dilanjutkan dengan proses pendalaman di masa yang akan datang.
INIKOPER berbagi kiat bagaimana merancang proses fasilitasi yang pesertanya pejabat tinggi baik dari pemerintah, bisnis dan organisasi masyarakat sipil. Tentu sangat merepotkan menghadapi peserta dari kalangan pemimpin. Beberapa hal penting dicamkan bila kita diminta fasilitasi pertemuan tingkat tinggi.
INIKOPER berbagi bagaimana merancang sesi pertemuan sebagai Liminal Space dengan menggunakan cara Liminal Thinking. Intinya bagaiman menyusun sesi yang menggunakan moda berfikir "ruang antara"? Ruang Antara membuat peserta bisa keluar dari asumsi yang mereka. yakini selama ini dengan menangkap asumsi baru tentang perubahan sosial.
INIKOPER besok terlibat dalam Training of Facilitators untuk Asesmen Kapasitas Organisasi OMS selama tiga hari. Asesmen Kapasitas Organisasi memang penting tapi bagaimana caranya agar bermanfaat bagi organisasi yang diukur? Selama ini asesmen kapasitas organisasi senantiasa berkaitan dengan sebuah program atau proyek besar. Mengukur kesehatan dan fungsinya itu penting untuk memastikan organisasi siap masuk ke dimensi transformastional?
Dalam sebulan terakhir, INIKOPER membantu interaksi sosial di Palembang, Palangkarya dan Sorong. Kami memperoleh tantangan untuk melatih ASN Teknisi menjadi fasilitator perubahan di Palembang, lalu kami membantu masyarakat pengelola hutan desa menjadi perfomers selama tiga hari untuk menghayati antara mindset, budaya dan keyakinan untuk menjaga hutan desa di kampung-kampung mereka, dan terakhir di Sorong, belajar merancang fasilitasi kilat untuk pembelajaran multipihak tentang pengelolaan kawasan laut lestari di kampung-kampung masyarakat adat. Semuanya memberikan refleksi yang dalam dan mengganggu cara-cara interaksi sosial kreatif ke depan
INIKOPER kali ini berbagi tentang apa itu Liminal Thinking atau Liminal Space? Dalam bahasa sederhana Liminal Thinking itu adalah cara berfikir tanpa batas. Untuk berpikir liminal kita perlu mengubah pengalaman kita, atensi kita, teori kita dan keyakinan kita. Tanpa mengubah hal-hal tadi, kita selalu dibatasi oleh keyakinan kita sendiri dalam melakukan apa pun. Silakan dinikmati.
INIKOPER kali ini berbagi tentang apa beda antara Start Up Biasa dan Start Up untuk Perubahan Sosial. Salah satu yang menarik dalam perkembangan Start Up atau perusahaan perintis adalah kreativitas, kolaborasi dan keberlanjutan. Bagaimana semangat ini muncup pada start up yang fokus pada perubahan sosial seperti di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, perhutanan, perikanan, lingkungan hidup dan lain-lain. Pada edisi kali ini, saya berbagi wawancara dengan Fabby Tumewa, CEO IESR yang pergerakan pada advokasi, riset dan think tank untuk isu-isu energi dan perubahan iklim. Silakan menyimak.
Minggu kemarin, saya diminta memperkuat kembali gagasan ekosistem pada Arsitek Komunitas dan membantu panel pakar untuk pengembangan ekonomika pangan yang baru. Percakapan yang sangat menarik. Biasanya saya selalu terganggu bila peserta memiliki ketertarikan pada hal-hal yang baru. Sebuah tarikan pada masa depan yang lebih adil dan seru.
INIKOPER kali ini berbagi gagasan Kota Sosial yang telah dikembangkan di Jepang. Kadang kita simpang siur dengan konsep pembangunan kota seperti Smart City, Sustainable City, CIty for All dan sebagainya. Ketika menemukan buku Social City. Saya tertarik dengan gagasan ini mirip menemukan Limbic System sebuah kota. Silakan disimak podcast pendek ini.
From the publisher's feed