Keluarga Epiphaneia

Keluarga Epiphaneia

Download on the App Store

Keluarga Epiphaneia episodes

  • Melihat Tuhan dan Mengasihi Dia

    Tidak semua yang melihat dan mengalami Tuhan mau untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Bileam mengenal TUHAN, Allah yang sama yang menyatakan diri-Nya kepada Bangsa Israel di kaki Gunung Sinai. Namun apakah dia menjadi penyembah Tuhan dalam setiap jalan hidupnya? Tuhan dan jalan-jalan-Nya hanya diketahui Bileam, tapi tak diindahkannya kehendak-Nya. Apakah kita lebih baik dari Bileam?

    Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Juni 2025.

    Kirim pesan

    35 min
  • Mendengar Namun Tidak Mengindahkan, Melihat Namun Tidak Taat

    Tuhan menyatakan diri-Nya kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang tidak mencari Dia. Namun tidak semua orang berkenan kepada Tuhan, melainkan  hanya mereka yang mengasihi Dia dan menaati-Nya bukan karena berkat tetapi karena Dia Tuhan. Bukan seperti Bileam yang menolak mengutuk Israel, bukan karena kasihnya pada Tuhan maupun bangsa yang ditebus-Nya, namun karena  tidak sanggup melawan kehendak Penciptanya. Bagaimana dengan kita yang mengaku telah menerima penyataan Tuhan?


    Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 15 Juni 2025.

    Kirim pesan

    35 min
  • Kejamkah Cara Israel Masuk ke Tanah Perjanjian?

    TUHAN sudah menjanjikan Tanah Kanaan kepada keturunan Abraham, bahkan sebelum keturunan itu diberikan TUHAN kepadanya. Nyatanya, tanah yang dijanjikan itu bukanlah tanah kosong tak berpenghuni. Tanah itu didiami beberapa bangsa dengan kehidupan dan kebiasaannya masing-masing. Mengapa Tuhan menjanjikan tanah itu bahkan menyuruh Bangsa Israel menghabisi penduduknya? Dimanakah TUHAN yang Maha Pengasih itu? Tidak adilkah TUHAN yang menyatakan diri-Nya kepada Abraham, bahkan kepada jutaan manusia di Padang Gurun Sinai? Atau, adakah yang kita lewatkan dari apa yang telah dinyatakan TUHAN melalui hukum-hukum-Nya?


    Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 11 Mei 2025.

    Kirim pesan

    42 min
  • Generasi yang Menerima Janji

    Perjalanan dengan Tuhan, bukanlah perjalanan yang pasif atau membosankan. Ada kehidupan di dalamnya, ada firman dan tuntunan diberikan-Nya. Waktu yang Tuhan janjikan sebagai jawaban-Nya atas keluhan ke-10 pengintai Israel telah hampir usai, generasi yang padanya Tuhan murka karena tidak menghargai janji-Nya. Lalu, apakah generasi Israel yang baru ini layak menerima kegenapan janji Tuhan? Bagaimana dengan kita yang juga telah menerima penyataan Tuhan? Apakah kita sudah hidup berjalan tanpa keluhan sehingga dapat ikut masuk ke Tanah Perjanjian?

    Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 4 Mei 2025.

    Kirim pesan

    43 min

About Keluarga Epiphaneia

From the publisher's feed

Keluarga Epiphaneia adalah persekutuan pelajaran Alkitab pemuridan yang menyediakan materi PA yang berkesinambungan dan terpimpin. Dimulai sejak tahun 1990 dan sebelumnya dikenal dengan nama…