
Sign up to save your podcasts
Or


Bangsa Israel masih berada di seberang Sungai Yordan. Belum lagi mereka sampai ke tanah yang dijanjikan Tuhan kepada keturunan Abraham, Tuhan sudah memberi perintah untuk menyediakan kota-kota perlindungan. Bukan bagi Tuhan perintah ini, namun supaya bangsa itu dapat hidup dalam damai dengan aturan hukum yang jelas. Bagaimana Kristus kemudian, dengan keberadaan-Nya, menggenapkan diri-Nya sebagai kota perlindungan? Apakah semua orang dapat berlindung dalam kota yg kokoh ini?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Agustus 2026.
Kirim pesan
Musa sudah berumur 120 tahun ketika Tuhan berbicara kepadanya di seberang Sungai Yordan. Bukan hanya berbicara supaya Musa mendengar, tetapi supaya Musa menyampaikan dan mengajarkannya kepada seluruh bangsa yang besar itu. Melakukan perintah itu tidak membuat Musa kemudian masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan atas keturunan Abraham yang telah dipimpinnya selama hampir 40 tahun, namun tetap dilakukannya. Bagaimana kita mendengar dan memelihara firman Tuhan karena Tuhan, dan bukan "supaya saya"?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 16 Agustus 2026.
Kirim pesan
Lewi tidak mengawali sejarah tentangnya dengan indah. Sebagai seorang anak yang ingin membela nama baik keluarganya, dia melakukan tindakan yg tidak disukai Tuhan dan mendatangkan kutuk atas keturunannya untuk tidak mendapat tempat seperti saudara-saudaranya yang lain. Namun kehidupannya tidak berhenti, yang dikerjakannya pada masa tuanya, meskipun tidak tersurat dalam Alkitab, memberikan dampak besar bagi keturunan-Nya.
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 9 Agustus 2026.
Kirim pesan
Sebelum memasuki tempat yang dijanjikan Tuhan kepada kakek moyang yang mengikuti panggilan Tuhan, bangsa Israel sudah menerima perintah untuk mempersembahkan tempat bagi suku Lewi. Bukan hanya supaya suku Lewi dapat menerima persembahan seluruh bangsa, namun supaya seluruh bangsa beroleh pendidikan, bahkan keadilan dan pertolongan mental dan hukum bagi mereka yang tanpa sengaja menghilangkan sesamanya. Siapa yang dapat menerima perlindungan ini, dan bagaimana perintah Tuhan juga menyatakan keadilan-Nya?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 2 Agustus 2026.
Kirim pesan
Tuhan memberikan bagian-bagian yang tepat kepada setiap umat-Nya sesuai dengan panggilan dan tugas kepada mereka. Jika pada Perjanjian Lama Dia memakai suku Lewi, termasuk para imam, untuk menceritakan perbuatan-perbuatan dan mengajarkan hukum-hukum-Nya, maka dalam Perjanjian yang Baru pun, sebagai umat yang diangkat-Nya menjadi imamat yang rajani, tugas yang sama diberikan. Dan dalam setiap tugas yang kita kerjakan, penyertaan Tuhan dapat kita rasakan. Sudahkah kita melakukan tugas dari Tuhan sehingga dapat menikmati penyertaan kasih dan berkat-Nya?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 26 Juli 2026.
Kirim pesan
Tuhan tidak pernah meminta apapun dari yang tidak Dia berikan. Kepada Suku Lewi yang melayani-Nya, diberikan Tuhan bagian di tengah-tengah Bangsa Israel. Namun berkat itu pun datang dengan tanggungjawab. Tanggungjawab bagi anak-anak Lewi untuk melayani Tuhan sesuai dengan firman-Nya, untuk merenungkan dan mengajar hukum-hukum Tuhan kepada seluruh bangsa, dan untuk mereka sendiri hidup takut akan Dia. Tidak selamanya tanggungjawab itu dapat mereka kerjakan, sebab anak-anak Lewi yang berikutnya telah melupakan firman Tuhan dan kekudusan-Nya.
Bagaimana dengan kita? Dengan setiap berkat yang Tuhan telah berikan, bagaimana kita mempersembahkannya kembali kepada Tuhan? Bukan hanya tentang materi, namun apakah firman Tuhan ada dalam hati dan perbuatan kita sehingga dapat kita ajarkan kepada generasi yang berikutnya?
Ibu Ev. Sri Umiyati dalam Ibadah Epiphaneia, 19 Juli 2026.
Kirim pesan
Tuhan memberikan modal yang sama kepada seluruh anak-anak Yakub. Dari anak istri yang sah sampai kepada budak wanita, mereka menerima janji dan nubuat masing-masing. Tuhan memberikan modal yang sama juga kepada keturunan anak-anak Israel ini. Pembebasan dari perbudakan, tuntunan dalam perjalanan, bahkan bagian tempat untuk setiap suku sesuai jumlah mereka. Namun keadilan-Nya juga membuat bangsa ini kemudian terusir dari tanah yang Tuhan berikan, karena ketidaktaatan dan kejahatan mereka; sama seperti bangsa-bangsa yang dihalau Tuhan dari tanah yang dikehendaki-Nya karena kekejian mereka.
Tuhan juga telah memberikan modal yang sama untuk kita semua. Pembebasan dari dosa, tuntunan Roh Kudus-Nya, bahkan janji penjemputan bagi yang menantikan-Nya. Apakah kita mau merespon dengan benar setiap berkat dan janji yang Tuhan berikan?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Juli 2026.
Kirim pesan
Jika para nabi dan orang-orang yang mencari dan merenungkan firman dan penyataan Tuhan tidak menuliskan dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, tidak akan kita sekarang dapat membaca kegenapan setiap nubuat. Bahkan kehadiran Tuhan Yesus di bumi pun dilakukan-Nya untuk menggenapkan setiap nubuat. Bagaimana dengan kita? Adakah kita berjalan dalam pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya sehingga perjalanan hidup kita menjadi perjalanan yang berarti untuk masa depan di bumi dan dalam kekekalan?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 5 Juli 2026.
Kirim pesan
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak memandang bulu (Rm 2:11). Setiap manusia diberikan kesempatan dan modal berkat yang sama, namun tidak semua orang merespon berkat Tuhan dengan cara dan integritas yang sama. Menariknya, respon setiap orang bukan hanya mempengaruhi hidupnya, namun juga hidup keturunan, bahkan kaum, serta bangsanya. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kali ini Alkitab mengajar kita tentang berkat dan respon orang-orang yang telah dipanggil Tuhan?
Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 28 Juni 2026.
Kirim pesan
Pembelajaran mingguan kita sampai kepada nama-nama para pemimpin suku Israel sebelum masuk ke tanah perjanjian. Banyak nama yang seringkali dilewati oleh pembaca, padahal alas dan tinta untuk menulis tidaklah mudah pada saat firman Tuhan ini diberikan. Jadi, apakah ini sia-sia?
Ibu Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 21 Juni 2026.
Kirim pesan
From the publisher's feed
Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama…
Untuk mengikuti PA Epiphaneia atau ibadah mingguan dapat menghubungi alamat surel [email protected]
*Hymn accompaniment cut (intro/outro) by (youtube/@ccmlibrary), used for worship.