Kefakiran bukan tidak mempunyai apapun, melainkan tidak dalam kepunyaan apapun. Kefakiran diukur dari sikap, bukan dari jumlah harta. Kefakiran, kata Ibrahim ibn Fatik, seorang sufi dari Baghdad, ditandai dengan ketenangan ketika tidak ada, dan pemberian dan pengorbanan ketika ada.
Fakir mempunyai modus 'menjadi' yang ditandai dengan kesediaan memberi, berbagi, dan berkorban (KH JALALUDDIN RAKHMAT,Do'a & Kebahagiaan, hal.150)