Yesus berjalan ke Golgota
Tiada mawar-mawar di jalanan
domba putih menyeret azab dan dera
merunduk oleh tugas teramat dicinta
berlutut, dua tangan pada Bapa:
telah terbantai domba paling putih
jantung berwarna paling agung
dikunyahnya dan betapa getirnya.
Tiada jubah terbentang di jalanan
bunda menangis dengan rambut pada debu
dan menangis pula segala perempuan kota.
mengapa kautangisi diriku
dan tiada kautangisi dirimu?
Air mawar merah dari tubuhnya
jalanan liang-liang jiwa yang papa
dan pembantaian berlangsung
Akan diminumnya dari tuwung kencana
anggur darah lambungnya sendiri
dan pada tarikan napas terakhir bertuba:
– Bapa, selesailah semua!
(Ballada Orang-orang Tercinta, 1957)