
Sign up to save your podcasts
Or


INSPIRIT kembali menyelenggarakan Vibrant Facilitation Batch 36. Vibrant Facilitation adalah kelas belajar fasilitasi dinamis dan vibrant sejak 2002, Setiap tahun kami memperbarui pengetahuan dan ketrampilan fasilitasi agar tetap relevan dengan kebutuhan jaman. Saat ini, kita menghadapi situasi yang makin kompleks, turbulensi, ketidakmenetuan yang tinggi, kebaruan yang sangat cepat dan ambiguitas dalam proses pengambilan keputusan. Angkatan Vibrant 36 adalah kelas pertama yang kami perkenalkan dengan gagasan Fasilitasi Adaptif. Apa itu silakan simak podcast INIKOPER seminggu ke depan
Apa itu Joint Learning? Apa beda dengan Shared Learning? Setelah diotak-atik, Shared Learning lebih fokus pada konten. Sedang Joint Learning fokus pada konteks. Saya dan Deni Rodendo, Founder GRID, mencoba fasiltiasi Joint Learning dengan tujuh organisasi masyarakat sipil di Ende. Lalu, pada sebuah pagi, saya ingin belajar apa itu Joint Learning dengan Deni di Ruteng saat kami menunggu supir mobil rental tiba.
Seminggu kemarin melalang buana ke Ende, Flores. Saya berkunjung ke Desa Rutujeja. Artinya Desa Bapak Anak. Sebuah kampung di lereng gunung, berudara sejuk, pangan melimpah dan budayanya kokoh. Mereka bertahan dari Mesin Kebohongan. Saya belajar bagaimana mereka memimpin dalam melawan mesin kehampaan, untuk merawat jati diri Petani Alami. The Emptiness Machine adalah lagu karya Linkin Park terbaru yang diluncurkan pada 9 September 2024. Beruntung saya menikmati lagu ini sepanjang perjalanan darat dari Labuan Bajo-Ruteng-Bajawa dan Ende pulang pergi. Sebuah lagu yang sarat makna tentang relasi kuasa yang toksik, melawan kekecewaan, berputar tanpa henti untuk kekalahan terus menerus dan bagaimana keluar dari Mesin Kehampaan.
Bagaimana membangun organisasi masyarakat sipil yang berdampak? Buku Lean Impact mengeksplorasi tentang menjadi organisasi yang mirip-mirip start up. Lima prinsip yang penting diperhatikan. Ubahlah organisasi Anda sekarang juga.
Fasilitator memiliki berbagai tehnik dalam membantu individu, organisasi dan komunitas dalam menciptakan keputusan yang keren secara partisipasi penuh dan beragam metode. Pada edisi ini saya ingin mengulang kembali sepuluh tehnik dasar yang perlu dilatih terus menerus untuk menjadi fasilitator yang handal.
Seringkali kita berfikir terlalu kecil. Tak selalu berfikir kecil itu buruk. Dalam sebuah ekosistem, semua untuk semua. Semua hidup tanpa ada yang ditinggalkan. Seberapa kecil pun sumbangan kita, ekosistem tetap menghargai. Karena ekosistem tumbuh dan besar berkat tindakan yang kecil-kecil yang tak pernah padam. Percakapan ini menampilkan suara Pak Wiratno dan Mbak Erna Ekohartono.
Mengembangkan ekosistem organisasi mirip dengan membangun Komunitas Start Up. Pada komunitas start up dikenal istilah Tesis Bouder. Ecosystem Builder harus memimpin, memiliki komitmen jangka panjang, boleh memandu tapi jangan mengendalikan dan ciptakan kegiatan yang tiada henti.
Bagaimana kita mengembangkan pengetahuan untuk organisasi? Salah satu metafora bagi organisasi, organisasi sebagai sebuah otak. Sebagai otak atau pengeloah informasi, organisasi bisa menangkap, mengolah dan menyebarkan pengetahuan. Ini pengalaman saya mengembangkan pengetahuan bagi organisasi beberapa tahun lalu.
Bagaimana kita melihat situasi yang kita hadapi? Bagaimana kita merespon situasi yang kompleks? Bagaimana pemimpin merespon masalah tehknikal, fungsional dan adaptif? Kapan pemimpin menggunakan otoritasnya dan kapan pemimpin berkolaborasi dengan para stakeholders?
Bila Anda merasa apa yang telah dilakukan akhir-akhir ini merasa berdampak kecil, tidak efesien, tidak efektif dan tidak relevan serta tidak berkelanjutan? Maka, Anda harus mengubah mindset cara melihat situasi yang Anda hadapi. Mindset yang melihat situasi yang kita hadapi semakin kompleks, turbulensi, tidak pasti, ambigu dan senantiasa melahirkan hal-hal baru. Bila organisasi merasakan hal-hal itu, makan organisasi Anda harus beradaptasi. Bagaimana cara organisasi beradaptasi.
From the publisher's feed