(Taiwan, ROC) --- PUA (Pick Up Artist) berarti "seniman PDKT", awalnya mengacu pada cara membantu pria yang tidak mahir bersosialisasi untuk mendekati orang yang mereka sukai melalui teknik dan aplikasi psikologi.
Namun kemudian berkembang menjadi sekelompok orang yang berdedikasi untuk mempelajari dan menerapkan strategi dan taktik psikologis tertentu untuk mengejar lawan jenis, termasuk merendahkan target, bersikap panas-dingin dan cara-cara lain, yang akhirnya bertujuan untuk menipu dalam hal seksual dan finansial.
Menurut Terapis Hong Hui-jia (洪惠嘉) dari Klinik Kesehatan Mental Re-angel (杏語心靈診所), pelaku PUA sering menargetkan orang-orang yang terlalu akomodatif terhadap permintaan orang lain atau terlalu peduli dengan pandangan orang lain.
Dalam hubungan, mereka akan membuat Anda merasa "membutuhkan mereka", "mencintai mereka", dan "berhutang pada mereka". Jika Anda memiliki salah satu dari karakteristik berikut, Anda perlu waspada terhadap kemungkinan terjebak dalam toxic relationship.
Menurut Terapis Hong Hui-jia (洪惠嘉) dari Klinik Kesehatan Mental Re-angel (杏語心靈診所), pelaku PUA sering menargetkan orang-orang yang terlalu akomodatif terhadap permintaan orang lain atau terlalu peduli dengan pandangan orang lain. 圖: PEXELS
1. Terlalu akomodatif terhadap kebutuhan orang lain
Karena terlalu memperhatikan perasaan dan harapan orang lain, selalu berusaha menghindari konflik dan penolakan, berusaha memenuhi permintaan dan keinginan orang lain bahkan jika harus mengorbankan kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.
2. Terlalu peduli dengan penilaian dan perasaan orang lain
Orang-orang seperti ini lebih memilih kehilangan keaslian dan kepercayaan diri mereka, selalu berusaha menunjukkan kelebihan dan kemampuan mereka untuk mendapatkan pujian dari orang lain.
3. Sering meragukan perasaan diri sendiri
Tidak terlalu mempercayai perasaan dan intuisi sendiri, sering mempertanyakan apakah diri sendiri benar, dan sangat membutuhkan pendapat atau saran dari luar, sehingga mudah mengabaikan kebutuhan dan pikiran yang sebenarnya.
4. Mudah menyalahkan atau mengintrospeksi diri
Mudah mengaitkan emosi atau masalah orang lain dengan diri sendiri, merasa "saya tidak cukup baik" atau "memiliki kewajiban untuk memperbaiki situasi orang lain".
Psikiater Yang Cong-cai (楊聰財) menyarankan, jika Anda menyadari ada seseorang yang mencoba melakukan PUA terhadap Anda dan merasa tidak nyaman, mintalah bantuan dari teman, keluarga, rekan kerja, atau profesional kesehatan mental. 圖: PEXELS
5 Cara Melepaskan Diri dari PUA Menurut Psikolog
Psikiater Yang Cong-cai (楊聰財) menyarankan, jika Anda menyadari ada seseorang yang mencoba melakukan PUA terhadap Anda dan merasa tidak nyaman, mintalah bantuan dari teman, keluarga, rekan kerja, atau profesional kesehatan mental. Untuk perilaku yang melanggar hukum, carilah bantuan hukum.
1. Kenali hak dan batasan diri
Pahami bahwa Anda berhak menolak perilaku apapun yang membuat tidak nyaman atau gelisah, tidak perlu berkompromi untuk memenuhi harapan orang lain.
2. Kenali perilaku tidak normal
Jika Anda merasa perilaku seseorang mulai tidak normal atau tidak tulus, jangan abaikan. Percayai perasaan Anda.
3. Tegaskan keinginan dan posisi Anda
Jika Anda merasa tidak nyaman dengan sikap seseorang atau tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi, nyatakan keinginan dan posisi Anda dengan jelas dan tegas, tanpa perlu penjelasan atau permintaan maaf.
4. Cari dukungan dan bantuan
Ketika mulai merasa bingung dalam suatu hubungan, sebaiknya mencari pendapat dari guru, teman, keluarga, atau profesional untuk mendapatkan pandangan objektif dan mengurangi kemungkinan terjebak dalam perangkap PUA.
Jika kritik dan perilaku kekerasan mulai tidak terkendali, segera tinggalkan tempat dan semua orang/hal yang dapat membahayakan Anda, untuk memastikan kesehatan fisik dan mental Anda terlindungi dari bahaya PUA.