
Sign up to save your podcasts
Or


Adalah contoh dari sebuah perusahaan yang kelihatannya mapan / mantab, karena gagap dalam menanggapi perubahan akhirnya harus tergulung jaman.
Sayangnya teks tidak bisa menggambarkan emosi bercana tersebut, jadi apapun yang kita tweet itu, hasilnya becanda atau luapan emosi itu 100 persen bergantung pada persepsi si pembaca.
Siapa yang sangka, niatnya hanya bercanda, tapi dipersepsikan menghina. Karena memang kandungan teksnya menjurus arah rasis, dan persepsi orang pasti beda-beda.
Ketika keluhan konsumen diatasi dengan cara yang benar, dampak yang dihasilkan akan jauh lebih dahsyat dari teknik marketing manapun.
Reaksi perusahaan yang tepat akan menumbuhkan loyalitas pada konsumen. Berlaku juga sebaliknya.
Di episode ini kita, kita sekali lagi menemukan penegasan bahwa bisnis itu bukan hanya berjualan, tapi juga soal relasi antar manusia.
Seperti pada contoh CEO Mozila yang keputusannya diketahui oleh publik, akhirnya harus mundur dari posisinya sebagai CEO Mozila.
Dalam berjualan ada yang namanya Etika.
Seperti dalam contoh yang disampaikan dalam episode ini, perusahaan memberikan penawaran di saat orang-orang sedang berduka.
Tentu saja hal ini membuat masyarakat antipati, dan pasti berdampak buruk bagi perusahaan.
So diingat ya teman-teman, dalam berjualan tidak hanya ada transaksi di dalamnya, tapi juga ada relasi yang harus dibangun dan dijaga.
Harus ada take and give dalam bisnis kita. Kita tidak bisa hanya menuntut yang terbaik dari karyawan, tapi kita tidak memberikan yang terbaik bagi mereka.
Dalam episode ini ada 11 point yang diterapkan di perusahaan pembuat kipas angin bernama Big Ass Fans.
Yuk disimak..
Shatto milk bisa memiliki cara kreatif dalam beriklan karena mereka berhasil melakukan delegasi yang baik.
Value / nilai itu penting dalam setiap aspek kehidupan kita.
Melalui episode singkat ini, saya harap kita bisa belajar bagaimana pentingnya sebuah media sosial yang digunakan dengan benar. :D
From the publisher's feed