
Sign up to save your podcasts
Or


Filsafat pendidikan realisme merupakan suatu aliran filsafat yang berpandangan bahwa suatu realitas menjadi objek yang riil tanpa berlandaskan pengetahuan lain atau berdiri sendiri, sehingga dapat dikatakan objektif (nyata, apa adanya). Aliran realisme berkotomi dengan aliran idelisme. Realisme menganggap bahwa objek yang riil merupakan benda-benda yang ada, terlepas dari ilmu pengetahun yang kita ketahui atau persepsi kita berdasakan akal.
Peneliti dalam naratologi mendeskripsikan bahwa tataran riwayat ialah tentang bagaimana menentukan unsur terkecil cerita serta membangun kaidah kombinasi dan permutasinya. Seriring berkembangnya definisi tersebut, tataran riwayat terfokus kepada tataran teks yaitu tentang bagaimana kombinasi (urutan kronologis) sebuah peristiwa cerita yang mengalami perubahan dalam tataran teks tersebut. Dalam tataran ini dapat dikatakan jika riwayat merupakan hasil abstraksi, maka teks merupakan sumber dari abstraksi tersebut.
Naratologi merupakan salah satu cabang strukturalisme yang mempelajari narasi dan segala hal yang melingkupinya. Strukturalisme seringkali disamakan dengan unsur intrinsik. Padahal keduanya tidak sama. Unsur intrinsik merupakan bagian-bagian dari cerita yang dianggap dapat berdiri sendiri atau bersifat otonom, sedangkan strukturalisme, di samping adanya suatu struktur yang otonom dalam karya sastra, juga dapat dipahami sebagai kesatuan yang bulat antarunsur pembangunnya.
Dalam “Sejarah Singkat Novel dan Cerpen Dunia dan Indonesia” akan dimulai dari: 1). Sejarah Singkat Novel Dunia, 2). Sejarah Singkat Novel Indonesia, 3). Sejarah Singkat Cerpen Indonesia dan, 4). Sejarah Singkat Cerpen Dunia.
Sejarah Singkat Novel Dunia
Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, seorang professor sejarah literature, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel tahun (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18. Hal ini dikarenakan perubahan tema yang diusung dari epik menjadi pengalaman individu dalam kehidupan. Perubahan tema tersebut terhubung dengan perkembangan filsafat modern, khususnya yang diusung oleh Rene Descartes yang populer dengan istilah Cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada. Jadi, fokus ‘aku’ atau individu menjadi sorotan utama. Aku yang berpikir artinya bisa menjadi aku yang menghayati kehidupan atau ke”ada’annya.
Karya sastra merupakan salah satu hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia. Karya sastra lahir dari ekspresi jiwa seorang pengarang yang diolah menjadi teks yang indah. Suatu hasil karya dikatakan memiliki nilai sastra jika isinya dapat menimbulkan perasaan haru, menggugah, kagum, dan mendapat tempat di hati pembacanya. Karya sastra seperti itu dapat dikatakan sebagai karya sastra yang adiluhung, yaitu karya yang dapat menembus ruang dan waktu. Keberadaan karya sastra dalam kehidupan manusia telah memberikan sedikit banyak nilai dan manfaat, baik sejak zaman dulu sampai sekarang.
From the publisher's feed