Keluarga Epiphaneia

Keluarga Epiphaneia

Download on the App Store

Keluarga Epiphaneia episodes

  • Warisan bagi Keturunan: Pengaruh Dosa dan Ketaatan

    Masih dari Bilangan 26 dalam seri "Warisan bagi Keturunan." Saat membaca pasal ini mungkin kita bertanya, "Untuk apa Alkitab mencatat jumlah sensus dan nama orang-orang yang kita tidak kenal?"

    Jika kita mengingat janji yang diberikan TUHAN kepada Abraham bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit, tentu itu akan terjadi. Terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung, dan bangsa keturunan Yakub adalah salah satu dari garis keturunan Abraham. Begitu banyak jumlah keturunan Israel, dan meskipun mereka diturunkan oleh satu ayah dan ibu, nasib dan keadaan mereka berbeda. Bersama-sama kakek moyang mereka masuk ke tanah Mesir, bersama pula mereka keluar dari perbudakan. Namun mengapa jumlah dan sikap mereka berbeda? Adakah kakek moyang mereka bertanggungjawab atau pola laku masing-masing individu dari bangsa yang besar ini yang membuat mereka demikian?

    Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 10 Agustus 2025.

    Kirim pesan

    33 min
  • Warisan bagi Keturunan: Menghargai Panggilan Tuhan

    Bilangan pasal 26 nampaknya seperti perikop yang membosankan untuk dibaca, apalagi dikotbahkan. Namun mengawali seri kotbah "Warisan bagi Keturunan" ini, kita akan perlahan meneliti dan melihat mengapa dan untuk apa pasal ini dituliskan. Bagaimana kita mengenal TUHAN melalui penyataan dan pernyataan-Nya kepada umat manusia?

    Kita memulai dari bangsa Israel yang ditebus TUHAN dari perbudakan di Mesir, dipanggil-Nya menjadi milik kepunyaan-Nya untuk dapat beribadah dengan benar kepada Dia. Namun, tidak semua menghargai panggilan itu. Lalu Bileam, seorang yang dipercaya dapat mendengar dan melihat penyataan TUHAN, pun seharusnya mengerti kebenaran dan kehendak-Nya. Namun lagi, dia lebih memilih berkat yang di bumi dari pada melakukan kehendak TUHAN yang telah dinyatakan-Nya. Yang terakhir ada Musa, yang meskipun pernah gagal, namun tidak berhenti dalam ketaatannya akan panggilan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Contoh kehidupan yang mana yang akan kita ambil?

    Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 3 Agustus 2025.

    Kirim pesan

    39 min
  • Orang Benar Memiliki Kebenaran-Nya

    Dalam hati orang benar ada Taurat Allah, karena itu "Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum," kata pemazmur. Semua orang bisa mengucapkan kata-kata yang indah, bahkan melanjutkan firman yang diberikan Tuhan. Namun apakah dalam hatinya ada firman itu, sehingga langkah kaki dan perbuatannya membawa buah yang dipersembahkan kepada Tuhan?

    Beberapa minggu kita telah belajar dari Bileam dan kehendak Allah yang telah dinyatakan padanya. Apakah kita memilih untuk hidup seperti Bileam yang tetap mengikuti keinginan hatinya meski telah mendengar keinginan hati Tuhan, atau maukah kita memilih mengikuti kebenaran-Nya?

    Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 13 Juli 2025.

    Kirim pesan

    37 min

About Keluarga Epiphaneia

From the publisher's feed

Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama…