Pakar hubungan internasional di Kolombia menilai ancaman militer yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bentuk campur tangan terhadap kedaulatan Kolombia. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan proses demokrasi di kawasan Amerika Latin.
Ancaman itu muncul setelah Donald Trump menyebut opsi operasi militer terhadap Kolombia sebagai langkah yang terbuka. Trump juga memberikan peringatan kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro dengan menyebut masa jabatannya tidak akan berlangsung lama.
Pakar hubungan internasional Andres Aristizabal menegaskan, pernyataan tersebut merupakan bentuk intervensi terbuka terhadap pemerintahan yang sah. Ia menilai Amerika Serikat tengah berupaya menekan negara-negara Amerika Latin untuk mengembalikan dominasi politik di kawasan tersebut.
Menurut pengamat, ancaman ini juga berkaitan dengan agenda politik dan pemilu di sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Kolombia dan Brasil, yang berlangsung tahun ini.