(Taiwan, ROC) --- Kalau Anda susah tidur, mungkin solusinya sederhana, yakni pena dan kertas. Seringkali, yang bikin kita susah tidur adalah rasa khawatir memikirkan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan besok, terutama jika ada tugas yang sudah dimulai tapi belum kelar.
Sebuah studi di perusahaan IT Jerman menunjukkan bahwa karyawan yang masih punya tugas terbengkalai di akhir pekan cenderung memikirkan masalah pekerjaan mereka selama akhir pekan, dibandingkan dengan mereka yang pekerjaannya beres.
Christine Syrek, peneliti dari Universitas Trier, menulis bahwa hasil studi mereka mengindikasikan, perasaan belum menyelesaikan tugas mingguan memicu 'kognisi perseveratif' pada karyawan dan mengganggu tidur di akhir pekan, bahkan lebih besar daripada dampak tekanan waktu.
"Kognisi perseveratif" adalah pikiran negatif yang terus-menerus muncul tentang hal-hal yang telah terjadi di masa lalu atau mungkin terjadi di masa depan. Karyawan dengan tugas yang belum selesai juga lebih mungkin mengalami gangguan tidur selama akhir pekan.
Malam Minggu bisa jadi waktu yang sulit untuk tidur. Setelah bersantai seharian, Anda mungkin tidak merasa mengantuk seperti biasanya. Besoknya, pekerjaan menanti dan Anda harus menghadapi semua tugas yang belum selesai, ditambah lagi dengan tugas-tugas baru. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan rasa cemas yang menghantui?
Anda bisa menghitung domba. Anda bisa membaca buku sebentar, menenggelamkan diri ke dunia yang jauh dari kekhawatiran. Anda bisa berlatih mindfulness, berkonsentrasi pada napas dan sensasi yang Anda rasakan di sekitar. Atau Anda bisa menyalakan lampu dan membuat daftar semua hal yang perlu dilakukan.
Ya, benar! Disarankan kepada Anda untuk mengingat semua tugas yang perlu diselesaikan dan hal-hal yang sangat Anda khawatirkan. Dan lebih dari itu, disarankan untuk menuliskannya hitam di atas putih. Anda mungkin berpikir ini adalah hal terakhir yang berhasil, tetapi sebuah studi yang dilakukan di AS menemukan bahwa hal itu ternyata sangat efektif.
Faktanya, ketika Michael Scullin, direktur Laboratorium Neurosains dan Kognisi Tidur di Baylor University di AS, meminta satu kelompok sukarelawan untuk menulis daftar semua yang telah mereka capai di hari itu sebelum tidur, dan kelompok kedua untuk menulis daftar tugas yang harus mereka selesaikan besok dan dalam beberapa hari ke depan, ternyata kelompok kedua inilah yang kemudian tertidur lebih cepat.
Alih-alih berputar-putar di kepala secara acak, tugas-tugas itu tersusun dengan rapi.
Seberapa cepat efeknya? Sembilan menit, tidak kurang.
Para ilmuwan tidak hanya mengandalkan penilaian para sukarelawan tentang tidur mereka sendiri, tetapi juga memastikan kapan mereka terjaga dan tertidur melalui jenis studi tidur yang dikenal sebagai polisomnografi.
Ini melibatkan pemasangan sensor ke kepala dan ke bagian tubuh lainnya untuk memantau gelombang otak, pernapasan, dan gerakan mereka.
Perlu dicatat bahwa studi Michael Scullin ini tidak melibatkan banyak orang, tetapi ada mekanisme psikologis yang dapat menjelaskan mengapa dia mendapatkan hasil seperti demikian.
Ini disebut "cognitive offloading" dan itu terjadi ketika seseorang melakukan tindakan fisik untuk meringankan beban mental.
Jika Anda memutar peta agar sesuai dengan tata letak jalan di depan Anda, itu adalah contoh cognitive offloading. Anda mengambil sebagian dari pekerjaan mental yang perlu dilakukan untuk mengorientasikan diri, sehingga mengurangi tekanan pada otak dan membuat tugas pergi ke arah yang benar menjadi sedikit lebih mudah.
Saat Anda menyusun tugas tertulis sebelum tidur, Anda seperti tengah mengunduh tugas-tugas dari pikiran ke selembar kertas (atau ponsel) dengan cara yang mengurangi kebutuhan untuk memikirkannya saat kamu mencoba untuk tidur.
Dan alih-alih berputar-putar di kepala secara acak, tugas-tugas itu tersusun dengan rapi. Mereka "diarsipkan", siap untuk dihadapi pada waktunya. Sebagai bonus tambahan, Anda tidak perlu khawatir akan melupakan tugas atau hal yang penting.
Lebih baik mencantumkan setiap tugas secara spesifik, daripada menggunakan judul umum, meskipun itu akan membuat daftar Anda lebih panjang. Studi Profesor Michael Scullin menemukan bahwa orang-orang sibuk yang membuat daftar lebih dari 10 tugas, tertidur rata-rata 15 menit lebih cepat daripada orang yang tidak menulis daftar tugas.
Mereka juga tertidur enam menit lebih cepat daripada mereka yang hanya menyusun daftar pendek. Jadi, buatlah daftar yang komprehensif.
Melakukan semua ini mungkin terdengar seperti kerja keras saat Anda lelah dan hendak tidur. Tapi ternyata hasil tersebut sangat sepadan. Menulis daftar tugas sebelum tidur memang tidak akan membuat hidup Anda lebih mudah, tetapi itu mungkin membantu Anda untuk tidur dan mengurangi rasa cemas.
Dan ketika Anda bangun besok, Anda sudah selangkah lebih maju karena Anda memiliki daftar semua yang perlu Anda lakukan.